Merauke, RakyatPos.id – Empat tim sudah memastikan diri mengikuti kompetisi Piala Soeratin U-17 tingkat Provinsi Papua Selatan yang berlangsung di Kabupaten Merauke pada 23 Agustus hingga 2 September 2026.
Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Papua Selatan Arnold Rudolf mengatakan, konfirmasi peserta didapat setelah panitia pelaksana gabungan PSSI Papua Selatan menggelar Rapat Koordinasi Pertandingan (MCM) pada Rabu lalu.
Empat tim yang akan bertanding pada kompetisi tersebut adalah Persimer Merauke, Persiboni Boven Digoel, Golden FC, dan Notre Dame FC.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kabupaten Mappi dipastikan tidak akan menurunkan tim setelah menyatakan mengundurkan diri karena kesibukan. Kabupaten Asmat juga tidak mengirimkan perwakilannya.
Ia mengatakan, pertandingan akan dipusatkan di Lapangan Musamus Merauke dengan sistem single round robin. Dengan empat tim peserta, masing-masing tim akan saling berhadapan dalam total enam pertandingan.
“Juara berhak lolos ke babak nasional dan menjadi wakil Provinsi Papua Selatan,” kata Arnold Rudolf kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Ia mengatakan, putaran nasional Piala Soeratin U-17 rencananya akan berlangsung pada pekan ketiga September 2026. Rencananya lokasi pertandingan di Jawa Timur atau Jawa Tengah.
Menurutnya, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, namun juga bagian dari pengembangan dan pencarian talenta-talenta muda sepak bola di Papua Selatan.
Dengan sistem pertandingan yang mempertemukan seluruh peserta, setiap tim dituntut untuk tampil konsisten dari pertandingan pertama hingga pertandingan terakhir untuk mengamankan posisi puncak klasemen.
Selain itu, PSSI Papua Selatan juga membagikan 500 bola melalui program FIFA 4 School ke sejumlah sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sejumlah klub sepak bola di wilayah Papua Selatan, untuk mendorong minat dan pengembangan anak-anak terhadap sepak bola sejak dini.
Arnold Rudolf mengatakan, program FIFA 4 School sudah dijalankan PSSI Papua Selatan sejak tahun lalu. Tahun ini program tersebut kembali dilaksanakan dengan fokus utama pada sekolah dasar.
Sebanyak 500 bola telah disiapkan dan mulai didistribusikan ke sejumlah kabupaten di Papua Selatan, antara lain Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
Arnold Rudolf mengatakan, jumlah bola yang diterima masing-masing sekolah disesuaikan dengan kebutuhannya. Beberapa sekolah menerima lima bola, sementara sekolah lain menerima hingga 10 bola.
Menurutnya, bantuan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan fasilitas olahraga di sekolah, tetapi juga untuk merangsang anak-anak mengenal dan mencintai sepak bola sejak dini.
“Kami berharap dengan bantuan bola ini dapat merangsang anak-anak khususnya usia sekolah untuk mencintai dan mengembangkan olahraga sepak bola mulai dari tingkat sekolah dasar,” ujarnya.
Ia berharap minat yang tumbuh sejak dini dapat menjadi awal bagi anak untuk mengembangkan kemampuannya dengan lebih serius.
Anak-anak yang mulai menunjukkan minat dan bakat dapat melanjutkan pembinaan melalui sekolah sepak bola (SSB) atau wadah pembinaan anak usia dini lainnya.
“Setelah minatnya tumbuh, mereka bisa bersekolah di sekolah sepak bola untuk mengembangkan minat dan bakatnya di dunia sepak bola,” kata Arnold.
PSSI Papua Selatan berharap program Sekolah FIFA 4 dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh wilayah Papua Selatan.
Dengan begitu, pembinaan sepak bola anak usia dini dapat terlaksana secara lebih merata sekaligus membuka peluang untuk menemukan talenta-talenta muda Papua Selatan yang mampu berprestasi di tingkat regional, nasional, dan internasional.



















