Ringkasan Berita:
- Kinerja pembiayaan BSI pada Mei 2026 masih menunjukkan kinerja yang solid. Hingga Mei 2026, pembiayaan mencapai Rp335 triliun tumbuh 14,60 persen year on year, didominasi oleh segmen konsumer dan ritel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Pesatnya pencapaian pembiayaan juga dibarengi dengan konsistensi Perseroan dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan.
- Hal ini merupakan wujud keseriusan BSI dalam menyalurkan pembiayaan yang sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Laporan jurnalis Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
RakyatPos.id, JAKARTA – Kinerja pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) pada Mei 2026 masih menunjukkan kinerja yang solid. Hingga Mei 2026, pembiayaan mencapai Rp335 triliun tumbuh 14,60% year on year, didominasi oleh segmen konsumer dan ritel.
Pesatnya pencapaian pembiayaan juga dibarengi dengan konsistensi Perseroan dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan. Hal ini merupakan wujud keseriusan BSI dalam menyalurkan pembiayaan yang sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI mencapai Rp77,06 triliun dengan kontribusi sekitar 23% terhadap keseluruhan pembiayaan. Beberapa sektor usaha yang mendominasi antara lain UMKM, pengelolaan sumber daya alam hayati dan pemanfaatan lahan berkelanjutan, produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan ramah lingkungan (eco-efisien), energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan dan kegiatan usaha lainnya yang mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia. Pembiayaan ramah lingkungan (green finance) kini telah menjadi instrumen penting untuk mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan.
Baca juga: BSI Siap Salurkan KUR ke Petani Nilam Aceh, Di Bawah Rp 100 Juta Tanpa Agunan
Komitmen ini sejalan dengan strategi BSI yang mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) ke dalam bisnis Perusahaan. Pembiayaan berkelanjutan kini menjadi instrumen penting dalam mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi sektor keuangan syariah terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan dengan memperkuat portofolio pembiayaan berkelanjutan, BSI optimis dapat terus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, lingkungan hidup, dan masyarakat.
“BSI tidak hanya fokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah dan agenda pembangunan hijau Indonesia,” ujarnya.

















