RakyatPos.id – Keputusan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah menuai reaksi keras masyarakat. Dampak instan dari langkah hukum ini langsung terlihat dalam popularitas digitalnya di media sosial. Jumlah pengikut Hotman Paris dikabarkan menurun drastis dalam waktu singkat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomena tersebut pertama kali diungkap oleh akun gosip Instagram @lambe_turah. Akun tersebut membagikan tangkapan layar perbandingan profil media sosial Hotman Paris sebelum dan sesudah ia resmi menandatangani surat kuasa untuk membela Febrie Adriansyah.
Pengikut Turun Drastis dalam Satu Hari
Sebelum resmi menjadi pengacara eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris tercatat memiliki 9,8 juta pengikut.
Profil lamanya juga menunjukkan 7.501 akun yang diikuti dan total 35,3 ribu unggahan. Namun, peta digital berubah total hanya dalam waktu satu hari setelah pengumuman resmi. Pada Minggu (19/7/2026), jumlah pengikut pengacara Batak itu turun menjadi 9,7 juta. Penurunan massal ini disinyalir sebagai bentuk protes netizen yang tidak setuju dengan keputusan hukum terbaru.
Dua anak Hotman Paris pun ikut marah
Menariknya, penolakan tidak hanya datang dari masyarakat umum atau netizen. Dua putra Hotman Paris, yakni Frank Alexander Hutapea dan Fritz Hutapea, terang-terangan mengkritik keputusan ayahnya di media sosial masing-masing.
Fritz Hutapea bahkan kembali mengunggah konten terkait anggota tim kuasa hukum Hotman, Benny Djannah yang diterpa rumor miring terkait dugaan makelar kasus di pengadilan.
“Mmps kamu!! Karma itu nyata!!” tulis Fritz Hutapea dengan nada tegas melalui akun media sosial pribadinya.
Fritz juga mengkritik salah satu asisten pribadi (aspri) ayahnya yang dianggap memberikan pengaruh buruk bagi keluarganya. “Makan adalah karma sekarang,” tambahnya.
Kritik Tajam Frank Alexander: Sebut Hotman 911 Hanya Pemasaran
Kekecewaan serupa juga diungkapkan putra sulung Hotman, Frank Alexander. Frank menilai pembelaan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah membuktikan aksi sosial ayahnya hanya kedok publikasi.
”Orang miskin hanya dijadikan senjata pemasaran. Dia tidak pernah peduli, dia hanya peduli menjadi pusat perhatian (Dia tidak pernah peduli, dia hanya peduli menjadi pusat perhatian),” kritik Frank sambil menyematkan akun Resmi Hotman 911.
Frank bahkan terang-terangan mendesak agar platform bantuan hukum gratis itu segera ditutup karena dianggap sudah kehilangan esensinya. Menurutnya, gerakan tersebut kini hanya sekedar alat pemasaran bagi bisnis hiburan malam mereka.
Hingga laporan ini diturunkan, Hotman Paris belum memberikan keterangan resmi terkait penurunan jumlah pengikut di media sosial maupun perjuangan terbuka kedua putranya.
















