PSI Gagal ke Parlemen, Dinasti Jokowi Terancam Berakhir di 2029

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Pengamat militer Selamat Ginting menilai kehadiran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di parlemen pada Pemilu 2029 menjadi faktor penting bagi keberlangsungan kekuatan politik keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Selamat, berbagai upaya dinilai dilakukan Jokowi agar PSI mampu memenuhi ambang batas politik dan mendapatkan kursi di parlemen.

“Jokowi, apa pun akan dilakukannya agar PSI segera masuk parlemen. Karena kalau tidak, terima kasih,” kata Selamat Ginting di kanal YouTube Justice Forum, Kamis (20/8/2026).

Ia meyakini pemilu 2029 akan menjadi momen penentu kelanjutan pengaruh politik keluarga Jokowi. Menurutnya, kekuatan politik yang dibangun Dinasti Jokowi selama ini akan diuji dalam kontestasi tersebut.

Jadi menurut saya tahun 2029 adalah keputusan marga Jokowi. Dinasti Jokowi akan ditentukan pada tahun 2029, ujarnya.

Selamat juga menyampaikan kekhawatiran sejumlah partai politik terkait kemungkinan PSI berhasil masuk parlemen. Pasalnya, PSI dinilai berpotensi merampas sebagian basis pemilih partai lain.

Partai kelas menengah, kata dia, antara lain PDIP, NasDem, dan Golkar berpotensi menghadapi persaingan dengan PSI jika partai tersebut berhasil mendapatkan kursi di DPR.

Partai bawah atau menengah tentu merasa akan diremehkan, apalagi PDIP. Basis konstituennya hampir sama, NasDem juga, apalagi Golkar yang pendukungnya pragmatis, ujarnya.

Ia menilai, sifat pragmatis sebagian pemilih membuat persaingan antar partai semakin terbuka. Dalam kondisi seperti ini, partai yang mampu memberikan daya tarik dan dukungan politik lebih kuat berpotensi merebut suara dari partai lain.

Artinya siapa yang memberi akan menerima, kata Selamat.

Oleh karena itu, selamat melihat perjuangan menuju pemilu 2029 tidak hanya terkait perebutan kursi parlemen, tetapi juga menentukan apakah pengaruh politik keluarga Jokowi akan tetap bertahan pasca pergantian kekuasaan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Al Fayha vs Al Hilal: Statistik & head-to-head Liga Pro Saudi
Jenderal Gatot Sindir Prajurit Tak Pernah Ikut Perang: 'Biasanya Hanya Perang Kata-kata'
Warga Bener Meriah Edukasi 1.000 HPK dan Pencegahan Stunting
Kebocoran BBM bersubsidi di Aceh merugikan negara sebesar Rp 1 triliun
Karen Bass kalah dalam debat melawan Nithya Raman. Dengan buruk
Kejahatan Bersejarah seperti 'Kerja Paksa' Tidak Boleh Dihapuskan oleh Jepang
Iran Kecam “Perang Ekonomi Trump”, Tiongkok Peringatkan AS Akan Sanksi Baru
Kebakaran hutan yang terjadi di dekat Eben G. Fine Park di Boulder memicu peringatan evakuasi

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:50 WIB

Al Fayha vs Al Hilal: Statistik & head-to-head Liga Pro Saudi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:43 WIB

Jenderal Gatot Sindir Prajurit Tak Pernah Ikut Perang: 'Biasanya Hanya Perang Kata-kata'

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Warga Bener Meriah Edukasi 1.000 HPK dan Pencegahan Stunting

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:04 WIB

PSI Gagal ke Parlemen, Dinasti Jokowi Terancam Berakhir di 2029

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Kebocoran BBM bersubsidi di Aceh merugikan negara sebesar Rp 1 triliun

Berita Terbaru

HEADLINE

Al Fayha vs Al Hilal: Statistik & head-to-head Liga Pro Saudi

Jumat, 21 Agu 2026 - 00:50 WIB

HEADLINE

Warga Bener Meriah Edukasi 1.000 HPK dan Pencegahan Stunting

Jumat, 21 Agu 2026 - 00:18 WIB

Al Jazeera - LIVE