Ringkasan Berita:
- Kementerian Kesehatan RI menyetujui pencairan anggaran sebesar Rp46,7 miliar yang dialokasikan khusus untuk pemulihan dan peningkatan fasilitas kesehatan di dua RSUD utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Dukungan dana ini ditujukan kepada RSUD Dr Zubir Mahmud dan RSUD Sultan Abdul Aziz Syah (SAAS) Peureulak
- Bupati Aceh Timur terkait pembangunan laboratorium kesehatan daerah (Labkesmas) juga disetujui Wakil Menteri Kesehatan RI
Tujuan utama dari usulan ini adalah untuk memulihkan layanan kesehatan pascabencana, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat yang terkena dampak, dan memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan. ISKANDAR USMAN AL-FARLAKYBupati Aceh Timur
RakyatPos.id, IDI – Sektor pelayanan kesehatan di Kabupaten Aceh Timur mendapat suntikan dana segar pascabencana hidrometeorologi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyetujui pencairan anggaran sebesar Rp46,7 miliar yang dialokasikan khusus untuk pemulihan dan peningkatan fasilitas kesehatan di dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.
Dukungan dana ini ditujukan kepada RSUD Dr Zubir Mahmud dan RSUD Sultan Abdul Aziz Syah (SAAS) Peureulak. Kepastian alokasi tersebut didapat setelah Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi, menyerahkan langsung usulan rekapitulasi kebutuhan daerah kepada Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Prof Dante Saksono Harbuwono, di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
Berdasarkan hasil sidang, RSUD Dr Zubir Mahmud mendapatkan porsi terbesar senilai Rp32,7 miliar. Dana tersebut berupa bantuan peralatan kesehatan untuk program dukungan layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA). Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap pada tahun 2026 dan 2027.
Sedangkan RSUD SAAS Peureulak mendapat alokasi hibah sebesar Rp14 miliar. Anggaran ini diberikan secara penuh untuk mengganti dan melakukan pengadaan kembali berbagai peralatan vital kesehatan yang rusak akibat terendam banjir pada akhir November 2025.
“Tujuan utama dari usulan ini adalah untuk memulihkan layanan kesehatan pascabencana, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat terdampak, dan memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di Aceh Timur,” kata Al-Farlaky.
Tidak berhenti di dua RSUD tersebut, Kemenkes juga berkomitmen memetakan tambahan dukungan anggaran untuk revitalisasi dan rehabilitasi sejumlah Puskesmas di tingkat kecamatan yang terdampak.(al)
Pembangunan Laboratorium Kesehatan
Di samping itu Sementara itu, usulan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky mengenai pembangunan laboratorium kesehatan daerah (Labkesmas) juga telah disetujui oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme birokrasi.
Iskandar Al-Farlaky menegaskan, pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana tidak sebatas penggantian unit alat kesehatan yang rusak atau renovasi fisik bangunan, namun merupakan langkah krusial untuk menjamin hak masyarakat atas akses medis yang aman, memadai, dan berkualitas.
“Kucuran anggaran puluhan miliar ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi layanan kesehatan secara menyeluruh sekaligus memperkuat struktur mitigasi fasilitas kesehatan Aceh Timur ke depan,” harapnya.al)




















