Tiongkok bermaksud membebaskan Sudan dari utang ekonomi sebesar $45 juta

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiongkok bermaksud untuk membebaskan Sudan dari pembayaran utang senilai 345 juta yuan ($45 juta), yang merupakan pinjaman tanpa bunga yang sebelumnya diberikan Beijing untuk membiayai berbagai proyek di Sudan, menurut pernyataan Kementerian Keuangan dan Perencanaan Sudan.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan yang diadakan kemarin, Rabu, antara Wakil Menteri Perencanaan Kementerian Keuangan dan Perencanaan Sudan, Muhammad Bashar, dan Kuasa Usaha Kedutaan Besar Tiongkok di Sudan, Xu Jian. Pertemuan tersebut juga membahas posisi implementasi hibah yang sebelumnya diberikan oleh Tiongkok sebesar 200 juta yuan ($28,58 juta) untuk mendukung proyek infrastruktur di Sudan, di sektor air, pertanian, dan listrik.

Sementara itu, Kuasa Usaha menegaskan kesiapan pemerintah Tiongkok untuk memberikan hibah melalui organisasi-organisasi PBB untuk mendukung pelaksanaan proyek energi surya untuk stasiun air minum di negara bagian yang menjadi sasaran Khartoum, Gezira, Sennar, dan Blue Nile.

Hutang Sudan

Menurut laporan Bank Dunia, utang publik Sudan dibandingkan dengan ukuran perekonomian lokal mencapai 147% pada tahun 2024, dan diperkirakan akan menurun menjadi 142% pada tahun 2025, 124% pada tahun 2026, dan 106% pada tahun 2027.

Lembaga internasional tersebut menyatakan bahwa setelah Oktober 2021, Sudan mengalami kemajuan dalam meringankan beban utang dan memulihkan akses terhadap pembiayaan internasional, dalam kerangka Inisiatif Negara-Negara Miskin yang Berhutang Besar (diluncurkan oleh Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia pada tahun 1996), namun kemajuan ini terhenti karena kerusuhan politik dan masuknya negara tersebut ke dalam perang antara tentara dan Pasukan Pendukung Cepat.

Saat ini, pemerintah Sudan tidak mampu menerbitkan surat utang pemerintah yang baru, sehingga pembiayaan tunai menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia untuk membiayai defisit, dan utang pemerintah diperkirakan akan tetap tinggi, dengan pengeluaran meningkat menjadi 9,9% dari PDB, meskipun pendapatan diperkirakan meningkat menjadi 6,2% dari PDB pada tahun 2026, karena tantangan keuangan yang sedang berlangsung dan kurangnya keringanan utang berdasarkan Inisiatif Negara-Negara Miskin yang Berutang Banyak.

Sumber: Pulau + pers Sudan + Situs web

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ternyata inilah alasan sebenarnya Perry Warjiyo mundur dari BI
Cuaca Meulaboh Seharian Berawan, BMKG Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter
MR Kambu: Tokoh Bintang Empat Persipura Dimakamkan di Maybrat
KPK Selidiki Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli
Syekh dan Ketua Kelompok Menerima Penghargaan di Pertunjukan Budaya Duel Besar Rapai Pase ke-50
Suku Sempan: Masyarakat Bumi Amungsa yang Terlupakan
Tiba-tiba Mundur, Ini Kasus Korupsi CSR BI-OJK yang Disebut Perry Warjiyo
Netanyahu mengakui serangan AS belum sepenuhnya menghancurkan program nuklir Iran

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:14 WIB

Ternyata inilah alasan sebenarnya Perry Warjiyo mundur dari BI

Senin, 27 Juli 2026 - 11:23 WIB

Cuaca Meulaboh Seharian Berawan, BMKG Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter

Senin, 27 Juli 2026 - 11:06 WIB

MR Kambu: Tokoh Bintang Empat Persipura Dimakamkan di Maybrat

Senin, 27 Juli 2026 - 10:10 WIB

Syekh dan Ketua Kelompok Menerima Penghargaan di Pertunjukan Budaya Duel Besar Rapai Pase ke-50

Senin, 27 Juli 2026 - 09:57 WIB

Suku Sempan: Masyarakat Bumi Amungsa yang Terlupakan

Berita Terbaru

HEADLINE

gelar studi anggota LCDLF 2026- Grupo Milenio

Senin, 27 Jul 2026 - 11:11 WIB

HEADLINE

MR Kambu: Tokoh Bintang Empat Persipura Dimakamkan di Maybrat

Senin, 27 Jul 2026 - 11:06 WIB