Jayapura, RakyatPos.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh cuaca kemarau, debu tebal, dan asap terbakar saat musim kemarau.
Berdasarkan data Sistem Peringatan dan Respon Dini (SKDR), tren kasus ISPA di wilayah Papua Tengah mulai menunjukkan peningkatan meski belum signifikan.
Pj Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr Agus menegaskan, pemantauan harian kasus ISPA dan kualitas udara terus diperketat agar potensi lonjakan kasus dapat dimitigasi sejak dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Data SKDR menunjukkan mulai terjadi peningkatan kasus ISPA, meski belum signifikan namun kita tidak boleh lengah. Kita segera mengambil langkah antisipatif, mulai dari memastikan ketersediaan logistik obat, membagikan 1.000 masker per hari di ruang publik, hingga menyiagakan armada ambulans untuk kasus darurat sesak napas,” kata dr Agus, Sabtu (22/8/2026).
Menurut dia, dari segi logistik dan fasilitas kesehatan, Instalasi Farmasi Provinsi memastikan stok obat batuk dan vitamin aman dan mencukupi. Selain itu, tersedia stok masker 3 lapis sebanyak 23 karton atau sebanyak 1.150 dus (60.000 lembar) yang siap didistribusikan.
Terkait agenda masyarakat, ia mengatakan kegiatan Car Free Day (CFD) pada pekan ini tetap diperbolehkan berjalan demi menjaga sirkulasi perekonomian para pedagang dan ibu-ibu pedagang yang telah menyiapkan dagangannya.
Tim Dinas Kesehatan hadir langsung di area CFD untuk membagikan masker gratis dan memberikan edukasi kesehatan kepada warga.
Namun kelanjutan penerapan CFD pada minggu depan akan terus dievaluasi secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara terkini.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menghimbau masyarakat untuk melakukan upaya preventif secara mandiri, yakni tidak membakar sampah sembarangan yang dapat memperparah pencemaran udara di lingkungan sekitar.
Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau di tempat yang berdebu. Perbanyak konsumsi air putih untuk menjaga hidrasi tubuh di cuaca panas.
Cuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air mengalir. Jaga sirkulasi udara di dalam rumah tetap bersih dan terbuka, serta makan makanan bergizi dan dapatkan waktu istirahat yang cukup.
Masyarakat juga diminta segera ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala lebih lanjut seperti batuk dan pilek yang tidak kunjung reda lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas cepat, dada terasa sesak, bahkan bibir atau kulit menjadi kebiruan.
Lanjutkan Membaca



















