Iran Menetapkan Kondisi untuk Mengurangi Perang dengan AS dan Menghentikan Serangan di Kawasan
RakyatPos.id – Iran menyatakan akan menghentikan serangan balasan selama Amerika Serikat juga menahan diri melakukan serangan udara di wilayahnya.
Sikap tersebut disampaikan seorang pejabat senior Iran kepada kantor berita Reuters setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba-tiba mengakhiri kampanye pengeboman yang telah berlangsung hampir dua pekan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama 13 malam berturut-turut, militer AS melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah Iran.
Namun, Pentagon menghentikan operasi tersebut pada larut malam tanggal 24 Juli 2026.
Sejak itu, tidak ada lagi serangan udara AS yang dilaporkan pada tanggal 25 atau 26 Juli 2026.
Pada periode yang sama, Iran juga menghentikan serangan balasannya.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, mengatakan Presiden Donald Trump sengaja menghentikan operasi militer untuk membuka ruang diplomasi.
“Presiden menciptakan ruang untuk negosiasi dan memberikan waktu untuk proses diplomasi,” kata Waltz dalam wawancara dengan Fox News.
Seorang pejabat senior pemerintahan Trump juga menegaskan bahwa penghentian serangan tidak mengubah pendirian Washington yang terus memprioritaskan penyelesaian melalui jalur diplomatik.
“Presiden selalu menyatakan bahwa dia lebih memilih diplomasi, namun dia juga menunjukkan kepada Iran konsekuensi jika tidak melakukan negosiasi secara serius,” kata pejabat itu.
Di sisi lain, sumber senior Iran menegaskan sikap Teheran bersifat timbal balik.
“Jika serangan berhenti, Iran juga akan menghentikan aktivitas militernya. Pesan itu sudah kami sampaikan kepada Amerika Serikat,”
“Namun, kami tetap siap memberikan respons yang kuat jika AS kembali melancarkan serangan,” kata sumber tersebut kepada Reuters.
Namun, para pejabat Iran mengakui bahwa mereka belum sepenuhnya percaya bahwa keputusan Washington untuk menghentikan serangan tersebut mewakili perubahan sikap yang nyata.
















