Jayapura, RakyatPos.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengambil alih pengelolaan Sekolah Tinggi Pendidikan Guru (KPG) yang berbasis asrama, guna mencetak guru-guru berkualitas yang nantinya akan ditempatkan di delapan kabupaten di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, SE mengatakan, langkah ini diambil pemerintah provinsi untuk menjawab tantangan ketersediaan dan kompetensi guru.
Katanya, langkah ini diharapkan akan melahirkan guru-guru berkualitas untuk delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pengelolaannya, Pemprov Papua Tengah bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program pendidikan guru profesional.
Pernyataan itu disampaikan Nurhaidah, SE saat memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 1 Plus KPG Nabire SP1, Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kamis (23/7/2026).
“KPG membuka kuota calon mahasiswa sebanyak 120 orang dengan sistem keterwakilan satu peserta dari setiap kabupaten pada tahun ini,” ujar Nurhaidah, SE.
Menurut dia, kuota penerimaan KPG akan disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), guru Taman Kanak-Kanak (TK), dan guru Sekolah Dasar (SD) hingga 20 tahun ke depan.
“Penyeleksian calon mahasiswa KPG mengutamakan putra-putri asli Papua yang berprestasi dan mempunyai panggilan sebagai pendidik, serta berkomitmen mengabdi di daerah asalnya,” ujarnya.
Dikatakannya, syarat utama penerimaan calon mahasiswa KPG adalah putra-putri asli masing-masing kabupaten di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah, mempunyai nilai akademik terbaik, lulus psikotes vokasi guru, dan memiliki komitmen dalam pengabdian.
“Ini langkah strategis, agar anak-anak Papua Tengah menjadi cerdas, unggul, berkarakter, terlindungi dan menjadi tuan atas tanahnya sendiri,” ujarnya.
















