Jayapura, RakyatPos.id – Gubernur Provinsi Dataran Tinggi Barat di Papua Nugini (PNG) menyatakan provinsinya belum siap menghadapi dampak parah fenomena cuaca El Niño yang dialami seluruh tanah air.
Saat terjadi El Niño, air laut yang lebih hangat mempengaruhi curah hujan dan pola angin, seringkali membawa kondisi lebih kering dari biasanya dan risiko kekeringan lebih tinggi di Pasifik bagian barat, seperti dikutip RakyatPos.id dari laman RNZ Pacific, Kamis (20/8/2026).
Gubernur Dataran Tinggi Barat, Wai Rapa, memperingatkan bahwa pemerintah PNG tidak memiliki dana atau sumber daya untuk menangani situasi ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapa mengatakan kepada Post-Courier bahwa belum ada komunikasi dari pemerintah pusat.
Ia mengatakan, musim kemarau saat ini “dalam skala yang berbeda” dibandingkan musim kemarau sebelumnya.
Rapa mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa sungai yang menyediakan air untuk ibu kota provinsi juga telah mengering.
“Kami tidak memiliki sumber daya untuk menghadapi musim kemarau,” kata Rapa seperti dikutip Post-Courier.
“Kami masyarakat dataran tinggi memelihara hewan khususnya babi, dan musim kemarau ini akan sangat berdampak pada hewan-hewan kami. Memasuki musim kemarau semakin dalam, banyak tantangan yang akan kita hadapi,” ujarnya.
Kekhawatiran yang disampaikan Rapa muncul meski pemerintah pusat mengatakan persiapan menghadapi musim kemarau sedang dilakukan.
Pada akhir bulan Juni, Perdana Menteri PNG James Marape menginstruksikan semua provinsi dan kabupaten untuk bersiap menghadapi kemungkinan musim kemarau parah yang terkait dengan El Niño.
Sebuah pernyataan dari kantor Marape pada tanggal 22 Juni mengatakan: “Perdana Menteri mengatakan Kabinet sedang meneliti pengaturan Keuangan dan Administratif yang tepat untuk mendukung Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam mempersiapkan, memitigasi dan menanggapi situasi bencana yang timbul dari kondisi kekeringan yang berkepanjangan.”
Marape juga mendesak warga Papua Nugini untuk tetap tenang, dengan mengatakan: “Inilah waktunya untuk bersiap, bukan panik.”



















