Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Banda Aceh menawarkan eks Terminal Keudah seluas 11.700 meter persegi kepada investor untuk dikembangkan menjadi kawasan bisnis terpadu (CBD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Kawasan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan terminal transit, pusat perbelanjaan, dan hotel dalam satu kompleks.
- Sembari menunggu investasi, akan difungsikan sebagai ruang terbuka berbagai aktivitas masyarakat.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mulai menata kembali kawasan eks Terminal Keudah dengan menyiapkan konsep pengembangan menjadi pusat bisnis terpadu atau Central Business District (CBD).
Lahan seluas sekitar 11.700 meter persegi tersebut kini terbuka untuk investasi guna mewujudkan kawasan modern yang mengintegrasikan transportasi, perdagangan, dan perhotelan dalam satu kompleks.
Langkah awal penataan dilakukan melalui pembukaan lahan seluruh kawasan terminal yang selama beberapa tahun terakhir tidak lagi difungsikan sebagai pusat kegiatan angkutan umum.
Kawasan yang dulunya merupakan terminal utama angkutan kota atau labilabi ini terbengkalai akibat menurunnya pengoperasian moda transportasi tersebut.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan, lokasi eks Terminal Keudah memiliki nilai strategis sehingga pemerintah ingin mengembangkannya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di ibu kota Provinsi Aceh.
Menurut dia, Pemkot tidak sekadar menawarkan lahan kepada investor, tapi juga sudah menyiapkan konsep pengembangan yang patut menjadi acuan dalam mengembangkan kawasan tersebut.
“Kami ingin kawasan ini dibangun sesuai konsep yang telah disiapkan pemerintah,” jelas Wali Kota.
“Beberapa investor sudah menunjukkan minatnya, namun hingga saat ini belum tercapai kesepakatan karena konsep pembangunan harus dipenuhi,” kata Illiza saat meninjau proses pembukaan lahan, Sabtu (25/7/2026).
Baca juga: Bekas terminal diratakan, kini ruang terbuka tersebut dijadikan tempat acara
Dalam rencana yang disiapkan pemerintah, kawasan tersebut akan dibangun sebagai gedung multifungsi minimal tujuh lantai.
Di bagian bawah atau basement akan terdapat area parkir sekaligus terminal transit yang akan menjadi titik pertemuan berbagai moda transportasi umum.
Terminal ini dirancang untuk menjadi pusat perpindahan penumpang Bus Trans Koetaradja dan pelayanan bus pengumpan.
Sehingga masyarakat bisa berpindah moda transportasi dengan lebih mudah dan efisien.
Sedangkan lantai atasnya direncanakan untuk pusat perdagangan dan kawasan komersial, sedangkan bagian atasnya akan digunakan sebagai hotel.

















