Rusia mengutuk 'agresi' AS terhadap Venezuela — RakyatPos.id

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS mengklaim bahwa pemimpin Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam apa yang disebutnya sebagai tindakan AS “agresi bersenjata” melawan Venezuela pada hari Sabtu, menyerukan pengendalian diri dan peringatan terhadap eskalasi lebih lanjut. Presiden AS Donald Trump telah mengkonfirmasi terjadinya serangan, mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pejabat Venezuela sebelumnya mengatakan negara itu diserang langsung oleh AS setelah ledakan terdengar di ibu kota, Caracas, pada hari Sabtu. Menteri Luar Negeri Yvan Gil menuduh Washington berusaha menguasai sumber daya alam negara Amerika Latin tersebut.

Moskow menegaskan kembali solidaritasnya dengan rakyat Venezuela dan mendukung seruan diadakannya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Kementerian luar negeri menekankan bahwa Amerika Latin harus tetap menjadi zona damai dan Venezuela harus bebas menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan pihak luar.

Leonid Slutsky, ketua Komite Urusan Luar Negeri Duma Negara, menggambarkan serangan terbaru di Venezuela sebagai operasi militer AS yang bertujuan untuk mengubah keadaan. “tidak diinginkan” rezim, menuduh Washington berusaha memaksakan kehendaknya pada negara tersebut.

Venezuela mengumumkan keadaan darurat tak lama setelah ledakan terjadi. Pemerintah mengatakan serangan itu juga terjadi di negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.

BACA SELENGKAPNYA:
Maduro ditangkap – Trump

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Caracas. Trump telah berulang kali menuduh pemerintah Venezuela memfasilitasi perdagangan narkoba skala besar dan telah mengizinkan perluasan operasi militer AS yang menargetkan rute penyelundupan di Karibia dan Pasifik timur.

Maduro menolak tuduhan tersebut, dan menuduh AS melakukan agresi dan menggunakan operasi anti-narkoba sebagai dalih untuk menggulingkan pemerintahannya. Dia telah memperingatkan bahwa setiap tindakan militer langsung terhadap negaranya akan menemui perlawanan.

Anda dapat membagikan cerita ini di media sosial:

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Momen langka, Prabowo, Jokowi, SBY dan Gibran duduk dalam satu forum
Iran Menetapkan Kondisi untuk Mengurangi Perang dengan AS dan Menghentikan Serangan di Kawasan
Perempuan Wewak Berjualan di Perbatasan PNG-RI
Ternyata inilah alasan sebenarnya Perry Warjiyo mundur dari BI
Cuaca Meulaboh Seharian Berawan, BMKG Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter
MR Kambu: Tokoh Bintang Empat Persipura Dimakamkan di Maybrat
KPK Selidiki Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli
Syekh dan Ketua Kelompok Menerima Penghargaan di Pertunjukan Budaya Duel Besar Rapai Pase ke-50

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:25 WIB

Momen langka, Prabowo, Jokowi, SBY dan Gibran duduk dalam satu forum

Senin, 27 Juli 2026 - 12:53 WIB

Iran Menetapkan Kondisi untuk Mengurangi Perang dengan AS dan Menghentikan Serangan di Kawasan

Senin, 27 Juli 2026 - 12:38 WIB

Perempuan Wewak Berjualan di Perbatasan PNG-RI

Senin, 27 Juli 2026 - 12:14 WIB

Ternyata inilah alasan sebenarnya Perry Warjiyo mundur dari BI

Senin, 27 Juli 2026 - 11:23 WIB

Cuaca Meulaboh Seharian Berawan, BMKG Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter

Berita Terbaru

HEADLINE

Perempuan Wewak Berjualan di Perbatasan PNG-RI

Senin, 27 Jul 2026 - 12:38 WIB