Merauke, RakyatPos.id – Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) mengusulkan sekitar 90 dokter asal Provinsi Papua Selatan untuk mengambil pendidikan dokter spesialis. Usulan ini sudah diajukan ke pemerintah pusat dan saat ini masih diproses.
Kepala BP3OKP Provinsi Papua Selatan Yoseph Yanawo Yolmen mengatakan, calon dokter tersebut berasal dari berbagai status kepegawaian, antara lain dokter Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Sebenarnya ada sekitar 90-an nama. Anda sudah mengirimkannya seminggu yang lalu. Sekarang masih diproses di Jakarta,” kata Yoseph Yolmen kepada RakyatPos.id di Merauke, Jumat (21/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Yolmen, usulan dokter spesialis tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan di Papua Selatan. Ia berharap para dokter yang nantinya mendapat kesempatan pendidikan spesialis dapat kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengatakan, program tersebut tidak hanya ditujukan kepada dokter yang bekerja di fasilitas kesehatan pemerintah daerah. Yoseph juga mendorong agar dokter dari institusi TNI dan Polri diusulkan untuk mengikuti pelatihan spesialis.
“Secara konteks pak, yang penting bapak tega mengabdi pada masyarakat kami di Papua Selatan. Ayo kita berangkat bersama-sama,” ujarnya.
Yolmen mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pangdam Mandala Trikora, Komando Armada, dan Kapolri untuk menanyakan nama-nama dokter yang bisa diusulkan.
Ia mengatakan, tiga nama dokter sudah diajukan dari Komando Armada, sedangkan pihaknya masih menunggu usulan dari lembaga lain.
Yolmen menegaskan, usulan tersebut tidak dibatasi berdasarkan latar belakang etnis atau daerah asal dokter tersebut. Menurutnya, dokter dari Manado, Toraja, Jawa, Batak, dan daerah lainnya masih punya peluang asalkan berkomitmen melayani masyarakat Papua Selatan.
Yang penting mereka (dokter) tega melayani masyarakat Papua di sini, tentu kita dorong, kita usulkan. Baik itu dokter RSUD, dokter di kesatuan TNI-Polri, bisa diusulkan. Karena dalam tugasnya tentu juga melayani masyarakat asli Papua, ”ujarnya.
Ia berharap dalam lima tahun ke depan program pendidikan dokter spesialis dapat memberikan perubahan signifikan terhadap pelayanan kesehatan di Papua Selatan, termasuk penguatan pelayanan terhadap puskesmas dan desa.
Yolmen mengatakan kebutuhan dokter spesialis merupakan salah satu permasalahan yang harus dijawab bersama agar masyarakat Papua Selatan tidak kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
“Tujuannya satu, bisa mengabdi pada masyarakat kita di Papua Selatan,” ujarnya.



















