Negara Baltik mempersiapkan jembatan perbatasan Rusia untuk penambangan — RT Rusia & Bekas Uni Soviet

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pertahanan Lituania mengatakan hal ini akan memungkinkan pembongkaran penyeberangan secara cepat jika terjadi konflik

Lituania telah memulai pekerjaan rekayasa untuk mempersiapkan jembatan di perbatasan dengan Rusia dan Belarus yang akan dilengkapi dengan bahan peledak, angkatan bersenjata negara NATO tersebut mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan kepada media pada hari Selasa.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Pertahanan Lituania mengatakan kepada outlet berita LRT bahwa jembatan yang dipilih sedang dipasang “struktur rekayasa untuk memasang bahan peledak” untuk memungkinkan pembongkaran penyeberangan secara cepat jika terjadi konflik militer.

Lusinan lokasi juga telah didirikan untuk menyimpan penghalang anti-tank, dan pekerjaan sedang dilakukan untuk menanam pohon sebagai tempat persembunyian dan menggunakan kembali saluran irigasi untuk dijadikan parit, tambah kementerian.

Persiapan tersebut merupakan bagian dari rencana militerisasi jangka panjang yang diumumkan oleh Lituania tahun lalu. Negara Baltik telah memasang penghalang anti-tank khusus, yang dikenal sebagai “gigi naga”di sepanjang perbatasannya dengan wilayah Kaliningrad Rusia dan telah berjanji untuk menghabiskan ratusan juta euro untuk ranjau anti-tank dan anti-personil. Hal ini terjadi setelah Vilnius secara resmi menarik diri dari Konvensi Ottawa yang melarang hal tersebut pada hari Minggu.


Para pejabat Lituania menganggap langkah-langkah tersebut sebagai upaya pencegahan yang diperlukan terhadap ancaman militer yang datang dari Rusia. Negara-negara NATO Eropa lainnya, termasuk Finlandia, Latvia, Estonia, dan Polandia, juga menyebutkan kekhawatiran atas potensi serangan Rusia sebagai pembenaran untuk melakukan penambangan di perbatasan mereka dengan Rusia dan Belarus dan mendirikan sebuah negara NATO. “Tirai Besi yang mudah meledak,” Telegrap melaporkan.

Moskow secara konsisten menolak klaim adanya ancaman Rusia “omong kosong” dan rasa takut yang tidak berdasar. Kremlin menegaskan Rusia tidak mempunyai niat atau minat untuk menyerang negara-negara NATO mana pun dan menuduh negara-negara Eropa Barat memicu ketegangan untuk membenarkan militerisasi dan menggelembungkan anggaran militer.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov juga memperingatkan bahwa kebijakan permusuhan yang dilakukan oleh negara-negara NATO di Eropa meningkatkan risiko bentrokan langsung dengan Moskow.

Anda dapat membagikan cerita ini di media sosial:

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Pemprov Papua Tengah: Cadangan Pangan Harus Disiapkan Sebelum Krisis
Roy Suryo Tuntut Kompensasi Rp 206 Juta ke Polda Metro Jaya: Kalau Dikabulkan Akan Donasi
Empat Tersangka Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Tahap II
Gubernur Nawipa Ingatkan ASN Miliki Integritas dan Moral
Mediasi gugatan legalisasi ijazah Jokowi gagal, Bonatua akan membawa 26 alat bukti
TP PKK Abdya Mengubah Strategi Pembinaan PKK Desa
Uskup se-Tanah Papua dan Ordo Sepakati Perubahan Anggaran Dasar Yayasan Katolik
Prabowo Diduga Melanggar Aturan Pendirian Universitas Republik Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:53 WIB

Pemprov Papua Tengah: Cadangan Pangan Harus Disiapkan Sebelum Krisis

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:35 WIB

Roy Suryo Tuntut Kompensasi Rp 206 Juta ke Polda Metro Jaya: Kalau Dikabulkan Akan Donasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:21 WIB

Empat Tersangka Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Tahap II

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:02 WIB

Gubernur Nawipa Ingatkan ASN Miliki Integritas dan Moral

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:50 WIB

Mediasi gugatan legalisasi ijazah Jokowi gagal, Bonatua akan membawa 26 alat bukti

Berita Terbaru

HEADLINE

Empat Tersangka Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Tahap II

Rabu, 29 Jul 2026 - 18:21 WIB

HEADLINE

Gubernur Nawipa Ingatkan ASN Miliki Integritas dan Moral

Rabu, 29 Jul 2026 - 18:02 WIB