RakyatPos.id – Ketua Dewan Syuro Partai Ummat Amien Rais kembali memberikan nasehatnya kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti susunan kabinet dan sejumlah pejabat strategis yang menurutnya perlu segera dievaluasi untuk memastikan pemerintahan berjalan sesuai agenda Presiden.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Amien mengatakan, presiden harus mewaspadai keberadaan sejumlah menteri yang terkait dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, sejumlah menteri berpotensi tidak mendukung penuh Prabowo.
“Ngomong-ngomong, kapan separuh kabinet menteri yang mencoba melakukan perombakan akan dirombak?” kata Amien, dikutip Rabu (19/8/2026).
Ia menggunakan istilah “memotong kelompok” untuk menggambarkan pihak-pihak yang menurutnya berada di dalam pemerintahan, namun sebenarnya berpotensi menghambat atau melemahkan Presiden secara internal.
Ia kemudian melontarkan tudingan lebih lanjut terhadap menteri-menteri yang disebutnya ditempatkan oleh Jokowi.
“Semua menteri yang dilantik Jokowi diam saja terhadap Anda, potong saja,” ujarnya.
Amien tak berhenti pada persoalan kabinet. Kritiknya pun ia kaitkan dengan kelompok politik yang disebutnya berasal dari Solo. Menurut Amien, kelompok tersebut dinilai memiliki agenda politik yang bertentangan dengan kelangsungan pemerintahan Prabowo.
Jadi Solo punya sasaran politik tunggal, yakni menghancurkan dan menggagalkan pemerintahan Prabowo, imbuhnya.
Ia menilai presiden perlu lebih waspada terhadap kemungkinan adanya kepentingan politik yang berasal dari dalam pemerintahan. Oleh karena itu, dia mendorong Presiden untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah pejabat strategis negara.
Ia secara spesifik menyebut pimpinan TNI dan Polri sebagai salah satu jajaran yang menurutnya perlu dipertimbangkan penggantinya.
Jadi, sebelum terlambat, copot Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit. Ganti juga Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Agus Subiyanto dan lain-lain, tegas Amien.
Menurut Amien, perubahan ini diperlukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerintahan Prabowo. Ia memandang Presiden membutuhkan staf yang benar-benar sejalan dengan agenda politik dan pemerintahan yang sedang dijalankan.
Bagi Amien, Prabowo perlu memastikan seluruh elemen pemerintahan berada pada jalur kebijakan yang sama. Ia khawatir kehadiran pejabat yang dianggap berbeda kepentingan justru bisa menghambat jalannya pemerintahan.
Menurut Prabowo, tidak perlu menunggu situasi memburuk sebelum mengambil keputusan. Evaluasi, menurut dia, perlu dilakukan terhadap kabinet dan pejabat strategis agar pemerintah bisa bergerak lebih solid.
















