Ringkasan Berita:
- Tiongkok secara resmi melarang hubungan emosional antara pengguna dan chatbot AI mulai 15 Juli 2026 dalam upaya mengatasi penurunan angka kelahiran dan menyusutnya populasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Aturan baru tersebut membuat ByteDance menutup fitur custom persona di Doubao, sehingga banyak pengguna yang kehilangan karakter AI yang selama ini menjadi teman atau partner virtualnya.
- Pemerintah juga melarang pendampingan AI untuk anak di bawah umur, membatasi fitur-fitur yang memicu ketergantungan emosional.
RakyatPos.id – Pemerintah Tiongkok mengambil langkah baru dengan melarang hubungan emosional antara manusia dan chatbot AI sebagai bagian dari upaya mengatasi krisis demografi.
Kebijakan yang mulai berlaku pada 15 Juli 2026 ini didorong oleh kekhawatiran terhadap rendahnya angka kelahiran dan berkurangnya minat generasi muda untuk menikah dan memiliki anak.
Aturan tersebut berdampak langsung pada perusahaan teknologi seperti ByteDance dan Alibaba yang harus mengadaptasi layanan chatbot mereka.
Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah ditutupnya fitur custom persona pada chatbot Doubao yang sebelumnya banyak digunakan sebagai teman atau partner virtual.
Langkah ini memicu reaksi emosional dari beberapa pengguna yang merasa telah kehilangan karakter AI yang telah mereka bangun selama berbulan-bulan.
Selain membatasi hubungan emosional dengan AI, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap layanan chatbot, terutama yang ditujukan untuk anak-anak dan remaja.
Baca juga: Guru vs Kecerdasan Buatan
Namun peraturan yang diterapkan dinilai lebih longgar dibandingkan rancangan awal karena masih memberikan ruang bagi penggunaan AI untuk layanan pelanggan dan kebutuhan bisnis.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa Tiongkok berupaya menyeimbangkan pengembangan teknologi kecerdasan buatan dengan kepentingan sosial, kesehatan mental, dan keberlanjutan demografi negaranya.
Berbeda dengan gambaran lama Tiongkok yang mengkhawatirkan kelebihan populasi, kini situasinya terbalik.
Pemerintah Tiongkok menginginkan lebih banyak bayi yang dilahirkan karena angka kelahiran di negara tersebut telah merosot ke rekor terendah dan jumlah penduduk yang terus menyusut.
Salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan angka kelahiran dinilai tidak biasa, yakni melarang hubungan emosional atau romantis antara manusia dan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI).
Aturan baru tersebut resmi berlaku pada 15 Juli 2026.
Baca juga: Tiongkok kembali membuat terobosan dalam dunia kecerdasan buatan dengan menciptakan AI yang terinspirasi dari otak manusia
Kebijakan ini berdampak langsung pada dua perusahaan teknologi terbesar di China, yakni Alibaba dan ByteDance, induk perusahaan TikTok.
Keduanya mengumumkan sejumlah fitur chatbot akan dinonaktifkan untuk mematuhi peraturan baru.
Doubao, chatbot AI ByteDance yang paling populer di Tiongkok, memiliki fitur persona khusus yang memungkinkan pengguna membuat karakter AI dengan kepribadian, latar belakang, dan gaya bicara tertentu.

















