Ringkasan Berita:
- PWNU Aceh belum menentukan dukungannya terhadap calon Ketua Umum PBNU pada Kongres NU ke-35 di Jombang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Ketua PWNU Aceh Abu Sibreh mengatakan pihaknya masih memantau dinamika pusat dan mendengarkan visi sejumlah calon.
- Ia menegaskan, PWNU Aceh sangat berhati-hati agar tidak salah pilih, selama mekanisme pemilihan masih diputuskan oleh muktamirin.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Aceh Besar
RakyatPos.id, JANTHO – Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh belum menentukan sikap terkait calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (caketum PBNU) yang akan berlaga dalam Kongres NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur.
Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau akrab disapa Abu Sibreh – mengatakan, pihaknya masih memantau dinamika yang berkembang di tingkat pusat sebelum menentukan arah dukungan.
Menurutnya, seluruh calon ketua umum mempunyai kesempatan yang sama, sehingga PWNU Aceh memilih tidak terburu-buru dalam menentukan pilihan.
“Sampai hari ini PWNU Aceh belum menentukan sikap,” ujarnya.
“Kenapa? Karena dinamika di pusat masih sangat beragam. Jadi kita mau menunggu beberapa hari lagi,” kata Abu Sibreh.
Hal itu disampaikan Abu Sibreh dalam wawancara khusus dengan Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur, di Warkop Smea Premium Bineh Blang, Lambaro, Aceh Besar, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Begini Sikap PCNU Aceh Selatan Jelang Muktamar NU ke-35 di Jombang, Fokus Finalisasi Persiapan
Abu Sibreh mengaku sejumlah calon Ketua Umum PBNU datang ke Aceh untuk menyampaikan visi dan gagasannya.
Mereka antara lain KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), dan Menteri Agama (Menag) saat ini, Prof Nasaruddin Umar.
Ia mengatakan, kedatangan calon-calon tersebut merupakan bagian dari dinamika menjelang kongres.
PWNU Aceh sudah mendengar pemaparan dan visi misi para calon, namun belum memutuskan siapa yang akan mereka dukung.
“Jadi kami di Aceh menganut sistem siapa pun calonnya, kami terima, kami layani, 'Peumulia jamee adalah tradisi geutanyoe' (memuliakan tamu adat kita),” ujarnya.
Abu Sibreh mengungkapkan, meski PWNU Aceh belum menentukan sikap, namun sebagian kecil PCNU di Aceh sudah menentukan pilihannya karena ikatan emosional dengan calon tertentu.
Namun mayoritas PCNU Aceh tetap memilih berangkat bersama PWNU Aceh menghadiri kongres tanpa mengambil sikap.
Baca juga: Jelang Muktamar NU ke-35, PWNU Aceh mengaku tak terlalu fokus pada pemilihan Ketua Umum




















