Tiga orang tewas dalam protes Alawi di pantai Suriah, kata pejabat setempat

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 01:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Karam al-Masri

LATAKIA, Suriah 28 Desember – Tiga orang tewas pada hari Minggu ketika protes di jantung wilayah Alawit di Latakia, Suriah, memicu baku tembak dan kekerasan lainnya, menurut kantor media provinsi tersebut.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suriah telah diguncang oleh beberapa episode pertumpahan darah sektarian sejak pemimpin lama Bashar al-Assad, yang berasal dari minoritas Muslim Alawi, digulingkan oleh serangan pemberontak tahun lalu dan digantikan oleh pemerintahan yang dipimpin Sunni.

Ribuan pengunjuk rasa Alawi berkumpul pada hari Minggu di Lapangan Azhari di kota Latakia untuk menuntut sistem politik desentralisasi di Suriah dan pembebasan ribuan tahanan Alawi.

Sekitar dua jam setelah protes, suara tembakan terdengar dari lokasi yang tidak diketahui, menurut reporter Reuters di tempat kejadian. Pasukan keamanan kemudian melepaskan tembakan ke udara dan protes berubah menjadi kekacauan, dimana para demonstran membawa orang-orang yang terluka dengan berjalan kaki.

Pernyataan tertulis dari kantor media provinsi Latakia yang dibagikan kepada wartawan menyebutkan tiga orang tewas dan lebih dari 40 orang terluka. Namun tidak disebutkan secara spesifik apakah semua korban berada di Lapangan Azhari atau di kota-kota lain di mana protes juga terjadi.

PENYERANG TIDAK DIKENAL

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan bahwa salah satu anggota pasukan keamanan tewas akibat tembakan dari “sisa-sisa bersenjata rezim sebelumnya” di Latakia. Dikatakan bahwa warga sipil dan personel keamanan terluka dalam tembakan yang dilakukan oleh penyerang tak dikenal di dekat Lapangan Azhari.

Unjuk rasa hari Minggu telah diserukan oleh ketua Dewan Islam Tertinggi Alawi, Ghazal Ghazal.

Protes serupa pada bulan November berlangsung hampir satu jam sebelum dihadang oleh protes saingannya yang mendukung pemerintahan baru Suriah. Pasukan keamanan Suriah menggunakan tembakan untuk membubarkan keduanya.

Para pengunjuk rasa pada hari Minggu meneriakkan: “Kami menginginkan federalisme!” dan, “Rakyat Suriah adalah satu!”

“Kami datang untuk menuntut martabat kami, penghidupan, kami datang untuk menuntut federalisme politik seperti negara-negara besar seperti Amerika, Jerman dan Uni Emirat Arab,” salah satu demonstran, Salman Mansour, mengatakan kepada Reuters.

“Kami datang untuk meminta hak hidup kami setelah kami dibunuh di tanah kami,” tambahnya. Lebih dari 1.000 orang Alawi terbunuh pada bulan Maret setelah pemberontakan yang gagal dilakukan oleh loyalis Assad yang memicu pembunuhan balas dendam oleh pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah.

Pekan lalu, delapan orang tewas ketika sebuah bom meledak di sebuah masjid Alawi di kota terdekat, Homs.

“ًKami akan terus meminta federalisme demi martabat kami. Mereka bilang kami saling membenci – tidak!” kata pengunjuk rasa lainnya, Nisreen Khazem.

(Laporan oleh Karam al-Masri; Ditulis oleh Maya Gebeily; Disunting oleh Andrew Cawthorne)


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Pemprov Papua Tengah: Cadangan Pangan Harus Disiapkan Sebelum Krisis
Roy Suryo Tuntut Kompensasi Rp 206 Juta ke Polda Metro Jaya: Kalau Dikabulkan Akan Donasi
Empat Tersangka Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Tahap II
Gubernur Nawipa Ingatkan ASN Miliki Integritas dan Moral
Mediasi gugatan legalisasi ijazah Jokowi gagal, Bonatua akan membawa 26 alat bukti
TP PKK Abdya Mengubah Strategi Pembinaan PKK Desa
Uskup se-Tanah Papua dan Ordo Sepakati Perubahan Anggaran Dasar Yayasan Katolik
Prabowo Diduga Melanggar Aturan Pendirian Universitas Republik Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:53 WIB

Pemprov Papua Tengah: Cadangan Pangan Harus Disiapkan Sebelum Krisis

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:35 WIB

Roy Suryo Tuntut Kompensasi Rp 206 Juta ke Polda Metro Jaya: Kalau Dikabulkan Akan Donasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:21 WIB

Empat Tersangka Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Tahap II

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:02 WIB

Gubernur Nawipa Ingatkan ASN Miliki Integritas dan Moral

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:50 WIB

Mediasi gugatan legalisasi ijazah Jokowi gagal, Bonatua akan membawa 26 alat bukti

Berita Terbaru

HEADLINE

Empat Tersangka Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Tahap II

Rabu, 29 Jul 2026 - 18:21 WIB

HEADLINE

Gubernur Nawipa Ingatkan ASN Miliki Integritas dan Moral

Rabu, 29 Jul 2026 - 18:02 WIB