Dianggap Turunkan Martabat Rakyat, Pernyataan Prabowo Soal 'Londo Ireng' Dikritik PBHI dan Dewan Pers

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang melabeli jurnalis, akademisi, ekonom, dan Organisasi Masyarakat Sipil (LSM) yang mengkritik kebijakan pemerintah dengan sebutan “Londo Ireng” memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan yang disampaikan dalam pidato Konferensi Tingkat Tinggi (Harlah) Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Kamis (23/7/2026) dinilai sebagai retorika politik yang berpotensi merugikan iklim demokrasi dan mempersempit ruang sipil.

PBHI: Stigmatisasi Hak Konstitusional dan Bentuk Intimidasi

Persatuan Lembaga Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mengecam keras pelabelan tersebut.

Ketua Dewan Pengurus Nasional PBHI Kahar Muamalsyah menegaskan narasi “Londo Ireng” merupakan bentuk stigmatisasi terhadap warga negara yang sedang menjalankan hak konstitusionalnya untuk melakukan pengawasan publik.

Menurut PBHI, kritik dalam negara demokrasi merupakan mekanisme checks and balances yang sah, bukan suatu bentuk pengkhianatan atau permusuhan terhadap negara.

Pernyataan PBHI (Kahar Muamalsyah): Pelabelan terhadap kelompok masyarakat yang menjalankan fungsi pengawasan publik merupakan bentuk stigmatisasi terhadap pelaksanaan hak konstitusional warga negara.

Narasi seperti ini berpotensi membangun dikotomi seolah-olah kritik identik dengan permusuhan. “Ini merupakan bentuk pembatasan yang mempersempit ruang sipil dan menghambat demokrasi,” kata Kahar.

Ray Rangkuti: Diksi Merendahkan Nilai dan Martabat Masyarakat

Direktur Eksekutif Lingkaran Sipil Indonesia Ray Rangkuti menilai ucapan Presiden Prabowo merupakan bentuk penghinaan terhadap harkat dan martabat bangsa itu sendiri. Ray mencatat, Presiden setidaknya telah melontarkan enam diksi tidak pantas di depan publik.

Catatan Diksi Ray Rangkuti: “Mulai dari 'endasmu', 'bajingan', 'aku lagi mikir', 'kabur aja', 'antek asing', dan terakhir 'Londo Ireng',” jelas Ray.

Ray mengingatkan, jika retorika keras tersebut terus dihasilkan, maka masyarakat akan menganggap ungkapan tersebut sebagai hal yang wajar, yang pada akhirnya dapat merusak etika komunikasi politik antara penguasa dan warga.

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Abdul Manan menilai tudingan pers atau LSM bekerja untuk kepentingan asing adalah tuduhan yang berlebihan dan tidak berdasar.

Manan mengingatkan, kritik yang disampaikan jurnalis merupakan bagian dari amanah Pasal 6 huruf (d) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yakni melaksanakan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran untuk kepentingan umum.

Tanggapan Dewan Pers (Abdul Manan): Pemberian label 'Londo Ireng' kepada mereka yang sering mengkritik, termasuk jurnalis, adalah tindakan yang berlebihan. Hal ini menimbulkan kesan bahwa Presiden alergi terhadap kritik. Pandangan kritis harusnya dijadikan masukan dan bahan koreksi guna meningkatkan kinerja pemerintah, jelas Manan.

Konteks Pernyataan 'Londo Ireng' dalam Pidato Harlah PKB

Sebutan “Londo Ireng” sendiri secara historis merujuk pada masyarakat adat yang membela atau membantu penjajah Belanda pada masa perjuangan kemerdekaan.

Dalam pidatonya di JCC Senayan, Presiden Prabowo menyindir kehadiran pers, pengamat, dan LSM yang dinilainya terus menebar narasi yang memicu pesimisme.

Petikan pidato Presiden Prabowo Subianto: Kita tahu, ada orang Indonesia yang suka mengabdi dan memberi kontribusi kepada bangsa lain. Itu yang biasa kita sebut Londo Ireng.. Cuma dia sekarang pakai baju lain kan. Wartawan, wartawan, pengamat, LSM. Kita harus tanya LSM, gajimu siapa?

Tabel Pemetaan Sorotan dan Respon Terhadap Pernyataan 'Londo Ireng'

Untuk memberikan pemetaan informasi mengenai rincian pokok-pokok pidato dan gelombang tanggapan masyarakat secara rapi, terstruktur dan mudah dipahami, berikut rangkuman datanya:

Pihak terkait Poin Pernyataan/Sikap Catatan & Tinjauan Demokrasi
Presiden Prabowo Memberi label pada kritikus/LSM/pers sebagai “Londo Ireng” & mempertanyakan sumber pendanaan Disampaikan dalam pidato KTT Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan
PBHI Kecaman keras; menyebut retorika anti kritik yang mempersempit ruang sipil Mengukuhkan kritik adalah hak konstitusional & mekanisme checks and balances
Ray Rangkuti (LIMA) Sebut saja itu merendahkan rakyat; sorot 6 diksi keras yang telah diucapkan Khawatir akan melahirkan norma komunikasi publik yang tidak sehat
Dewan Pers Menyebut tudingan tersebut tidak berdasar & menekankan fungsi pers sesuai UU No. 40/1999 Pemerintah menghimbau agar kritik berbasis fakta dijadikan bahan evaluasi

Berbagai elemen masyarakat sipil mendesak Presiden sebagai pemegang amanat konstitusi untuk lebih terbuka terhadap evaluasi publik, dan melindungi kebebasan berpendapat guna menjaga iklim demokrasi Indonesia tetap sehat dan produktif.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ayah Dihajar Demi Ayam, Jeritan Sedih Gadis Kecil Mengantar Jenazah Ayahnya
Di Dalam Tahun Tersulit Nadella – Business Insider
Jenazah presenter TVRI Papua Barat ditemukan di celah batu
Bareskrim Serahkan Kasus Satuan Narkoba Polres Tangsel dan Lima Anggotanya ke Mapolda Metro
Cuaca di Lhokseumawe 27 Juli 2026 Cerah, Ini Prakiraan Cuaca Sebagian Aceh Tiga Hari Ke Depan
Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan peluang kepada OAP sebagai penyedia barang dan jasa
Matt Damon Berjuang Melalui Transformasi Odyssey-nya
Penampakan 6 Anggota Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim Terkait Peredaran Narkoba

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:15 WIB

Ayah Dihajar Demi Ayam, Jeritan Sedih Gadis Kecil Mengantar Jenazah Ayahnya

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05 WIB

Di Dalam Tahun Tersulit Nadella – Business Insider

Senin, 27 Juli 2026 - 16:04 WIB

Jenazah presenter TVRI Papua Barat ditemukan di celah batu

Senin, 27 Juli 2026 - 15:42 WIB

Bareskrim Serahkan Kasus Satuan Narkoba Polres Tangsel dan Lima Anggotanya ke Mapolda Metro

Senin, 27 Juli 2026 - 15:21 WIB

Cuaca di Lhokseumawe 27 Juli 2026 Cerah, Ini Prakiraan Cuaca Sebagian Aceh Tiga Hari Ke Depan

Berita Terbaru

HEADLINE

Di Dalam Tahun Tersulit Nadella – Business Insider

Senin, 27 Jul 2026 - 16:05 WIB

HEADLINE

Jenazah presenter TVRI Papua Barat ditemukan di celah batu

Senin, 27 Jul 2026 - 16:04 WIB