Netanyahu mengakui serangan AS belum sepenuhnya menghancurkan program nuklir Iran

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Ia menegaskan, meski kemampuan nuklir Iran mengalami kemunduran yang signifikan, namun masyarakat internasional tidak boleh lengah.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Menurut dia, pengawasan ketat harus terus dilakukan agar Teheran tidak kembali membangun program nuklirnya.

RakyatPos.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran belum sepenuhnya menghancurkan program nuklir Teheran.

Dalam wawancara dengan Fox News, Minggu (26/7/2026), Netanyahu menyebut operasi tersebut hanya berhasil melumpuhkan sebagian kemampuan nuklir Iran, meski ia menyebut pihaknya telah memundurkan program tersebut selama beberapa tahun.

“Kami melumpuhkan 20 ilmuwan nuklir utama mereka dalam dua operasi yang kami lakukan dengan Amerika Serikat,” kata Netanyahu.

Baca juga: Jadi Benteng Nuklir Rahasia Iran, Trump: Kami Akan Segera Hancurkan Gunung Beliung

Ia menegaskan, meski kemampuan nuklir Iran mengalami kemunduran yang signifikan, namun masyarakat internasional tidak boleh lengah.

Menurut dia, pengawasan ketat harus terus dilakukan agar Teheran tidak kembali membangun program nuklirnya.

Netanyahu juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Dia mengatakan Israel akan merespons “sangat, sangat kuat” jika Teheran melancarkan serangan lagi, baik secara langsung atau melalui kelompok proksi yang didukungnya.

Selain membahas Iran, Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap strategi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menghubungkan kerja sama nuklir sipil Arab Saudi dengan kemungkinan Riyadh bergabung dengan Abraham Accords.

Ia mengaku menyambut baik jika Arab Saudi mengikuti jejak sejumlah negara Arab lainnya yang sudah menormalisasi hubungan dengan Israel.

Netanyahu juga membantah anggapan bahwa Israel semakin terisolasi di kancah internasional.

Menurutnya, banyak negara di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Timur Tengah yang masih tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Israel, khususnya di bidang teknologi dan pertahanan.

Pekan depan, Netanyahu dijadwalkan berangkat ke Washington untuk menghadiri pemakaman mendiang Senator AS Lindsey Graham.

Dalam kunjungan tersebut, ia juga diperkirakan akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Donald Trump, termasuk mengenai perkembangan konflik dan isu nuklir Iran.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Syekh dan Ketua Kelompok Menerima Penghargaan di Pertunjukan Budaya Duel Besar Rapai Pase ke-50
Suku Sempan: Masyarakat Bumi Amungsa yang Terlupakan
Pembuat chip memori Tiongkok, CXMT, meroket 470% dalam debut blockbuster di Shanghai
Tiba-tiba Mundur, Ini Kasus Korupsi CSR BI-OJK yang Disebut Perry Warjiyo
Rekan Bintang The Anything But Love Jamie Lee Curtis Menghargai Karena Membantu Dia Tetap Sadar
Rekap & Ulasan House of the Dragon Musim 3 Episode 5
Bentrokan maut di Tambak Matraman, satu orang tewas, sepeda motor dan rumah semi permanen terbakar
Diduga Amunisi Mulai Menipis, AS Hentikan Serangan ke Iran

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:10 WIB

Syekh dan Ketua Kelompok Menerima Penghargaan di Pertunjukan Budaya Duel Besar Rapai Pase ke-50

Senin, 27 Juli 2026 - 09:57 WIB

Suku Sempan: Masyarakat Bumi Amungsa yang Terlupakan

Senin, 27 Juli 2026 - 09:47 WIB

Pembuat chip memori Tiongkok, CXMT, meroket 470% dalam debut blockbuster di Shanghai

Senin, 27 Juli 2026 - 09:29 WIB

Tiba-tiba Mundur, Ini Kasus Korupsi CSR BI-OJK yang Disebut Perry Warjiyo

Senin, 27 Juli 2026 - 08:55 WIB

Rekan Bintang The Anything But Love Jamie Lee Curtis Menghargai Karena Membantu Dia Tetap Sadar

Berita Terbaru

HEADLINE

Suku Sempan: Masyarakat Bumi Amungsa yang Terlupakan

Senin, 27 Jul 2026 - 09:57 WIB