Korea Selatan Terbuka di Parlemen: Pyongyang Diyakini Memiliki Hingga 120 Senjata Nuklir

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

RakyatPos.id – Korea Utara diperkirakan menyimpan sekitar 80 hingga 120 hulu ledak nuklir.

Angka tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back dalam sidang parlemen, Kamis (20/8/2026), meski enggan menyebutkan angka pastinya.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan terbuka tersebut menarik perhatian publik internasional, terutama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengklaim Pyongyang memiliki 57 senjata nuklir yang sangat kuat.

Klaim Trump ini adalah pertama kalinya seorang pemimpin AS menyebutkan angka spesifik mengenai tenaga nuklir Korea Utara.

Perbedaan Estimasi Intelijen

Dalam paparannya di hadapan anggota dewan, Ahn menjelaskan perbedaan sudut pandang antara aliansi Seoul-Washington dengan klaim pihak luar.

  • Perkiraan Resmi: Korea Selatan dan Amerika Serikat secara tradisional memperkirakan persediaan nuklir Pyongyang berkisar antara 80 hingga 120 unit.
  • Klaim AS: Presiden Donald Trump secara mengejutkan menyebutkan angka spesifik yaitu 57 senjata nuklir.
  • Sikap Resmi: Pejabat pemerintah Korea Selatan dan AS jarang mengungkapkan angka spesifik kepada publik karena status informasinya yang sangat rahasia.

“Biasanya kita melihat Korea Utara memiliki sekitar 80 hingga 120 senjata nuklir, namun saya sangat terbatas dalam memberikan jumlah spesifiknya,” kata Ahn merujuk pada data yang dikutip kantor berita Yonhap.

Dia menambahkan, “Berdasarkan pernyataan Trump, perkiraan yang dimiliki Korea Selatan dan Amerika Serikat mengenai persediaan senjata nuklir Korea Utara tampaknya sedikit berbeda.”

Baca juga: Data Ungkap Kapal Lebih Takut ke Iran Dibanding AS Saat Melintasi Selat Hormuz

Baca juga: Kasus Sesama Jenis di Banda Aceh Seru, Bisakah Orientasi Seksual Berubah? Demikian disampaikan dr Boyke

Penolakan Status Negara Nuklir dan Penguatan Pertahanan

Pengungkapan data senjata bukannya tanpa risiko. Pemerintah Seoul dan Washington berhati-hati agar transparansi tersebut tidak disalahartikan sebagai bentuk pengakuan resmi atas status Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir.

Saat ditanya politisi oposisi mengenai kemungkinan Seoul mengakui kepemilikan nuklir Pyongyang, Ahn dengan tegas menolaknya.

“Kami tidak akan pernah mengakuinya secara resmi,” tegas Ahn.

Sementara itu, Ahn memilih bungkam saat dimintai tanggapan lebih lanjut terkait pernyataan kontroversial Trump tersebut. Ia menilai tidak etis jika seorang menteri pertahanan Korea Selatan mengomentari pandangan politik presiden Amerika Serikat.

Menutup sidangnya, Ahn kembali menegaskan bahwa Korea Selatan tidak memiliki rencana untuk mengembangkan program senjata nuklir independen. Meski demikian, Seoul berkomitmen untuk terus memperketat barisan dan memperkuat pencegahan militer di bawah kerangka pertahanan bersama Amerika Serikat.

(Kompas.com)


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Alina Habba mengesampingkan penggantian Karoline Leavitt sebagai sekretaris pers
Abdya Government Santuni 1.604 Anak Yatim, Nyak Mah: Kini Anak Kita Punya Sosok “Ayah”
USCIS Menerbitkan Panduan Retribusi Publik Baru Menjelang Perubahan Aturan September 2026
Investasi Iklim dan Infrastruktur: Indonesia-Australia Meluncurkan Kemitraan senilai AUD 600 Juta
Sidang Praperadilan Febrie, Ahli Tegaskan Sprindik Tak Ditandatangani Dirdik Jampidsus Cacat Hukum
iPhone 18 Pro: Tiga pembaruan desain baru akan hadir
Gubernur Nawipa: Koperasi Berperan Penting dalam Penguatan Perekonomian Masyarakat
Terbukti Korupsi Rp 255 Miliar: Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Hanya Dipenjara 4 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Alina Habba mengesampingkan penggantian Karoline Leavitt sebagai sekretaris pers

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Abdya Government Santuni 1.604 Anak Yatim, Nyak Mah: Kini Anak Kita Punya Sosok “Ayah”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:48 WIB

USCIS Menerbitkan Panduan Retribusi Publik Baru Menjelang Perubahan Aturan September 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Investasi Iklim dan Infrastruktur: Indonesia-Australia Meluncurkan Kemitraan senilai AUD 600 Juta

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Sidang Praperadilan Febrie, Ahli Tegaskan Sprindik Tak Ditandatangani Dirdik Jampidsus Cacat Hukum

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE