Ringkasan Berita:
- Dua mahasiswa UIN Ar-Raniry menyelesaikan program KKN Nusantara VI di Leuwidamar, Lebak
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Program ini berlangsung selama 40 hari dengan fokus pada ekologi, tradisi dan ekonomi lokal
- Mahasiswa menghasilkan inovasi seperti pupuk organik dan website ekowisata Desa Baduy
- Kegiatan ditutup dengan pemaparan hasil pengabdian dan penampilan seni budaya Saman
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menyelesaikan pengabdian lebih dari satu bulan melalui program KKN/KPM Nusantara VI di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Program ini resmi ditutup pada tanggal 20 Agustus 2026 setelah mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan berbasis lingkungan, pengembangan ekonomi lokal dan melestarikan kearifan masyarakat.
Kedua mahasiswa UIN Ar-Raniry tersebut adalah Huril Ainil Jinan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Zaky Murtadha dari Fakultas Adab dan Humaniora (FAH).
Keduanya terpilih melalui proses seleksi yang diadakan oleh Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) bekerja sama dengan seluruh fakultas di lingkungan UIN Ar-Raniry.
KKN Nusantara VI akan berlangsung pada tanggal 15 Juli hingga 20 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Merawat Ekologi, Menjaga Tradisi: Memperkuat Iman, Melestarikan Alam”.
Selama kurang lebih 40 hari, para mahasiswa tidak hanya melakukan kegiatan sosial, namun juga mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui berbagai inovasi.
Sejumlah kegiatan yang dilakukan antara lain pembuatan pupuk organik, obat nyamuk alami, briket jerami, pemadatan sampah, penghijauan, perbaikan sarana pengajian masyarakat, dan pembuatan website untuk mempromosikan ekowisata Desa Baduy.
Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Ar-Raniry, Jarnawi mengatakan, berbagai inovasi tersebut menunjukkan potensi desa dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.
“Inovasi yang ditampilkan membuktikan bahwa potensi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru jika didukung oleh inovasi, sinergi perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat, serta komitmen menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” kata Jarnawi.
Baca juga: Anak Pedalaman Aceh Utara Asah Kreativitas Melalui Menggambar dan Mewarnai dengan KKN Unimal
Menurut Jarnawi, pengalaman mahasiswa selama mengikuti KKN Nusantara diharapkan dapat diterapkan saat kembali ke Aceh, baik di kampus maupun di masyarakat.
“Kami berharap pengalaman dan wawasan pengabdian berbasis ekologi ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry untuk terus menjadi agen perubahan yang peduli menjaga kelestarian lingkungan dan tradisi di daerah asalnya masing-masing,” ujarnya.
Konsep ekologi menjadi salah satu pendekatan utama dalam pengabdian ini dengan memadukan nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Implementasinya membantu mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, penggunaan bahan organik, penghijauan, dan pengembangan potensi ekonomi desa.




















