Viral Wagub Kalimantan Marah dan Ancam Jadi 'Papua dan Aceh': Kami Mati di Lumbung Padi

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan terhadap pemerintah pusat viral di media sosial. Dalam video yang beredar di X, ia mengingatkan ketidakadilan sosial yang terus berlanjut bisa memicu masalah serius di Kalimantan Barat.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pengguna X, akun @Murtadha One, menyoroti video tersebut. Krisantus dalam video tersebut menyebutkan kemungkinan wilayahnya memicu kerusuhan di situasi seperti Papua dan Aceh. Hal ini bisa terjadi jika pemerintah tidak mampu mewujudkan keadilan sosial.

“Membuat ancaman, jangan dipikirkan oleh pemerintah pusat, Kalimantan Barat tidak bisa menjadi Papua-Papua dan Aceh berikutnya jika keadilan sosial tidak terwujud di Republik ini,” kata Krisantus, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Krisantus mengungkapkan kekesalannya dengan kondisi tersebut. Menurutnya, Kalimantan Barat kaya akan sumber daya dan kegiatan investasi yang besar, namun manfaat ekonominya belum dirasakan secara signifikan oleh masyarakat. Dia menggambarkan situasinya dengan cukup tajam.

“Nah bapak dan ibu, ini membuat saya kesal, kami mati di lumbung padi,” ujarnya.

Kalimantan Barat dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar, namun kekayaan tersebut tidak serta merta berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata. Krisantus kemudian menyinggung banyaknya investor yang masuk ke wilayah Kalimantan Barat.

“Ada seribu lebih investor yang masuk ke Kalbar, tapi saya belum melihat dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Krisantus.

Bagi Krisantus, persoalan ini bukan hanya soal besaran investasi yang masuk. Pertanyaannya adalah seberapa besar dampak langsung kegiatan investasi terhadap masyarakat lokal.

Bagian paling kontroversial dari pernyataan Krisantus adalah ketika mengaitkan ketidakadilan sosial dengan potensi konflik seperti yang terjadi di Papua dan Aceh.

Krisantus tidak menjelaskan secara rinci bentuk permasalahan yang dimaksud. Namun pernyataannya mengungkapkan kekhawatiran bahwa kesenjangan yang terus berlanjut dapat berkembang menjadi masalah sosial dan politik yang lebih serius.

Peringatan ini juga merupakan tuntutan agar pemerintah pusat lebih memperhatikan kondisi daerah, terutama daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam namun masyarakatnya belum merasakan dampak kesejahteraan yang optimal.

Adapun @Murtadha One menilai persoalan ketidakadilan bisa menjadi ancaman persatuan jika tidak segera diatasi.

“Ketidakadilan adalah bom waktu bagi perpecahan Indonesia jika dibiarkan,” tulis akun tersebut.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kamp El Rumi Tantang Pemilik Akun yang Sebarkan Rumor Pelecehan: Coba Tunjukkan!
Trump International Golf Links kembali memberikan ujian berat di Nexo Championship – Artikel
VIDEO Türkiye Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu, Interpol Diminta Keluarkan Red Notice
Listyo Sigit Tak Segan Lawan Calon Kapolri Baru: Pensiunan, Malah Siap Pimpin Pimpin Unjuk Rasa
Pesawat P-8A AS melintasi Selat Taiwan, Beijing menggunakan mode siaga penuh
Man Utd Beri Petunjuk Keputusan Akhir Marcus Rashford Dengan Konfirmasi Nomor Skuad
Surat Tulisan Tangan Mahatma Gandhi Terjual Rp 28,9 Miliar, Pecahkan Rekor Lelang Dokumen Sejarah India
Pabrik Coklat Berdampak Positif Bagi 6000 Petani Kakao di PNG

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Kamp El Rumi Tantang Pemilik Akun yang Sebarkan Rumor Pelecehan: Coba Tunjukkan!

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Trump International Golf Links kembali memberikan ujian berat di Nexo Championship – Artikel

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:44 WIB

VIDEO Türkiye Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu, Interpol Diminta Keluarkan Red Notice

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Listyo Sigit Tak Segan Lawan Calon Kapolri Baru: Pensiunan, Malah Siap Pimpin Pimpin Unjuk Rasa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Pesawat P-8A AS melintasi Selat Taiwan, Beijing menggunakan mode siaga penuh

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE