Nasib Polisi yang menganiaya polisi karena tak terima anaknya ditilang, dicopot dari Kanit Reskrim

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Inilah sosok polisi yang diduga menganiaya Kompol Hermanto yang kini menjadi sorotan publik.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Palangka Raya, Kompol Hermanto, diketahui mengalami patah jari setelah diduga dianiaya petugas polisi yang tak terima sang anak ditilang.

Setelah diselidiki lebih lanjut, petugas Polsek Pahandut yang terlibat penyerangan diketahui bernama Eko Basuki.

Saat kejadian, Eko menjabat Kasat Reskrim Polsek Pahandut.

Informasi yang beredar menyebutkan, penyerangan tersebut diduga terkait dengan penindakan balap liar yang menyeret anak Eko.

Polsek Pahandut merupakan bagian dari wilayah hukum Polres Palangka Raya, Polda Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pasca kejadian tersebut, Eko dicopot dari jabatan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polsek Pahandut.

Kapolres Palangka Raya Kompol Dedy Supriadi mengatakan, kasus tersebut sudah ditangani sesuai prosedur. Peristiwa yang terjadi di Mapolresta Palangka Raya pada Selasa (18/8/2026) melibatkan Eko Basuki dan Kompol Hermanto.

Akibat penyerangan tersebut, Hermanto mengalami patah tulang di bagian jarinya. Ia kemudian menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palangka Raya.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari penindakan pelanggaran lalu lintas pada Sabtu (15/8/2026). Permasalahan kemudian berkembang hingga terjadi penyerangan terhadap Hermanto di Mapolres Palangka Raya.

Kabid Humas Polda Palangka Raya AKP Sukrianto memastikan setiap persoalan yang melibatkan anggota polisi akan diproses sesuai aturan.

“Pemeriksaan dan penyelidikan mendalam dilakukan untuk memastikan seluruh fakta atas kejadian tersebut,” kata Sukrianto, Jumat (21/8/2026).

Diperiksa Propam Polda Kalteng

Usai kejadian, Eko Basuki menjalani pemeriksaan oleh Subbid Provos Bidpropam Polda Kalteng.

Polresta Palangka Raya juga menyebut hasil tes urine Eko menunjukkan hasil negatif narkotika dan obat-obatan terlarang.

Selain itu, petugas mengamankan satu pucuk senjata tajam untuk keperluan pemeriksaan. Sejumlah saksi pun sudah diperiksa Unit Paminal.

Eko kini tak lagi menjabat sebagai Kasat Reskrim Polsek Pahandut. Ia ditempatkan sebagai Kapolres Palangka Raya berdasarkan ST/45/VIII/KEP./2026.

Diduga terkait penertiban balap liar

Sebelumnya beredar informasi, penyerangan terhadap Kasatlantas diduga dipicu ketidakpuasan Eko usai anaknya ditilang dalam operasi penertiban balap liar yang dilakukan Satlantas Polresta Palangka Raya.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat membenarkan, petugas yang terlibat penyerangan saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh Bidpropam Polda Kalteng.

Budi menegaskan, peraturan lalu lintas berlaku bagi semua orang, termasuk anggota Polri dan keluarganya.

Ia juga mengatakan, persoalan balap liar di Palangka Raya menjadi perhatian pimpinan Polda Kalteng.

Balapan liar malam hari di Palangka Raya sangat meresahkan dan menarik perhatian Kapolda Kalteng, jelasnya.

Menurut Budi, petugas yang melakukan penyerangan tetap menjalani proses sesuai ketentuan dan bisa dikenakan sanksi.

Kondisi Kompol Hermanto

Kompol Hermanto mengalami luka di bagian jarinya usai diserang Eko. Saat ini Kasatlantas Polresta Palangka Raya masih menjalani proses pemulihan.

Hermanto membenarkan kejadian tersebut. Namun, dia menyerahkan proses penanganan kasus tersebut ke Polda Kalteng.

Biarkan Kabid Humas yang menjawab, sekarang kasus profesional ditangani Polda, kasus pidana ditangani Polda, kata Hermanto.

Terkait kondisinya pasca kejadian, Hermanto mengaku masih dalam tahap pemulihan.

“Sekarang dia sudah pulih,” katanya.

Sementara itu, Kompol Budi Rachmat kembali menegaskan, Eko tengah menjalani pemeriksaan di Bidpropam Polda Kalteng.

Sanksinya melalui proses persidangan dan atasan hukumnya adalah Kapolres Palangka Raya, ujarnya.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kejuaraan BMW 2026: Pemenang AS Terbuka berada di puncak papan peringkat, saat Wyndham Clark memimpin 36 lubang
China Punya “Senjata Rahasia” untuk Memburu Jet Siluman AS
Kualitas Grade A, Rp. Uang Palsu Senilai 36 Miliar di Tangsel Akan Didistribusikan ke Bank Swasta
Reses Senat bulan Agustus disetujui oleh 100 senator melalui persetujuan dengan suara bulat
Lima Tahun Berendam di Kolam, Bocah 16 Tahun Mencari Jawaban Penyakit Misterius
Dugaan Penipuan Tambang Emas Rp58,5 Miliar, Investor Malaysia Laporkan Oknum Polisi
Ratusan Warga Ramai Lomba Dangdut Putri, Suasana HUT RI di Kuta Barat Sabang Makin Seru
Armando González akan melanjutkan karirnya di Olympiacos FC

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Kejuaraan BMW 2026: Pemenang AS Terbuka berada di puncak papan peringkat, saat Wyndham Clark memimpin 36 lubang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:23 WIB

China Punya “Senjata Rahasia” untuk Memburu Jet Siluman AS

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:04 WIB

Kualitas Grade A, Rp. Uang Palsu Senilai 36 Miliar di Tangsel Akan Didistribusikan ke Bank Swasta

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Reses Senat bulan Agustus disetujui oleh 100 senator melalui persetujuan dengan suara bulat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:48 WIB

Lima Tahun Berendam di Kolam, Bocah 16 Tahun Mencari Jawaban Penyakit Misterius

Berita Terbaru

HEADLINE

China Punya “Senjata Rahasia” untuk Memburu Jet Siluman AS

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:23 WIB

Al Jazeera - LIVE