Ringkasan Berita:
- Ia menegaskan, meski kemampuan nuklir Iran mengalami kemunduran yang signifikan, namun masyarakat internasional tidak boleh lengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Menurut dia, pengawasan ketat harus terus dilakukan agar Teheran tidak kembali membangun program nuklirnya.
RakyatPos.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran belum sepenuhnya menghancurkan program nuklir Teheran.
Dalam wawancara dengan Fox News, Minggu (26/7/2026), Netanyahu menyebut operasi tersebut hanya berhasil melumpuhkan sebagian kemampuan nuklir Iran, meski ia menyebut pihaknya telah memundurkan program tersebut selama beberapa tahun.
“Kami melumpuhkan 20 ilmuwan nuklir utama mereka dalam dua operasi yang kami lakukan dengan Amerika Serikat,” kata Netanyahu.
Baca juga: Jadi Benteng Nuklir Rahasia Iran, Trump: Kami Akan Segera Hancurkan Gunung Beliung
Ia menegaskan, meski kemampuan nuklir Iran mengalami kemunduran yang signifikan, namun masyarakat internasional tidak boleh lengah.
Menurut dia, pengawasan ketat harus terus dilakukan agar Teheran tidak kembali membangun program nuklirnya.
Netanyahu juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Dia mengatakan Israel akan merespons “sangat, sangat kuat” jika Teheran melancarkan serangan lagi, baik secara langsung atau melalui kelompok proksi yang didukungnya.
Selain membahas Iran, Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap strategi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menghubungkan kerja sama nuklir sipil Arab Saudi dengan kemungkinan Riyadh bergabung dengan Abraham Accords.
Ia mengaku menyambut baik jika Arab Saudi mengikuti jejak sejumlah negara Arab lainnya yang sudah menormalisasi hubungan dengan Israel.
Netanyahu juga membantah anggapan bahwa Israel semakin terisolasi di kancah internasional.
Menurutnya, banyak negara di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Timur Tengah yang masih tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Israel, khususnya di bidang teknologi dan pertahanan.
Pekan depan, Netanyahu dijadwalkan berangkat ke Washington untuk menghadiri pemakaman mendiang Senator AS Lindsey Graham.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga diperkirakan akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Donald Trump, termasuk mengenai perkembangan konflik dan isu nuklir Iran.

















