Ringkasan Berita:
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Dr Sayuti Abubakar SH MH dan Drh Nurdiansyah Alasta MKes resmi diajukan sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh periode 2026-2031. Keputusan itu keluar pada Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh di Ballroom Hotel Muraya, Banda Aceh, Rabu (19/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nantinya nama Sayuti dan Nurdiansyah akan diserahkan kepada Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk menentukan satu nama sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026-2031.
Diketahui, Sayuti Abubakar sendiri saat ini menjabat sebagai Wali Kota Lhoksemawe, sedangkan Nurdiansyah Alasta merupakan anggota DPRA.
Sayuti Abubakar sendiri membawa dukungan dari 14 DPC Demokrat yakni Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Sabang, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Subulussalam, dan Aceh Singkil.
Selain dukungan 14 DPC, satu suara dari unsur DPD Partai Demokrat Aceh juga sudah diverifikasi dan diberi kode. Dengan demikian, total ada 15 suara yang memiliki dasar administratif pada tahap pencalonan Ketua Partai Demokrat Aceh di Musda VI.
Sementara Nurdiansyah Alasta membawa dukungan dari 9 DPC Demokrat kabupaten/kota. Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Dr Ir H Herman Khaeron menegaskan, Konferensi Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh bukan sekadar wadah pemilihan Ketua DPD Demokrat Aceh.
Menurutnya, Musda VI harus menjadi momentum konsolidasi dan penguatan soliditas kader dalam rangka persiapan pemilu 2029.
“Musda ini bukan tujuannya untuk memilih Ketua DPD Aceh. Padahal tujuannya adalah bagaimana kita mengulang kesuksesan di tahun 2029,” kata Herman Khaeron.
Baca juga: Sayuti Abubakar Daftar Calon Ketua DPD Demokrat Aceh, Bawa Dukungan 21 DPC
Ia mengatakan, Demokrat punya catatan sejarah yang kuat di Aceh. Pada pemilu sebelumnya, Demokrat menjadi pemenang dengan meraih tujuh dari total 13 kursi DPR RI dari Aceh.
“Dari 13 kursi DPR RI, kami meraih tujuh kursi. Ini belum pernah terjadi dalam sejarah pasca reformasi di partai sekuat itu,” ujarnya.
Oleh karena itu, Herman berharap momentum Musda VI dapat dimanfaatkan untuk membangun kembali kekuatan politik Demokrat di Aceh.
Diakuinya, meraih tujuh kursi DPR RI bukan perkara mudah. Meski demikian, Herman menilai target tersebut bukan mustahil jika seluruh kader bekerja keras.
“Untuk meraih tujuh kursi mungkin sulit. Tapi setidaknya di seluruh dapil yang ada kita bisa mendapatkan kursi. Dan itu bukan sesuatu yang mustahil,” ujarnya.



















