Fatah dan Hamas Bersiap Bertemu di Kairo, Dialog Palestina Dihidupkan Kembali

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Beberapa hari sebelum rencana pertemuan Fatah-Hamas, Ketua Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya memimpin delegasi ke Kairo.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Di ibu kota Mesir, delegasi Hamas bertemu dengan pejabat Mesir dan perwakilan sejumlah faksi Palestina untuk membahas perkembangan terkini terkait perjuangan Palestina.

RakyatPos.id – Fatah dan Hamas bersiap untuk duduk di meja yang sama lagi. Dua faksi utama Palestina dijadwalkan bertemu di Kairo, Mesir, pekan depan untuk melanjutkan dialog nasional dan membahas masa depan perjuangan Palestina di tengah tekanan politik dan perang di Gaza.

Sumber-sumber Palestina yang mengetahui perkembangan tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Jumat bahwa delegasi Fatah dan Hamas sedang mempersiapkan pertemuan yang diperkirakan akan berlangsung pada hari Senin. Pertemuan tersebut merupakan upaya terkini untuk menghidupkan kembali dialog yang selama berbulan-bulan hanya diwarnai komunikasi tanpa berujung pada pertemuan langsung.

Pertemuan itu terjadi pada momen penting. Sistem politik Palestina menghadapi tekanan yang sangat besar, sementara berbagai faksi berusaha menata kembali kehidupan politik menjelang pemilihan legislatif yang dijadwalkan pada bulan November.

Baca juga: AS: Gaza tidak akan dibangun kembali sampai Hamas menyerahkan senjatanya

Beberapa hari sebelum rencana pertemuan Fatah-Hamas, Ketua Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya memimpin delegasi ke Kairo. Di ibu kota Mesir, delegasi Hamas bertemu dengan pejabat Mesir dan perwakilan sejumlah faksi Palestina untuk membahas perkembangan terkini terkait perjuangan Palestina.

Sumber mengatakan pembicaraan internal Palestina menjadi semakin penting karena perang di Gaza telah menciptakan tantangan besar bagi masa depan politik Palestina.

Pemilu Palestina Menjadi Poin Penting

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada 9 Juli mengeluarkan dekrit yang menetapkan 28 November sebagai tanggal pemilihan legislatif di Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.

Jika diselenggarakan, pemilu tersebut akan menjadi pemilu legislatif Palestina pertama sejak tahun 2006.

Komisi Pemilihan Umum Pusat Palestina telah memulai proses pendaftaran pemilih dan pemutakhiran data sejak 15 Agustus. Hamas mengatakan pihaknya akan berpartisipasi dalam pemilu sebagai bagian dari koalisi nasional yang luas.

Bagi Fatah dan Hamas, pemilu bukan sekedar agenda politik. Ini juga akan menjadi ujian bagi kemampuan kedua faksi untuk mengakhiri perpecahan panjang yang telah memecah belah politik Palestina selama hampir dua dekade.

Sejak tahun 2007, Fatah dan Hamas terlibat perpecahan politik yang belum terselesaikan meski berbagai upaya rekonsiliasi telah dilakukan dengan mediasi negara-negara Arab dan pihak internasional.

Upaya Berulang Kali untuk Bertemu Gagal

Sumber Palestina menyebutkan Hamas sebelumnya mengundang Fatah menghadiri dua pertemuan sejak Israel melancarkan perang di Gaza pada Oktober 2023.

Tujuannya adalah untuk membahas jalan keluar politik dan nasional dari krisis yang sedang berlangsung.

Namun kedua undangan tersebut tidak membuahkan hasil pertemuan. Sumber tersebut tidak menjelaskan alasan kegagalan tersebut.

Kontak antara pimpinan kedua kelompok kemudian berlanjut. Bahkan, kedua pihak membahas kemungkinan diadakannya dialog terbuka tanpa batasan agenda. Namun, pertemuan yang direncanakan kembali tidak terlaksana.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

DPR Soroti Hilirisasi Prabowo, Ateng Sutisna: Jangan Hanya Kejar Investasi
5 pemain yang harus diperhatikan: Rams vs Saints, Pramusim Minggu 2 2026
Pengamatan penting dari latihan bersama Saints-Rams
Takedown, Panggil Teddy, Lalu Ditangkap: Kesaksian Lodewyk Buka Pertanyaan Baru di Kasus MBG
FIFA menghukum Argentina usai keributan Final Piala Dunia, Paredes dilarang bermain 10 pertandingan & denda Rp 1,4 miliar
Terungkap! Anak buah Rektor Unsoed ternyata bisa menerima mahasiswa baru setelah mendapat Rp 1,12 miliar
7.500 Mahasiswa Baru USK Ikuti Pemetaan Kompetensi Bahasa Inggris Berbasis E-Learning
OL's 11 sepenuhnya ditinjau kembali melawan Toulouse untuk hari pertama Ligue 1

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 03:26 WIB

DPR Soroti Hilirisasi Prabowo, Ateng Sutisna: Jangan Hanya Kejar Investasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 03:13 WIB

5 pemain yang harus diperhatikan: Rams vs Saints, Pramusim Minggu 2 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:54 WIB

Fatah dan Hamas Bersiap Bertemu di Kairo, Dialog Palestina Dihidupkan Kembali

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:40 WIB

Pengamatan penting dari latihan bersama Saints-Rams

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:39 WIB

Takedown, Panggil Teddy, Lalu Ditangkap: Kesaksian Lodewyk Buka Pertanyaan Baru di Kasus MBG

Berita Terbaru

HEADLINE

Pengamatan penting dari latihan bersama Saints-Rams

Minggu, 23 Agu 2026 - 02:40 WIB

Al Jazeera - LIVE