Ringkasan Berita:
- Beberapa hari sebelum rencana pertemuan Fatah-Hamas, Ketua Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya memimpin delegasi ke Kairo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Di ibu kota Mesir, delegasi Hamas bertemu dengan pejabat Mesir dan perwakilan sejumlah faksi Palestina untuk membahas perkembangan terkini terkait perjuangan Palestina.
RakyatPos.id – Fatah dan Hamas bersiap untuk duduk di meja yang sama lagi. Dua faksi utama Palestina dijadwalkan bertemu di Kairo, Mesir, pekan depan untuk melanjutkan dialog nasional dan membahas masa depan perjuangan Palestina di tengah tekanan politik dan perang di Gaza.
Sumber-sumber Palestina yang mengetahui perkembangan tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Jumat bahwa delegasi Fatah dan Hamas sedang mempersiapkan pertemuan yang diperkirakan akan berlangsung pada hari Senin. Pertemuan tersebut merupakan upaya terkini untuk menghidupkan kembali dialog yang selama berbulan-bulan hanya diwarnai komunikasi tanpa berujung pada pertemuan langsung.
Pertemuan itu terjadi pada momen penting. Sistem politik Palestina menghadapi tekanan yang sangat besar, sementara berbagai faksi berusaha menata kembali kehidupan politik menjelang pemilihan legislatif yang dijadwalkan pada bulan November.
Baca juga: AS: Gaza tidak akan dibangun kembali sampai Hamas menyerahkan senjatanya
Beberapa hari sebelum rencana pertemuan Fatah-Hamas, Ketua Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya memimpin delegasi ke Kairo. Di ibu kota Mesir, delegasi Hamas bertemu dengan pejabat Mesir dan perwakilan sejumlah faksi Palestina untuk membahas perkembangan terkini terkait perjuangan Palestina.
Sumber mengatakan pembicaraan internal Palestina menjadi semakin penting karena perang di Gaza telah menciptakan tantangan besar bagi masa depan politik Palestina.
Pemilu Palestina Menjadi Poin Penting
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada 9 Juli mengeluarkan dekrit yang menetapkan 28 November sebagai tanggal pemilihan legislatif di Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.
Jika diselenggarakan, pemilu tersebut akan menjadi pemilu legislatif Palestina pertama sejak tahun 2006.
Komisi Pemilihan Umum Pusat Palestina telah memulai proses pendaftaran pemilih dan pemutakhiran data sejak 15 Agustus. Hamas mengatakan pihaknya akan berpartisipasi dalam pemilu sebagai bagian dari koalisi nasional yang luas.
Bagi Fatah dan Hamas, pemilu bukan sekedar agenda politik. Ini juga akan menjadi ujian bagi kemampuan kedua faksi untuk mengakhiri perpecahan panjang yang telah memecah belah politik Palestina selama hampir dua dekade.
Sejak tahun 2007, Fatah dan Hamas terlibat perpecahan politik yang belum terselesaikan meski berbagai upaya rekonsiliasi telah dilakukan dengan mediasi negara-negara Arab dan pihak internasional.
Upaya Berulang Kali untuk Bertemu Gagal
Sumber Palestina menyebutkan Hamas sebelumnya mengundang Fatah menghadiri dua pertemuan sejak Israel melancarkan perang di Gaza pada Oktober 2023.
Tujuannya adalah untuk membahas jalan keluar politik dan nasional dari krisis yang sedang berlangsung.
Namun kedua undangan tersebut tidak membuahkan hasil pertemuan. Sumber tersebut tidak menjelaskan alasan kegagalan tersebut.
Kontak antara pimpinan kedua kelompok kemudian berlanjut. Bahkan, kedua pihak membahas kemungkinan diadakannya dialog terbuka tanpa batasan agenda. Namun, pertemuan yang direncanakan kembali tidak terlaksana.




















