Kisah Asma Wafa Andina, calon taruna FK Unhan yang memilih mundur karena diminta melepas hijab

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Kisah Wafa Ahdina, calon mahasiswa baru Universitas Pertahanan Indonesia, menarik perhatian setelah ia mengungkapkan alasan memilih mengundurkan diri meski telah melalui sejumlah tahapan seleksi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wafa merupakan salah satu peserta seleksi program studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Indonesia tahun 2026. Ia mengaku memilih mundur setelah mengetahui dirinya dihadapkan pada pilihan melepas hijab atau mengundurkan diri.

Kisah tersebut disampaikan Wafa melalui akun Instagram @pawnotes pada Rabu 18 Agustus 2026. Dalam unggahannya ia menceritakan perjalanannya mengikuti seleksi Unhan hingga akhirnya memutuskan keluar dari kampus.

Awalnya saya tidak berencana mendaftar IDU

Wafa mengungkapkan, keikutsertaannya dalam seleksi Unhan awalnya bukan bagian dari rencana yang telah disusun.

Ia bercerita, saat itu ia sedang disibukkan dengan persiapan berbagai ujian. Namun sang ibu yang menginginkan salah satu anaknya menjadi tentara justru mengirimkan informasi terkait penerimaan mahasiswa baru Universitas Pertahanan.

Ketertarikannya kemudian muncul setelah mengetahui adanya program studi Kedokteran Militer. Wafa akhirnya memutuskan untuk mencoba mendaftar dengan menyiapkan berbagai persyaratan administrasi. Keputusan ini membawanya melalui serangkaian tahapan seleksi.

Lulus berbagai tahapan seleksi Universitas Pertahanan

Dalam unggahannya, Wafa memperlihatkan perjalanan seleksi yang dijalaninya. Ia berhasil lolos seleksi administrasi, Tes Kemampuan Dasar (TKD), tes psikologi, dan tes tingkat daerah.

Setelah dinyatakan lulus ujian tingkat daerah, Wafa kemudian berkesempatan mengikuti tahapan seleksi tingkat pusat.

Perjalanan ini berlanjut hingga ia dinyatakan diterima di program studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Indonesia. Namun kelulusan justru menjadi titik yang membuat Wafa harus mengambil keputusan besar.

Sempat menjadi bagian dari Kadet Mahasiswa Universitas Pertahanan selama 15 Jam

Wafa mengungkapkan, dirinya bahkan pernah menjadi bagian dari Taruna Mahasiswa Angkatan 7 Universitas Pertahanan Indonesia. Namun status tersebut hanya bertahan sebentar. Ia mengaku berada di kampus sekitar 15 jam sebelum memilih keluar dari proses.

“Iya, saya tergabung dalam Taruna Mahasiswa UNHAN RI Angkatan 7 jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran Militer selama 15 jam,” tulis Wafa dalam unggahannya.

Keesokan paginya, dia memutuskan untuk keluar dari proses tersebut dan menandatangani surat pengunduran diri. “Karena keesokan paginya saya walk out dan menandatangani surat pengunduran diri, bukan perjanjian kontrak,” ujarnya.

Wafa Mundur Karena Tak Rela Melepas Jilbabnya

Dalam unggahannya, Wafa kemudian menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Ia menyertakan surat pengunduran diri yang menyebutkan alasan dirinya tidak bersedia melepas hijab.

“Dengan ini saya bermaksud mengajukan pengunduran diri dari seleksi S-1 Universitas Pertahanan Indonesia Tahun 2026 dengan alasan TIDAK BERSEDIA MELEPAS HIJAB,” demikian bunyi keterangan yang dibagikan Wafa.

Ia juga menyatakan, keputusan ini diambil atas kemauannya sendiri dan tanpa paksaan pihak lain. Menurut Wafa, persoalan hijab menjadi sesuatu yang baru ia pahami ketika proses seleksi sudah mencapai tahap akhir.

Sebelumnya ada anggapan bahwa Hijabers masih bisa mengikuti seleksi

Salah satu yang disoroti Wafa adalah perbedaan proses seleksi dan kondisi setelah peserta dinyatakan diterima.

Diakuinya, selama tahapan tes berlangsung, peserta perempuan yang berhijab masih berkesempatan mengikuti proses seleksi. Padahal, berdasarkan pengalamannya, terdapat fasilitas dan persyaratan pakaian yang memungkinkan peserta berhijab untuk mengikuti tes.

Kondisi tersebut membuatnya berpikir bahwa berhijab tidak akan menjadi kendala untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Pertahanan.

Namun, menurut Wafa, keadaan berbeda setelah peserta dinyatakan lolos dan akan memasuki tahap selanjutnya sebagai mahasiswa.

“Para hijaber memang diberi kesempatan dan difasilitasi saat mengikuti tes, namun tidak diberikan pilihan setelah dinyatakan lulus sebagai pelajar,” tulisnya.

Wafa mengatakan, pilihan yang ada menurut pengalamannya saat itu adalah melepas hijab atau mengundurkan diri. “Saya memilih opsi kedua,” katanya.

Wafa mengaku belum menemukan aturan tertulis sebelumnya

Wafa pun menjelaskan, dirinya sebenarnya sudah mendengar informasi terkait kewajiban melepas hijab dari sejumlah orang.

Namun, ia mengaku belum pernah melihat langsung aturan tersebut sebelum mengikuti seluruh rangkaian seleksi. “Cukup banyak yang bilang begitu, tapi saya belum pernah melihat aturannya secara langsung,” tulis Wafa.

Karena itu, ia tetap mengikuti proses seleksi dengan keyakinan masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dengan tetap berhijab.

Menurut Wafa, pemahamannya terhadap aturan tersebut baru berubah ketika ia berada pada tahap akhir proses penerimaan.

“Lagi-lagi, ketika saya yakin masih ada harapan bagi Hijabers, disitulah harapan itu perlahan sirna. Di situlah saya akhirnya mengetahui aturan-aturan yang hanya bisa didengar secara resmi,” ujarnya.

Memilih Mundur dari pada Melepas Hijab

Bagi Wafa, keputusan mundur bukan semata-mata karena masalah teknis. Dia menghubungkan pilihannya dengan prinsip pribadi mengenai hijab.

Ia memandang hijab sebagai bagian dari kehormatan seorang wanita muslim sekaligus keputusan pribadi yang ingin ia pertahankan. “Menurut saya, hijab adalah kehormatan seorang muslimah, hijab adalah pilihan saya sebagai manusia yang mandiri,” tulis Wafa.

Oleh karena itu, meski telah berhasil melewati berbagai tahapan seleksi dan berkesempatan masuk ke program studi yang diminatinya, Wafa memilih untuk tidak melanjutkan proses pendidikan di Unhan.

Soroti Pasal 29 UUD 1945 dan Aturan Jilbab Bagi Prajurit Wanita

Kisah Wafa pun menimbulkan pertanyaan terkait aturan berhijab di lingkungan pertahanan. Dalam unggahannya, ia menyebut Pasal 29 Ayat (2) UUD 1945 yang menyebutkan kebebasan beragama dan hak beribadah adalah tanggung jawab negara.

Wafa pun mengaitkan hal tersebut dengan aturan berhijab bagi prajurit wanita melalui Peraturan Panglima TNI (Perpang) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pakaian Seragam Dinas Tentara Nasional Indonesia. Dari konteks tersebut, ia mempertanyakan mengapa penggunaan hijab bagi pelajar sebenarnya menjadi masalah. “Kenapa, UNHAN?” tulis Wafa dalam unggahannya.

Meski harus menyelesaikan studinya di Universitas Pertahanan, Wafa tidak membiarkan pengalaman tersebut menghentikan cita-citanya menjadi seorang dokter.

Ia memilih melanjutkan perjalanan pendidikan kedokterannya di kampus lain dan mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk menekuni bidang studi yang diinginkannya.***

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Untuk Membuat Anak Anda Tidur? ART Diduga Memberikan Antimo Cair Setiap Hari
Bank Dunia Mendesak Kepulauan Solomon untuk Menciptakan Lebih Banyak Lapangan Kerja
Connor Prielipp kalah enam kali dari Rockies
Perjalanan darat menemukan hal baik dan buruk yang menyatukan Amerika
Truk Bermuatan Pupuk Tabrakan Dua Tiang di Aceh Tamiang, Satunya Ambruk
Fiji dan Tonga Mencari Mitra Pasokan Bahan Bakar Alternatif
Cal Raleigh sejauh ini menjadi pemain MLB yang paling tidak berharga
Virus! UNHAN RI Tolak Calon Mahasiswa Berhijab, Kebijakan Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Untuk Membuat Anak Anda Tidur? ART Diduga Memberikan Antimo Cair Setiap Hari

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Bank Dunia Mendesak Kepulauan Solomon untuk Menciptakan Lebih Banyak Lapangan Kerja

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Connor Prielipp kalah enam kali dari Rockies

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Kisah Asma Wafa Andina, calon taruna FK Unhan yang memilih mundur karena diminta melepas hijab

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Perjalanan darat menemukan hal baik dan buruk yang menyatukan Amerika

Berita Terbaru

HEADLINE

Connor Prielipp kalah enam kali dari Rockies

Sabtu, 22 Agu 2026 - 11:32 WIB

Al Jazeera - LIVE