Gempa M 7.1 Guncang Kumamoto Jepang, Mall Runtuh dan Banyak Orang Diduga Terjebak

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Gempa bumi memutus aliran listrik ke puluhan ribu rumah, merusak jalan dan jembatan, serta memicu ledakan di pusat perbelanjaan yang dikhawatirkan memakan korban jiwa.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip Reuters, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih menilai tingkat kerusakan di wilayah yang satu dekade lalu juga dilanda gempa mematikan.

“Kami mendapat laporan korban luka. Listrik padam dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, juga terjadi kerusakan jalan, jembatan, serta ambruknya sejumlah bangunan,” kata Takaichi.

“Saya meminta seluruh masyarakat mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri, termasuk segera mengungsi ke tempat yang aman,” imbuhnya.

Sekitar 300.000 warga telah diinstruksikan untuk menuju ke pusat evakuasi. Pemerintah juga mengerahkan ratusan personel militer untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan, sementara gempa susulan terus terjadi di Pulau Kyushu.

Stasiun televisi NHK melaporkan sejumlah pekerja masih hilang setelah cerobong asap pabrik Nippon Paper Industries runtuh akibat gempa.

Ledakan di pusat perbelanjaan

Insiden paling serius terjadi di pusat perbelanjaan terbesar di Prefektur Kumamoto. NHK melaporkan bahwa sekitar 20 hingga 30 pekerja tidak diketahui keberadaannya setelah terjadi ledakan yang mengguncang mal sesaat setelah gempa.

Dinas pemadam kebakaran sebelumnya mengatakan sejumlah orang terjebak di dalam gedung.

Sementara itu, polisi menyebut “cukup banyak” orang yang diduga tewas dalam kejadian tersebut, seperti dikutip stasiun televisi TBS.

Rekaman video menunjukkan salah satu sisi bangunan mal, yang menampung sekitar 200 toko, runtuh, memperlihatkan rangka baja yang terekspos puing-puing berserakan di area parkir.

Sejumlah ambulans dan mobil pemadam kebakaran terlihat di lokasi mencari korban selamat.

Juru bicara operator mal Aeon mengatakan seluruh pengunjung dan karyawan telah dievakuasi segera setelah gempa pertama terjadi. Namun, penyebab pasti ledakan yang terjadi setelahnya masih belum diketahui.

Saksi mata Kazuya Tsurunaga mengatakan dia mendengar ledakan saat membersihkan pecahan piring di sebuah restoran sekitar 300 meter dari mal.

Dampaknya sangat besar. Asap hitam membubung tinggi, dan karena angin mengarah ke kami, suasananya seperti hujan abu vulkanik, ujarnya.

Puluhan orang terluka

NHK melaporkan satu rumah sakit menerima lebih dari 50 korban luka, sementara rumah sakit lain merawat sekitar 40 korban, termasuk 10 orang dalam kondisi serius. Sejumlah penumpang kereta berkecepatan tinggi juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.

Rekaman NHK Selain itu juga terlihat beberapa bangunan lainnya terbakar atau mengalami kerusakan parah. Retakan besar muncul di sejumlah jalan utama, termasuk jalan layang.

Layanan kereta api dihentikan, bandara Kumamoto menutup landasan pacunya, dan sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan.

Produsen chip terbesar dunia, TSMC, bersama Sony dan Fujifilm mengevakuasi pekerja dari pabriknya.

Tokyo Electron menghentikan operasi di dua fasilitas produksinya di Kumamoto hingga Rabu (29/7), sementara Honda juga menghentikan sementara produksi di pabrik sepeda motornya.

Peringatan gempa susulan

Pusat gempa berada sekitar 20 kilometer selatan Kota Kumamoto, kota terbesar di wilayah tengah Kyushu dengan populasi sekitar 700.000 jiwa.

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan masyarakat di daerah yang terkena dampak untuk waspada terhadap gempa susulan selama sekitar seminggu ke depan, termasuk potensi tanah longsor.

Peringatan tsunami dikeluarkan tak lama setelah gempa, namun kemudian dicabut.

Perusahaan listrik Kyushu Electric Power melaporkan sekitar 48.000 rumah mengalami pemadaman listrik.

Operator telekomunikasi KDDI dan Docomo juga melaporkan gangguan layanan seluler akibat terputusnya pasokan listrik dan kerusakan jaringan transmisi.

Otoritas pengatur nuklir Jepang memastikan tidak ada kejanggalan yang ditemukan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut.

Gempa besar yang melanda Kumamoto pada tahun 2016 menewaskan 275 orang dan melukai 2.739 lainnya, serta merusak ribuan bangunan termasuk Kastil Kumamoto, salah satu tujuan wisata utama Jepang.

Pada gempa kali ini, sebagian dinding batu kastil dikabarkan kembali runtuh.

Hingga malam hari, ribuan rumah masih belum mendapat aliran listrik. Pemerintah juga mengingatkan warga untuk mewaspadai risiko serangan panas karena suhu diperkirakan mencapai 34 derajat Celcius pada Rabu (29/7).

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Oman Usulkan Pengelolaan Selat Hormuz Mirip Selat Malaka, Iran Diminta Berbagi Kendali
IMPW Ekspresikan Sikap Terhadap Konflik yang Berulang di Jayawijaya
Tak Seviral Anak Diduga Maling, Kondisi Anak Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur Kurang Normal
Menangkan Jalan Anda: Jonas Brothers di Moncton!
Sedang menikmati Nyabu, pelaku perampokan di Bireuen ditangkap polisi di rumahnya
Sengketa Papua Barat: Asal Usulnya
Bagaimana Saya Mendesain Ulang Kamar Tidur Saya dengan AI — Sebelum Menghabiskan Satu Sen untuk Perabotan
John Mulaney Mengumumkan 9 Pertunjukan di New York untuk tahun 2027

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:35 WIB

Gempa M 7.1 Guncang Kumamoto Jepang, Mall Runtuh dan Banyak Orang Diduga Terjebak

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:21 WIB

Oman Usulkan Pengelolaan Selat Hormuz Mirip Selat Malaka, Iran Diminta Berbagi Kendali

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:56 WIB

IMPW Ekspresikan Sikap Terhadap Konflik yang Berulang di Jayawijaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:46 WIB

Tak Seviral Anak Diduga Maling, Kondisi Anak Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur Kurang Normal

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:36 WIB

Menangkan Jalan Anda: Jonas Brothers di Moncton!

Berita Terbaru

HEADLINE

Menangkan Jalan Anda: Jonas Brothers di Moncton!

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:36 WIB