Heboh Soal “Londo Ireng”, Netizen Ungkap Kakek Buyut Prabowo Ternyata Pernah Bekerja di Belanda Saat Perang Jawa

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan sebutan “Londo Ireng” dalam pidatonya di Harlah PKB ke-28, Kamis (23/7/2026), berbuntut panjang di media sosial.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih menyasar pihak lain, netizen malah sibuk mengungkap silsilah keluarga Prabowo sendiri yang menurut catatan sejarah memiliki jejak “londo ireng” dalam arti harafiahnya. Sorotan tertuju pada Benyamin Sigar, nenek moyang Prabowo dari garis keturunan ibunya, Dora Marie Sigar.

Berdasarkan sejarah sejarah yang ditulis Petrik Matanasi di Historia.id, mengutip buku Sejarah dan Kebudayaan Minahasa karya Jessy Wenas, Benyamin Sigar merupakan salah satu dari tiga kapten yang membantu Mayor Tololiu Hermanus Willem Dotulong yang memimpin Tentara Manado.

Pasukan bantuan (hulptroepen) yang dikenal dengan Pasukan Tulungan berkekuatan 1.421 orang yang direkrut oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dari Minahasa, Sulawesi Utara.

Pembentukan pasukan ini bermula dari permintaan Residen DEW Pietermaat kepada masyarakat Minahasa untuk membantu Belanda ketika Perang Jawa atau Perang Diponegoro berkecamuk pada tahun 1825–1830.

Pasukan Tulungan kemudian berangkat ke Pulau Jawa dan terlibat dalam serangkaian operasi militer melawan pasukan Pangeran Diponegoro, hingga Historia.id menuliskan sosok Benyamin Sigar dalam artikel berjudul “Penawan Diponegoro”.

Silsilah ini berlanjut ke Dora Marie Sigar, ibu kandung Prabowo yang lahir di Langowan, Minahasa, pada tahun 1919 dan menikah dengan ekonom Sumitro Djojohadikusumo pada pertengahan tahun 1940-an.

Riwayat keluarga ini juga ditulis Historia.id dalam artikel “Darah Minahasa di Tubuh Prabowo” yang mengangkat pengakuan Prabowo sendiri tentang darah Minahasa yang mengalir dalam dirinya melalui garis ibu.

Fakta sejarah itu kembali diungkit warganet tak lama setelah pidato Prabowo soal “Londo Ireng” viral. Salah satu yang menyoroti ironi tersebut adalah pegiat media sosial Ferry Koto yang menyebut pernyataan Prabowo terhadap jurnalis, pengamat, dan LSM seolah mengarah pada keluarganya sendiri.

Memang tidak baik melabeli orang negatif. Ibarat satu jari menunjuk seseorang, empat jari lainnya menunjuk diri sendiri, tulis Ferry Koto dalam unggahannya di akun X pribadinya, @ferrykoto.

Dalam unggahan yang sama, Ferry juga menyertakan tangkapan layar cuitan lama akun resmi X Prabowo Subianto (@prabowo) yang diunggah pada 22 Desember 2012.

Dalam cuitannya tersebut, Prabowo sendiri menuliskan pengakuan mengenai silsilahnya.

“Saat itu saya berumur 17 tahun. Saya pergi berziarah ke makam Opa Benyamin Thomas Sigar bersama mendiang ayah dan mendiang ibu saya,” tulis Prabowo dalam cuitan disertai foto hitam-putih dirinya saat masih muda.

Ferry pun meminta Istana, termasuk Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Staf Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, dan Juru Bicara Presiden memberikan klarifikasi resmi terkait isu silsilah keluarga Prabowo yang beredar di masyarakat.

“Tolong BAKOM, Staf Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, dan seluruh juru bicara membantah penjelasan tersebut. Benar atau tidak?” tulis Ferry Koto sambil menambahkan permintaan agar pihak yang dicap “Londo Ireng” oleh Prabowo menerima permintaan maaf.

Persoalan ini pun sempat menjadi perdebatan di kalangan warganet, ada pula yang menilai pernyataan Prabowo soal “Londo Ireng” kini menjadi bumerang baginya, mengingat jejak sejarah keluarganya yang sebenarnya terafiliasi dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda pada masa Perang Jawa.

Di sisi lain, sejumlah pihak juga mengingatkan bahwa silsilah keluarga Prabowo tidak tunggal. Dari garis keturunan sang ayah, Sumitro Djojohadikusumo, Prabowo sebenarnya mewarisi jejak para tokoh pergerakan kemerdekaan, termasuk kakeknya, Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang dikenal sebagai salah satu pionir kemerdekaan Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Istana, Bakom, maupun Prabowo sendiri terkait perhatian warganet terhadap silsilah keluarganya.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kerugian Akibat Kebakaran di Lamteumen Banda Aceh Diperkirakan Rp 1,4 Miliar, Berikut Kronologinya
Salinan fisik GTA 6 di Jepang memiliki tanggal kedaluwarsa 170 hari
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah meminta maaf kepada Presiden, Jaksa Agung, dan seluruh Korps Adhyaksa
Cara Menonton Nottingham Forest vs Vitória de Guimarães Langsung Hari Ini: Pratinjau, Statistik, Daftar Pemain
Sontak, harga tomat di Aceh Tamiang melonjak tajam di tengah lesunya pembeli
Atletico Madrid menandatangani bintang Piala Dunia Korea Selatan Lee Kang-In dari PSG | Berita Sepak Bola
Hodeidah Diserang, Yaman Ancam Balas Arab Saudi! Konflik Timur Tengah Semakin Memanas
Katarak Tidak Bisa Sembuh dengan Obat, Ini Penjelasan Dokter Mata

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:54 WIB

Kerugian Akibat Kebakaran di Lamteumen Banda Aceh Diperkirakan Rp 1,4 Miliar, Berikut Kronologinya

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:52 WIB

Salinan fisik GTA 6 di Jepang memiliki tanggal kedaluwarsa 170 hari

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:39 WIB

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah meminta maaf kepada Presiden, Jaksa Agung, dan seluruh Korps Adhyaksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:04 WIB

Cara Menonton Nottingham Forest vs Vitória de Guimarães Langsung Hari Ini: Pratinjau, Statistik, Daftar Pemain

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:03 WIB

Sontak, harga tomat di Aceh Tamiang melonjak tajam di tengah lesunya pembeli

Berita Terbaru