Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada hari Jumat mengadakan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Arab Saudi dan UEA, masing-masing Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, dan Syeikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, untuk membahas perkembangan terkini di Yaman, kata sumber diplomatik Turki. Anadolu melaporkan.
Rincian lebih lanjut belum tersedia.
Yaman mengalami peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) menguasai Hadhramaut dan Al-Mahra pada awal Desember. Kedua provinsi tersebut mencakup hampir setengah wilayah Yaman dan berbatasan dengan Arab Saudi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Minggu ini Arab Saudi menuduh UEA “mendorong pasukan STC untuk melakukan operasi militer” di sepanjang perbatasan selatan kerajaan di Hadhramaut dan Mahra. Abu Dhabi membantah tuduhan tersebut.
STC mengatakan pemerintahan Yaman berturut-turut telah meminggirkan wilayah selatan secara politik dan ekonomi dan menyerukan pemisahan diri. Pihak berwenang Yaman menolak klaim tersebut dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap persatuan negara.
BACA: Bandara Aden di Yaman ditutup karena keretakan Saudi-UEA semakin dalam
















