Ringkasan Berita:
- UNIKI Faperta mendampingi peternak di Desa Padang Sakti, Lhokseumawe, memulihkan kesehatan dan reproduksi sapi pasca PMK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Program ini fokus pada penanganan anestrus serta edukasi mengenai nutrisi, kesehatan, kondisi tubuh dan manajemen reproduksi ternak.
- Kegiatan yang didukung dana hibah Diktisaintek ini diharapkan dapat membantu peningkatan populasi dan produktivitas ternak masyarakat.
RakyatPos.id – Fakultas Pertanian dan Peternakan (Faperta) Universitas Islam Nasional Indonesia (UNIKI) memberikan bantuan kepada para peternak ternak di Kelurahan Padang Sakti Kota Lhokseumawe, dalam upaya pemulihan kesehatan dan reproduksi hewan ternak pasca mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK), Jumat (21/8/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026), dengan fokus pada penanganan anestrus atau kondisi sapi betina yang tidak menunjukkan tanda-tanda birahi dalam jangka waktu yang tepat.
Kegiatan ini didanai melalui skema hibah pengabdian masyarakat (Diktisaintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Acara ini diketuai oleh Mustafa Kamal, S.Pt., M.Si., bersama tim dosen Faperta UNIKI.
Mustafa mengatakan, dampak PMK pada ternak tidak selalu berhenti setelah gejala klinis penyakit tersebut mereda.
Baca juga: UNIKI Faperta Implementasikan Teknologi dan Estimasi Pakan Pelet Pasca Wabah PMK di Padang Sakti
Menurunnya kondisi kesehatan dan produktivitas juga dapat dibarengi dengan gangguan reproduksi.
“Pasca wabah PMK, banyak peternak yang mengeluhkan penurunan produktivitas ternaknya. Salah satu permasalahan yang sering ditemukan adalah gangguan reproduksi berupa anestrus,” kata Mustafa.
Menurutnya, gangguan reproduksi perlu mendapat perhatian karena keberhasilan reproduksi menentukan keberlangsungan populasi dan produktivitas ternak.
Baca juga: Dekan Faperta UNIKI Luncurkan Kebijakan Penelitian Mandiri Mahasiswa, Targetkan Publikasi SINTA 3
Peternak diberikan pendidikan
Pada kegiatan ini para peternak diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh ternak, mencukupi nutrisi, mengenali tanda-tanda panas, mengamati siklus reproduksi, dan menerapkan manajemen pemeliharaan yang tepat.
Tim Faperta UNIKI juga melakukan pendampingan dan diskusi langsung dengan peternak untuk mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi setelah ternak mengalami FMD. Informasi mengenai kesehatan ternak, pola pemeliharaan, pemberian pakan, kondisi tubuh dan gangguan reproduksi menjadi pembahasannya.
Mustafa menjelaskan keberhasilan reproduksi ternak tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Kondisi kesehatan, gizi, kondisi tubuh, manajemen pemeliharaan, dan ketepatan penanganan reproduksi saling berkaitan.
“Peternak perlu memahami bahwa keberhasilan reproduksi ternak tidak hanya ditentukan oleh satu faktor. Nutrisi, kesehatan, kondisi tubuh, manajemen pemeliharaan dan ketepatan penanganan reproduksi semuanya saling berkaitan,” jelasnya.
Ia berharap bantuan ini dapat membantu peternak melakukan observasi awal terhadap kondisi hewan ternaknya dan mengambil langkah penanganan yang tepat, termasuk melibatkan tenaga ahli atau petugas kesehatan hewan jika diperlukan.
Gangguan reproduksi yang berkepanjangan dapat memperpanjang jarak kelahiran, sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan populasi dan produktivitas ternak. Kondisi ini pada akhirnya juga dapat berdampak pada pendapatan petani.
Untuk itu, Faperta UNIKI mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu proses pemulihan sektor peternakan masyarakat pasca PMK.




















