Brutal! Serangan Iran di Pangkalan Yordania Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Personel Hilang

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Dua tentara Amerika Serikat (AS) tewas dalam serangan Iran terhadap pangkalan militer di Yordania pada Jumat (17/7/2026). Selain itu, satu personel lainnya masih hilang.

Iran melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke Yordania sebagai pembalasan atas serangan di wilayahnya pada Kamis malam, sebuah pola saling serang antara kedua negara yang telah berlangsung sejak 7 Juli.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada 17 Juli, dua personel militer AS di Yordania tewas dalam pertempuran saat Komando Pusat AS (Centcom) dan pasukan mitranya mempertahankan diri dari serangan rudal balistik dan drone Iran,” demikian bunyi pernyataan Komando Pusat AS (Centcom), dikutip Minggu (19/7/2026).

Centcom juga mengatakan bahwa empat personel militer AS lainnya yang menderita luka-luka dirawat di rumah sakit Yordania tetapi telah diizinkan kembali ke rumah. Bahkan personel yang mengalami luka ringan telah kembali bertugas.

“Untuk menghormati keluarga, Centcom akan menyembunyikan informasi tambahan, termasuk identitas tentara yang gugur, hingga 24 jam setelah keluarga terdekat diberitahu,” kata pernyataan itu.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan militernya menyerang Pangkalan Udara Al Azraq, Yordania, menggunakan 10 rudal balistik.

“Akibat peluncuran 10 rudal balistik, pusat komando dan kendali musuh di Timur Tengah dan Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania terkena serangan,” kata pernyataan IRGC.

Iran, lanjut IRGC, akan menyerang pangkalan lain di Timur Tengah jika AS terus menyerang wilayahnya.

Iran mengumumkan serangan terhadap pangkalan militer AS di enam negara Timur Tengah sepanjang Jumat (17/7/2026). Serangan tersebut merupakan balasan atas serangan militer AS pada Kamis hingga Jumat pagi, yang beberapa di antaranya menyasar infrastruktur jembatan dan kereta api, bahkan kawasan pemukiman.

Para pejabat mengatakan serangan AS menargetkan fasilitas sipil, infrastruktur telekomunikasi, pekerja kereta api dan kendaraan, menewaskan sedikitnya delapan orang.

Keenam negara tersebut adalah Bahrain, Kuwait, Yordania, Suriah, Oman, dan Qatar. Pihak berwenang di beberapa negara tersebut mengumumkan pencegatan rudal dan drone Iran.

IRGC mengatakan angkatan udaranya menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait sebagai bagian dari gelombang serangannya yang ke-12. Target-target ini termasuk fasilitas radar dan sistem pertahanan rudal.

Selain itu, Iran juga mengklaim berhasil menghancurkan beberapa gudang senjata, dua armada peluncur High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS), serta tempat penyimpanan rudal.

Serangan tersebut dikatakan telah memicu kebakaran besar di pangkalan tersebut.

Militer Kuwait mengatakan beberapa tentaranya terluka dalam serangan pesawat tak berawak Iran pada Jumat pagi.

Selain itu, Angkatan Laut IRGC menyerang peralatan radar, termasuk radar pengatur lalu lintas maritim AS yang berlokasi di Oman.

Radar kendali maritim AS di Salameh Rocks dan radar kendali udara AS di wilayah Ghanem, Oman, hancur akibat serangan Iran.

Di Suriah, Angkatan Udara IRGC menyerang markas komando operasi khusus AS di At Tanf. Serangan tersebut diklaim telah menghancurkan sistem radar dan beberapa helikopter operasi khusus. Mereka juga mengklaim sejumlah tentara AS ditangkap atau dibunuh dalam operasi tersebut.

Yordania juga mengatakan pihaknya telah mencegat dan menembak jatuh tiga rudal Iran yang memasuki wilayah udaranya, tanpa ada korban jiwa.

Namun IRGC mengatakan pihaknya berhasil melakukan serangan dua tahap terhadap pangkalan jet tempur dan pesawat tanker AS di Yordania dengan menggunakan beberapa rudal balistik dan sejumlah drone.

Militer Qatar juga mengumumkan telah berhasil menggagalkan beberapa serangan udara Iran. Kementerian Dalam Negeri Qatar mengatakan seorang anak terluka akibat terkena pecahan peluru dari operasi intersepsi.

Sementara IRGC menyerang Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar yang digunakan AS. Mereka mengklaim mampu menghancurkan sistem radar jarak jauh dan beberapa pesawat tanker AS.

Militer Iran juga melancarkan serangan drone yang menargetkan fasilitas yang digunakan pesawat militer AS di Pangkalan Udara Al Sakhir, Bahrain. Serangan tersebut diklaim mengenai area helikopter militer AS dan pesawat patroli dan pengintaian maritim P-8.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Gadis Kecil Itu Adalah Anak Kita
Amerika Serikat dalam Kondisi Sulit, Iran Tekankan Akan Menentukan Berakhirnya Konflik
Prakiraan cuaca Chicago: Peringatan panas, peringatan berlaku dengan kemungkinan badai pada hari Senin
Bandara Internasional Sentani Resmikan Persipura Experience Merchandise Store
Ayah Dihajar Demi Ayam, Jeritan Sedih Gadis Kecil Mengantar Jenazah Ayahnya
Di Dalam Tahun Tersulit Nadella – Business Insider
Jenazah presenter TVRI Papua Barat ditemukan di celah batu
Bareskrim Serahkan Kasus Satuan Narkoba Polres Tangsel dan Lima Anggotanya ke Mapolda Metro

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:57 WIB

Gadis Kecil Itu Adalah Anak Kita

Senin, 27 Juli 2026 - 18:44 WIB

Amerika Serikat dalam Kondisi Sulit, Iran Tekankan Akan Menentukan Berakhirnya Konflik

Senin, 27 Juli 2026 - 18:32 WIB

Prakiraan cuaca Chicago: Peringatan panas, peringatan berlaku dengan kemungkinan badai pada hari Senin

Senin, 27 Juli 2026 - 18:28 WIB

Bandara Internasional Sentani Resmikan Persipura Experience Merchandise Store

Senin, 27 Juli 2026 - 16:15 WIB

Ayah Dihajar Demi Ayam, Jeritan Sedih Gadis Kecil Mengantar Jenazah Ayahnya

Berita Terbaru

HEADLINE

Gadis Kecil Itu Adalah Anak Kita

Senin, 27 Jul 2026 - 18:57 WIB