Gadis Kecil Itu Adalah Anak Kita

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.id – Ustadz Abdul Somad atau UAS memposting foto gadis kecil bernama Keysa yang belakangan menjadi perbincangan publik karena menangis saat ayahnya meninggal karena dipukuli massa dan kedapatan mencuri ayam.

Postingan tersebut terlihat di media sosial UAS, pejabat Ustadz Abdul Somad di Facebook dan Instagram, dengan foto gadis kecil itu menangis.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keysa sang gadis cilik menjadi perhatian setelah menangis tersedu-sedu saat jenazah ayahnya dikuburkan, ia meninggal dunia setelah dihajar massa karena ketahuan mencuri ayam.

Postingan UAS ini pun menyedot perhatian di media sosial, puluhan ribu warganet pun turut memberikan komentar di media sosial UAS dan mengkritisi kondisi bangsa saat ini.

Caption dalam postingan UAS tersebut berisi:

Gadis kecil itu adalah anak kami

Keponakan kami

Adik kita

Kita

Mencuri ayam itu tidak benar

Namun membayar ayam dengan nyawanya tidak bisa dibenarkan

Mengapa saudara kita mencuri

Di tengah Negeri Gemah Ripah, Jenawi

Emas, nikel, minyak dan gas melimpah

Negeri yang penuh berkah

Namun masyarakat mengalami kesulitan

Nenek tua mengais beras

Orang tua itu mencuri minyak sawit

Emas batangan dalam tabungan.

Tak hanya dalam postingan, UAS juga menyampaikan klip video melalui media sosial dengan membaca bahasa dalam postingannya.

Sebelumnya, dalam kunjungan Utusan Khusus Presiden Muhammad Mardiono ke kediamannya, setidaknya ada lima poin pesan yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Menurut UAS, saat ini ada lima kebutuhan masyarakat, bila terpenuhi maka semuanya akan tenang dan damai.

Mulai dari infrastruktur jalan, sekolah gratis, lapangan kerja, pengobatan gratis dan tempat ibadah yang nyaman.

“Kemanapun beliau pergi, jalannya bagus, biaya sekolah murah dan gratis, lapangan kerja murah, biaya pengobatan disubsidi tinggi, tempat ibadah sarana dan prasarananya bagus, kalau terpenuhi maka akan damai,” kata UAS.

Tentang Ustadz Abdul Somad atau UAS

Ustadz Abdul Somad Batubara atau yang akrab disapa UAS merupakan ustadz dan mubaligh terpopuler di Indonesia yang berdomisili di Pekanbaru, Riau.

Berikut penjelasan lengkapnya:

Profil Singkat Ustadz Abdul Somad atau UAS:

Nama Lengkap : Abdul Somad Batubara, Lc., DESA, Ph.D.

Lahir: Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977

Asal Domisili/Dasar Dakwah : Pekanbaru, Provinsi Riau

Peminatan : Ilmu Hadits, Fikih, dan Tafsir Al-Qur'an

Profesi: Dosen, mantan dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau (2009–2019), pengurus yayasan pendidikan

Latar belakang pendidikan

Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di Sumatera Utara dan Riau

S1: Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (Lc. Gelar)

Master: Al-Hassania Darul Hadis Institute, Maroko (gelar DESA)

Melanjutkan studi doktoral di Universitas Islam Omdurman, Sudan

Corak dan Ciri Dakwah

Penyampaiannya lugas, tegas, namun diselingi humor ringan sehingga mudah dipahami berbagai kalangan

Selalu mengacu pada dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadits serta pendapat para ulama mazhab, khususnya mazhab Syafi'i.

Sering mengaitkan ajaran agama dengan isu-isu kontemporer, sosial, dan nasional

Merupakan salah satu pionir dakwah digital; Ribuan rekaman ceramahnya tersebar luas di YouTube dan media sosial, sehingga ia mendapat julukan “Ustadz Zaman Modern”.

Peran dan Kiprah

Wali Pondok Pesantren Nurul Azhar Pekanbaru

Mantan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau

Aktif mendirikan yayasan pendidikan di Sumatera Utara dan Riau

Sering mengisi tabligh akbar yang dihadiri puluhan ribu jamaah di berbagai daerah

Menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa dan berpegang teguh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila

Karyanya juga memicu perdebatan:

Pernyataan mengenai simbol agama lain dan boikot terhadap produk tertentu telah memicu kritik dan laporan hukum.

Beberapa negara seperti Singapura, Inggris, dan Jerman menolak izinnya masuk karena dianggap mengajarkan gagasan yang tidak sejalan dengan keberagaman masyarakatnya.

Di sisi lain, para pendukungnya menilai ia vokal dalam menyampaikan kebenaran agama tanpa kompromi.

Tentang Sumber Daya Alam Provinsi Riau

Provinsi Riau yang dikenal dengan Bumi Lancang Kuning merupakan salah satu daerah terkaya sumber daya alam di Indonesia yang mencakup sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, pertanian, serta kelautan dan perikanan.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Pertambangan dan Energi

Petroleum & Natural Gas: Merupakan salah satu produsen minyak dan gas nasional terbesar. Blok Rokan merupakan ladang minyak ikonik yang dikelola oleh Pertamina; Pada masa jayanya, produksi mencapai 1,2 juta barel/hari. Cadangan gas digunakan untuk energi dan industri.

Batubara & Mineral Lainnya: Terdapat cadangan batu bara, emas (di Kuantan Singingi, Indragiri Hulu), bauksit, dan timah.

Potensi Energi Terbarukan: Indikasi arus pasang surut, biomassa, dan panas bumi di beberapa daerah.

2. Perkebunan (Penyumbang Terbesar Perekonomian)

Kelapa Sawit: Luas sekitar 3,87 juta hektar, produksi CPO ±9,4 juta ton/tahun atau hampir 20 persen dari produksi nasional; menjadikan Riau sebagai provinsi dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Menghasilkan bahan baku minyak goreng, kosmetik, biodiesel dan oleokimia.

Kelapa: Sekitar 419 ribu hektar, terutama di Indragiri Hilir—salah satu sentra kelapa terbesar di Indonesia.

Karet: Sebagian besar dikelola oleh petani kecil dan merupakan tulang punggung perekonomian pedesaan.

Sagu: Sekitar 64 ribu hektar (khususnya Kepulauan Meranti), mempunyai potensi pangan dan industri yang besar.

Lainnya: Kopi, pinang, kakao, dan lada.

3. Kehutanan

Hutan hujan tropis kaya akan kayu komersial seperti meranti, akasia, keruing, dan damar.

Mendukung industri pulp dan kertas serta kayu olahan; kini dikelola secara berkelanjutan untuk menjaga fungsi ekologi dan cadangan karbon.

Terdapat kawasan lindung dan ekosistem gambut yang berperan penting dalam keseimbangan lingkungan.

4. Pertanian Tanaman Pangan

Padi, jagung, singkong dan tanaman palawija lainnya tumbuh subur di dataran rendah hingga dataran tinggi seperti Kampar dan Kuantan Singingi.

Tanaman hias dan tanaman obat juga mulai dikembangkan.

5. Bidang Kelautan dan Perikanan

Daerah pesisir dan sungai-sungai besar (Sungai Siak, Kampar, Rokan) kaya akan ikan pelagis, udang, kepiting, kerang dan rumput laut.

Bagansiapiapi dulunya dikenal sebagai salah satu pelabuhan perikanan terbesar di dunia.

Hutan bakau/mangrove yang luas merupakan tempat berkembang biaknya biota laut dan pelindung pantai.

6. Sumber Daya Alam Lainnya

Tanah subur hasil endapan aluvial sungai-sungai besar mendukung pertumbuhan berbagai komoditas.

Potensi air sungai untuk irigasi dan pembangkit listrik mikrohidro.

Peran dan Tantangan

Sumber daya alam tersebut merupakan tulang punggung perekonomian daerah dan penyumbang pendapatan dan ekspor nasional yang besar.

Tantangan utama: konversi lahan, berkurangnya cadangan migas, kerusakan lingkungan, dan perluasan hilirisasi agar nilai tambah produk tetap ada di wilayah tersebut.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Gempa M 7.1 Guncang Kumamoto Jepang, Mall Runtuh dan Banyak Orang Diduga Terjebak
Oman Usulkan Pengelolaan Selat Hormuz Mirip Selat Malaka, Iran Diminta Berbagi Kendali
IMPW Ekspresikan Sikap Terhadap Konflik yang Berulang di Jayawijaya
Tak Seviral Anak Diduga Maling, Kondisi Anak Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur Kurang Normal
Menangkan Jalan Anda: Jonas Brothers di Moncton!
Sedang menikmati Nyabu, pelaku perampokan di Bireuen ditangkap polisi di rumahnya
Sengketa Papua Barat: Asal Usulnya
Bagaimana Saya Mendesain Ulang Kamar Tidur Saya dengan AI — Sebelum Menghabiskan Satu Sen untuk Perabotan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:35 WIB

Gempa M 7.1 Guncang Kumamoto Jepang, Mall Runtuh dan Banyak Orang Diduga Terjebak

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:21 WIB

Oman Usulkan Pengelolaan Selat Hormuz Mirip Selat Malaka, Iran Diminta Berbagi Kendali

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:56 WIB

IMPW Ekspresikan Sikap Terhadap Konflik yang Berulang di Jayawijaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:46 WIB

Tak Seviral Anak Diduga Maling, Kondisi Anak Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur Kurang Normal

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:36 WIB

Menangkan Jalan Anda: Jonas Brothers di Moncton!

Berita Terbaru

HEADLINE

Menangkan Jalan Anda: Jonas Brothers di Moncton!

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:36 WIB