Jayapura, RakyatPos.id – Salju turun di tiga distrik di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Pegunungan Papua. Kejadian ini membuat pemukiman warga tampak berwarna putih. Hal ini terjadi pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 01.16 WP, di Kecamatan Kuyawage, Goa Balim (Gawaloem), dan Wano Barat.
Peristiwa ini menarik perhatian setelah sejumlah video yang memperlihatkan kondisi wilayah terdampak beredar luas di media sosial.
RakyatPos.id mengutip dari akun X@ArnoldBelau, mantan Redaksi Suara Papua.com dengan durasi sekitar 1 menit 49 detik mengenai salju di Kabupaten Lanny Jaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya, mantan jurnalis yang kini menjadi ASN di Pemkab Intan Jaya itu menulis, “Salju turun di tiga distrik di Lanny Jaya, distrik Go, Balum Kuyawage, dan Wano Barat,” sambil mengatakan, “Ini bukan di Eropa, tapi di pegunungan Papua.”
Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian publik karena penampakan tanah dan bangunan dalam video tersebut terlihat seperti berada di luar negeri.
Dalam postingan lainnya, mantan jurnalis RakyatPos.id itu mengatakan, hujan salju juga terjadi di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Pegunungan Papua, sehingga berdampak pada kehidupan masyarakat setempat.
“Di Kwiyawage kemarin turun salju. Di sini masyarakat sering mengalami gagal panen saat suhu turun dan turun salju,” kata Belau di akun X miliknya.
Ia mengatakan, akibat suhu rendah atau turunnya salju, ternak dan tanaman bisa rusak dan petani di sana gagal panen.
Pola cuaca ekstrem terus melanda kawasan Pasifik, dengan beberapa wilayah tertinggi di Papua Nugini (PNG) mengalami hujan salju pada minggu ini.
Laporan dari Papua Barat menyebutkan sebagian dataran tinggi telah tertutup salju dan es dalam beberapa hari terakhir, seperti dilansir RakyatPos.id di laman RNZ Pacific, Kamis (20/8/2026).
Ini mencakup sebagian wilayah Kabupaten Lanny Jaya – Go, Balum Kuyawage dan Wano Barat. Dalam kasus Kuyawage, hujan salju mengikuti pola kekeringan dan embun beku selama beberapa minggu terakhir.
Salju bukanlah hal yang aneh di pegunungan Jayawijaya, Papua Barat, dimana satu-satunya gletser di dunia terletak di wilayah tropis.
Gletser Papua merupakan satu-satunya pemandangan tropis di Indonesia dan Asia yang terletak di kawasan Puncak Jaya (Piramida Carstensz), Pegunungan Jayawijaya, Provinsi Pegunungan Papua.
Kawasan Salju Abada terletak di ketinggian sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini terkenal dengan fenomena “salju abadi”, namun kini terancam punah akibat perubahan iklim global.
Namun hujan salju kini jarang terjadi di wilayah lain dan biasanya menyebabkan kegagalan panen dan kerawanan pangan bagi masyarakat setempat.
Pada saat yang sama, wilayah lain di Papua Nugini, termasuk Papua Nugini, mengalami kekeringan parah akibat fase cuaca El Niño.
Di Provinsi Tengah PNG, para petani di Desa Vanapa menghadapi kekeringan terburuk dengan sumur dan lubang udara buatan mengering sepenuhnya.
Di perbatasan Provinsi Papua Selatan Indonesia dan Sungai Terbang Utara di Provinsi Barat, PNG, sekitar 1.000 warga di Desa Sisimakam kekurangan air minum dan tanaman pangan rusak.
Di wilayah Dataran Tinggi (Dataran Tinggi) PNG dan Papua Barat, suhu malam hari turun di bawah 0 derajat Celcius karena langit tidak berawan sehingga menimbulkan embun beku (fros)
Di Papua Selatan, di wilayah pulau raksasa Indonesia, maraknya pembukaan hutan dataran rendah dan lahan basah untuk proyek pertanian telah menciptakan titik api yang berbahaya, yang diperburuk oleh El Niño.
Platform pemantauan kebakaran satelit baru, Firewatch, telah mendeteksi lebih dari 96.000 kebakaran di seluruh Indonesia pada akhir bulan lalu.
Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 103.000 hektar lahan terbakar di seluruh negeri selama paruh pertama tahun 2026.
Ketika El Niño semakin kuat, para peramal cuaca memperingatkan bahwa risiko kebakaran dapat semakin meningkat.
Pos Salju Turun di Papua Barat: Kekeringan Hebat Melanda Wilayah PNG pertama kali muncul di RakyatPos.id Papua.



















