RakyatPos.id – Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti pengadaan burung merpati senilai Rp305 juta yang dilakukan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pengadaan tersebut tercatat dilakukan melalui vendor Indoglobal Multi Karya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Staf Investigasi ICW Z Azhim Syah menilai pengadaan ini perlu dipertanyakan prioritas anggarannya, apalagi pemerintah menerapkan efisiensi anggaran dan Indonesia sedang menghadapi sejumlah bencana.
“Pengadaan ini kami nilai merupakan bagian dari perayaan HUT RI yang berlebihan karena dilakukan di tengah situasi APBN mengalami efisiensi besar-besaran dan terjadi bencana besar,” kata Azhim dalam keterangannya.
Menurut Azhim, permasalahan utama bukan hanya besaran nilai pengadaannya. Ia menilai penggunaan anggaran mencerminkan permasalahan yang lebih luas dalam menentukan prioritas belanja pemerintah.
Permasalahannya bukan hanya sekedar nominal Rp 305 juta, tapi mencerminkan cara pengelolaan anggaran pemerintah yang tidak berdasarkan skala prioritas dan tidak melihat aspek urgensinya, ujarnya.
ICW juga membandingkan pengadaan tersebut dengan anggaran untuk penanggulangan bencana. Berdasarkan penelusuran yang disampaikan Azhim, tidak ditemukan satu pun paket pengadaan terkait penanggulangan bencana baik di Kementerian Sekretariat Negara maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Azhim menegaskan, perayaan kemerdekaan tidak boleh menjadi alasan pemerintah mengalokasikan anggaran berlebihan ketika kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak masih membutuhkan dukungan.
“Perayaan kemerdekaan jangan dijadikan alasan untuk menghambur-hamburkan anggaran,” ujarnya.
“Terlalu banyak kebutuhan masyarakat yang mendesak dan memerlukan penyelarasan anggaran,” lanjut Azhim.
Sorotan ICW muncul di tengah kondisi bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Gempa berkekuatan 7,7 SR mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) dini hari.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan, korban jiwa akibat gempa mencapai 75 orang. Sementara jumlah pengungsi bertambah menjadi 92.735 orang dari sebelumnya 59.647 orang.
Selain gempa di NTT, BNPB juga mendeteksi ribuan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Berdasarkan pantauan Satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8), BNPB mendeteksi 1.487 titik panas yang tersebar di sebagian besar wilayah Pulau Kalimantan. Konsentrasi titik api tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.
Menurut ICW, kondisi ini menunjukkan pentingnya pemerintah menempatkan kebutuhan masyarakat dan penanggulangan bencana sebagai prioritas dalam penggunaan anggaran negara.
ICW juga menilai setiap pengeluaran pemerintah perlu mempertimbangkan urgensi, manfaat masyarakat, dan kondisi fiskal yang dihadapi negara saat ini.
Dalam konteks ini, pengadaan burung merpati senilai Rp305 juta dalam rangka perayaan HUT RI ke-81 dinilai patut mendapat perhatian dan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah.



















