Trump: Saya Menonton Operasinya Seperti Acara TV, Kami Akan Memerintah Venezuela

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 02:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan yang mencolok setelah operasi besar-besaran Washington di Venezuela, dengan mengatakan bahwa ia secara pribadi menyaksikan misi tersebut berlangsung secara langsung dan menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengawasi negara tersebut selama masa transisi. Trump membenarkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh AS dan mengumumkan bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dibawa ke luar negeri.

Trump: Saya menontonnya secara langsung

Dalam postingan di akun Truth Social-nya dan kemudian saat konferensi pers, Trump mengatakan operasi itu dilakukan atas kerja sama militer dan lembaga penegak hukum AS. Menekankan bahwa tidak ada personel AS yang terbunuh dan hanya sedikit yang terluka, Trump mengatakan, “Saya benar-benar menyaksikan operasi tersebut secara langsung, seperti menonton serial televisi. Sungguh luar biasa dan mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia.”

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maduro dibawa ke Amerika Serikat

Trump menyatakan bahwa Nicolás Maduro dan istrinya diangkut dengan kapal ke New York dan akan diadili di Amerika Serikat. Dia mengatakan pihak berwenang Amerika memiliki “banyak bukti” dan menambahkan bahwa proses hukum dapat dilakukan di New York, Florida atau Miami.

“Kami akan menjalankan Venezuela”

Dalam salah satu pernyataannya yang paling kontroversial, Trump mengatakan AS akan mengatur Venezuela sampai apa yang ia gambarkan sebagai “transisi yang aman, adil dan teratur” selesai. “Kami menginginkan perdamaian dan keadilan bagi Venezuela. Sampai transisi itu tercapai, kami akan menjalankan prosesnya,” katanya, seraya menambahkan bahwa Washington tidak akan membiarkan negara itu jatuh ke tangan tokoh-tokoh yang memusuhi kepentingan AS.

Peringatan gelombang kedua

Trump juga memperingatkan bahwa operasi gelombang kedua dapat diluncurkan jika diperlukan. “Mungkin hal ini tidak diperlukan, namun jika diperlukan, maka akan lebih besar lagi,” katanya, seraya memperingatkan para tokoh politik dan militer Venezuela bahwa apa yang terjadi pada Maduro juga bisa terjadi pada mereka.

Narasi keamanan dan narkoba

Menuduh Venezuela sebagai sumber utama perdagangan narkoba yang mengancam keamanan AS, Trump mengklaim bahwa setiap kapal yang meninggalkan negaranya membawa narkoba yang mampu membunuh puluhan ribu orang. Dia mengatakan operasi tersebut telah menghilangkan ancaman tersebut dan menekankan bahwa AS akan secara ketat menegakkan Doktrin Monroe di Belahan Barat.

“Pasukan AS bisa masuk jika diperlukan”

Trump menggarisbawahi bahwa Amerika Serikat tidak akan ragu untuk mengerahkan pasukan darat jika diperlukan. “Kami tidak takut untuk turun ke lapangan. Jika perlu, pasukan AS akan masuk,” katanya, seraya menambahkan bahwa nama-nama mereka yang akan memerintah Venezuela selama transisi akan diumumkan kemudian.

Apa yang terjadi sebelumnya

Ledakan dan suara pesawat dilaporkan terjadi di Caracas pada dini hari, setelah itu pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat menyerang sasaran sipil dan militer. Trump kemudian mengonfirmasi bahwa ASlah yang melakukan operasi tersebut dan mengumumkan bahwa Maduro dan istrinya telah diusir dari negara tersebut. Pihak berwenang Venezuela meminta komunitas internasional untuk mengutuk serangan tersebut, sementara reaksi dari seluruh dunia masih berbeda-beda.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ternyata inilah alasan sebenarnya Perry Warjiyo mundur dari BI
Cuaca Meulaboh Seharian Berawan, BMKG Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter
MR Kambu: Tokoh Bintang Empat Persipura Dimakamkan di Maybrat
KPK Selidiki Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli
Syekh dan Ketua Kelompok Menerima Penghargaan di Pertunjukan Budaya Duel Besar Rapai Pase ke-50
Suku Sempan: Masyarakat Bumi Amungsa yang Terlupakan
Tiba-tiba Mundur, Ini Kasus Korupsi CSR BI-OJK yang Disebut Perry Warjiyo
Netanyahu mengakui serangan AS belum sepenuhnya menghancurkan program nuklir Iran

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:14 WIB

Ternyata inilah alasan sebenarnya Perry Warjiyo mundur dari BI

Senin, 27 Juli 2026 - 11:23 WIB

Cuaca Meulaboh Seharian Berawan, BMKG Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter

Senin, 27 Juli 2026 - 11:06 WIB

MR Kambu: Tokoh Bintang Empat Persipura Dimakamkan di Maybrat

Senin, 27 Juli 2026 - 10:10 WIB

Syekh dan Ketua Kelompok Menerima Penghargaan di Pertunjukan Budaya Duel Besar Rapai Pase ke-50

Senin, 27 Juli 2026 - 09:57 WIB

Suku Sempan: Masyarakat Bumi Amungsa yang Terlupakan

Berita Terbaru

HEADLINE

gelar studi anggota LCDLF 2026- Grupo Milenio

Senin, 27 Jul 2026 - 11:11 WIB

HEADLINE

MR Kambu: Tokoh Bintang Empat Persipura Dimakamkan di Maybrat

Senin, 27 Jul 2026 - 11:06 WIB