Ringkasan Berita:
- Fakultas Pertanian dan Peternakan UNIKI memberikan pelatihan teknologi pakan pelet dan gertakan nafsu kepada peternak Desa Padang Sakti pasca mewabahnya PMK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Program yang didanai hibah Diktisaintek ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi pakan, dan keberhasilan reproduksi ternak.
- Kegiatan dilakukan melalui edukasi, demonstrasi, praktik dan pendampingan, sehingga teknologi dapat diterapkan secara mandiri dan mendukung usaha peternakan berkelanjutan.
RakyatPos.id, BIREUEN – Fakultas Pertanian dan Peternakan (FAPERTA) Universitas Islam Nasional Indonesia (UNIKI) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Padang Sakti, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan ini mengusung program “Penerapan Teknologi Pakan Pelet dan Bullying untuk Meningkatkan Produksi dan Reproduksi Ternak Pasca Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (FMD)”.
Acara yang diketuai oleh Drh. Ahmad Syakir, M.Sc., hal ini merupakan bagian dari kontribusi universitas dalam membantu para peternak meningkatkan produktivitas dan reproduksi ternak pasca terdampak wabah PMK.
Kegiatan ini didanai melalui hibah Diktisaintek yang diarahkan untuk mendukung penerapan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa Uniki Faperta Belajar Lapangan di Batee Raya, Data Produksi Jagung
Dalam pelaksanaannya, peternak Desa Padang Sakti dilibatkan sebagai mitra.
Tim pengabdi memberikan pendidikan, pelatihan, demonstrasi dan pendampingan mengenai penggunaan teknologi pakan pelet dan penerapan gertak birahi.
Ketua tim pengabdian, drh. Ahmad Syakir, M.Sc., mengatakan kondisi pasca wabah PMK menjadi tantangan tersendiri bagi para peternak.
Selain menjaga kesehatan ternak, diperlukan strategi untuk memulihkan kinerja produksi dan meningkatkan keberhasilan reproduksi.
“Pemulihan usaha peternakan pasca PMK memerlukan pendekatan terpadu.
“Makanan merupakan salah satu faktor utama penentu produktivitas ternak, sedangkan manajemen reproduksi yang baik sangat penting untuk mempercepat pertambahan populasi dan keberlangsungan usaha peternak,” kata Ahmad Syakir.
Pengolahan bahan pakan
Melalui pelatihan teknologi pakan pelet, para peternak diperkenalkan dengan teknik pengolahan bahan pakan menjadi pelet yang lebih praktis dan mudah diberikan kepada hewan ternak.
Penggunaan pakan yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan nutrisi dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan sekaligus mendukung pemulihan kondisi tubuh ternak.
Sedangkan penerapan gertak birahi bertujuan untuk membantu peternak dalam melakukan manajemen reproduksi yang lebih terencana.
Peternak diberikan pemahaman mengenai deteksi birahi, waktu kawin, dan pentingnya pencatatan reproduksi.




















