Manokwari, RakyatPos.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat, sejak beberapa hari terakhir. Kabupaten yang saat ini mengalami karhutla adalah Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, dan Fakfak.
Di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, kebakaran membakar kawasan hutan dan lahan sejak Jumat malam (21/8/2026) hingga Sabtu (22/8/2026). Situasi ini terpantau melalui drone pemantau milik perusahaan gas, BP Berau Ltd.
Kapolsek Teluk Bintuni AKBP Maruli Rahmat Azwar mengatakan, pihaknya mengerahkan 40 personel polisi dan Brimob yang bertugas di sana untuk melakukan upaya pemadaman, bersama petugas keamanan dari perusahaan gas BP Berau Ltd.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas polisi dibantu tim keamanan perusahaan berusaha memadamkan (api) awal sejak laporan diterima, kata Maruli, Sabtu malam.
Menurut dia, kendala yang dihadapi dalam upaya mobilitas tim pemadam berupa medan yang sulit diakses kendaraan pemadam kebakaran, serta jarak titik api yang jauh dari sumber air terdekat, sehingga proses pemadaman tidak berjalan maksimal.
Ia mengatakan, tim menyebar dengan long boat dari pos long boat menuju kecamatan tempat terjadinya kebakaran.
Tim menggunakan satu armada alat pemadam kebakaran dan dua unit kendaraan tangki air milik perusahaan gas Tangguh LNG, ujarnya.
Ia mengatakan, proses pemadaman dan pendinginan di Tanah Merah terus dilakukan secara intensif.
Kolaborasi personel Polri dan tim pengamanan BP Berau Ltd terus disiagakan di lokasi untuk menyisir sisa bara api dan memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif.
Selain Teluk Bintuni, kebakaran di wilayah Papua Barat masih terjadi di kawasan Gunung Botak, Distrik Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan. Di Kabupaten Fakfak, kebakaran membakar kawasan hutan Distrik Bombay.
Api di Gunung Botak terus berkobar pada Sabtu malam. Padahal, jangkauan api sekitar 1 kilometer. Meski sempat ada upaya pemadaman api pertama, namun api kembali membesar pada Sabtu malam.



















