Pertarungan King Makers dan Super-Connectors di Balik Layar Pilpres 2029

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Konsolidasi politik dan pemetaan kekuatan politik nasional mulai menunjukkan persaingan yang ketat meski Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih beberapa tahun lagi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Medan pertarungan politik tidak hanya menjadi panggung bagi para kandidat pemilu, namun juga merupakan panggung penentu bagi para raja, elit partai, dan peretas sumber daya di balik layar.

Berdasarkan analisis politik saat ini, bobot utama masih tertuju pada Prabowo Subianto sebagai petahana.

Namun, yang tidak bisa diabaikan adalah bahwa konstelasi politik dapat berubah secara dinamis seiring dengan perebutan peran para penentu kebijakan, membentuk aliansi, dan menentukan arah koalisi.

Pengontrol Tiket dan Arah Sumbu

Peran king maker dalam pesta demokrasi lima tahunan seperti pemilihan presiden hampir selalu ada. Misalnya pada Pilpres 2024, sejumlah tokoh mulai dari ketua parpol hingga mantan presiden dan wakil presiden disebut-sebut berperan besar dalam mengusung calon.

Melihat perkembangan politik saat ini, king maker 2029 diperkirakan tidak jauh berbeda dengan pemilu presiden 2024. Di antaranya Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla, Surya Paloh, dan Joko Widodo (Jokowi).

Peta king maker 2029 dapat dibagi dalam beberapa kategori utama, mulai dari pimpinan partai politik, tokoh senior (negarawan senior), hingga super-konektor di bidang bisnis dan keamanan.

Megawati yakin dirinya akan memegang kendali penuh atas kubu PDIP, apakah akan membangun porosnya sendiri atau bergabung dalam koalisi.

Dari jaringan mantan presiden, ada SBY dan Jokowi yang bisa memegang legitimasi dan mendukung pengaruh. Belakangan, Jokowi blak-blakan terus meraih pengaruh melalui kekuatan relawan dan posisi Gibran Rakabuming Raka di Istana, sedangkan SBY mengamankan posisi Demokrat dan mampu memberikan legitimasi bagi putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Berikutnya ada broker elit dan senior. Di sini, Surya Paloh selain sebagai Ketua Nasdem juga merupakan pemilik media yang memiliki posisi tawar tinggi. Kombinasi kekuatan mesin partai dan jaringan media bisa menentukan terbentuknya poros sentral atau pengalihan oposisi.

Sementara ada nama politikus lama seperti Jusuf Kalla (JK). JK dapat berperan sebagai broker senior yang menyeimbangkan elit bisnis dan legitimasi politik di kawasan Indonesia Timur.

Yang tidak bisa diabaikan juga adalah raja pembuat di balik layar, seperti Luhut Binsar Panjaitan. Hal ini dapat menjadi penghubung super yang menghubungkan para pebisnis, investor, dan elit keamanan.

Selain manuver para king maker tersebut, dinamika 6 hingga 18 bulan ke depan akan sangat ditentukan oleh kepastian revisi UU Pemilu, aturan mengenai syarat pencalonan calon presiden, kinerja perekonomian, serta manuver penetapan calon wakil presiden dari masing-masing poros koalisi.

Publik kini tinggal menunggu seberapa cerdik para kingmakers dalam bermanuver dalam menyusun strategi, menyusun koalisi, hingga akhirnya menghadirkan pasangan calon terbaik yang resmi bersaing di panggung Pilpres 2029, serta berapa pasangan calon yang berhasil lolos ke surat suara.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

MPU Aceh Sebut Pemerintah Segera Umumkan Status Kepemilikan Lapangan Blang Padang
Simpanan senjata ditemukan di hutan Jerman yang diyakini terkait dengan Rusia, kata laporan | Jerman
Markas Besar Kepolisian Capitol Amerika Serikat dievakuasi sementara karena kendaraan mencurigakan
Chaos Audit 15 Agustus Baiturrahman: Ada masalah yang lebih besar di baliknya
Melindungi Hutan, Melindungi Rumah Burung
5 Reksadana Pasar Uang Terbaik di Makmur Berdasarkan Kinerja 1 Tahun Terakhir
'One in a Millon': Kurt Busch Mengenang Pertemuan Dengan Dokter Saudara Kyle Setelah Kematian Tragis
Ada yang mempertanyakan apakah Rektor Unsoed di OTT KPK karena tolak MBG dan KDMP?

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:29 WIB

MPU Aceh Sebut Pemerintah Segera Umumkan Status Kepemilikan Lapangan Blang Padang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Simpanan senjata ditemukan di hutan Jerman yang diyakini terkait dengan Rusia, kata laporan | Jerman

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Pertarungan King Makers dan Super-Connectors di Balik Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Markas Besar Kepolisian Capitol Amerika Serikat dievakuasi sementara karena kendaraan mencurigakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Chaos Audit 15 Agustus Baiturrahman: Ada masalah yang lebih besar di baliknya

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE