RakyatPos.id – Bayangkan jika salah satu jalur air paling penting di dunia tiba-tiba diklaim sebagai wilayah baru Amerika Serikat. Hal itulah yang terjadi saat ini, dimana Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kemarahan global setelah dengan berani mengunggah peta Selat Hormuz yang diberi label 'New US Territory'.
Kehebohan ini bermula ketika Trump melalui akun Truth Social-nya menegaskan bahwa Angkatan Laut AS telah menerapkan blokade total dan Washington mengklaim memiliki kendali penuh atas selat strategis tersebut.
Baca juga: VIDEO Tanpa Bantuan AS, Israel Siap Melakukan Serangan Independen ke Iran
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, Iran tentu tidak tinggal diam. Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi langsung melontarkan sindiran tajam dan menyebut klaim Trump sebagai khayalan belaka yang harus segera diperbaiki.
Sementara itu, pihak militer melalui Mayjen Mostafa Izadi menegaskan Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali Iran dan musuh saat ini tidak berdaya. Teheran juga memberikan syarat mutlak bahwa perairan tersebut tidak akan pernah dibuka kembali sebelum Washington mengakhiri intervensinya, menghentikan blokade, dan melaksanakan perjanjian 17 Juni.
Baca juga: Iran Ingin Perang Diakhiri, Bukan Sekedar Gencatan Senjata
Hingga saat ini, belum ada titik terang antara Washington dan Teheran, sementara ketegangan diplomatik terus memanas di tengah upaya pembukaan kembali selat tersebut.
Menurut Anda, apakah langkah Trump tersebut murni strategi politik atau justru memicu konflik militer baru yang lebih besar di Timur Tengah? Coba bagikan pendapatmu di kolom komentar, jangan lupa like dan subscribe untuk update informasi geopolitik selanjutnya!



















