Ringkasan Berita:
- Festival Budaya Lokal Cot Ba'u dinilai bisa menjadi contoh bagi gampong lain di Sabang dalam mengembangkan potensi sejarah dan budaya melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Diskominfotiksan mendorong KIG dan PPID gampong untuk aktif mendokumentasikan dan mempromosikan potensi sejarah, budaya, kuliner, dan pariwisata melalui berbagai platform digital.
- Pemerintah gampong, Pokdarwis, KIG dan masyarakat perlu berkolaborasi untuk mengembangkan potensi lokal secara konsisten guna memperkuat jati diri.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
RakyatPos.id, SABANG – Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba'u Tahun 2026 dinilai dapat menjadi contoh bagi gampong lain di Kota Sabang untuk mengemas potensi sejarah dan budaya menjadi kegiatan yang lebih dikenal masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Sabang, Agus Halim, SE, Ak., mengatakan solidaritas masyarakat pada festival tersebut menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan melalui kegiatan yang melibatkan langsung warga.
Menurut Agus, kegiatan kebudayaan tidak cukup hanya digelar dan disaksikan masyarakat.
Potensi yang ada juga perlu didokumentasikan dan disebarluaskan melalui berbagai platform digital agar jangkauannya lebih luas.
“Ini merupakan kegiatan yang positif dan tentunya sangat bermanfaat bagi desa dan masyarakat pada umumnya,” kata Agus.
Ia mengatakan, Kelompok Informasi Gampong (KIG) bisa berperan dalam mengenalkan berbagai potensi yang ada di daerahnya masing-masing.
Baca juga: UMKM Ikut Meriahkan Festival Cot Ba'u, Produk Lokal Didorong Naik Kelas
Informasi mengenai sejarah, budaya, kuliner dan destinasi wisata dapat dikemas menjadi konten yang menarik.
Agus juga mendorong Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) desa untuk lebih aktif mendokumentasikan kegiatan dan potensi masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan peluang bagi setiap desa untuk memajukan potensinya tanpa harus menunggu agenda besar.
Dokumentasi sederhana yang dikemas dengan baik dapat digunakan sebagai bahan informasi sekaligus promosi daerah.
“Potensi-potensi yang ada di gampong perlu dikemas dan dipublikasikan. Jangan hanya diketahui masyarakat sekitar, bisa juga diketahui lebih luas lagi,” ujarnya.
Agus mengatakan, masih banyak gampong di Sabang yang memiliki potensi sejarah dan budaya, namun belum dikembangkan menjadi kegiatan masyarakat.
Baca juga: Kenduri Apam dan Permainan Rakyat Dihidupkan Kembali di Cot Ba'u Sabang
Dia mencontohkan Gampong Balohan yang memiliki peninggalan budaya berupa kawasan kuburan bersejarah.
Menurutnya, potensi tersebut dapat dikaji dan dikemas dalam kegiatan yang menguatkan nilai sejarah sekaligus menjadi daya tarik wisata.




















