Dua Buku Lahir dari Tanah Rantau, Nikmat Harahap Ubah Perjuangan Menjadi Karya

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

silahkan menikmati berasal dari kota Medan yang merantau ke Jakarta di Tanah rantau bagi sebagian orang merupakan tempat mencari penghidupan. Bagi Nikmat Harahap, rantau memiliki makna yang lebih panjang: tempat menguji ketangguhan, melabuhkan kerinduan terhadap keluarga, sekaligus ruang pembuktian bahwa cita-cita anak muda bisa diperjuangkan dalam keadaan terbatas.

Pemuda asal Medan, Sumatera Utara ini memilih menulis sebagai jalannya. Di tengah perjuangannya mencari nafkah jauh dari keluarga, Nikmat Harahap terus menulis. Kata demi kata yang awalnya merupakan ruang untuk mengungkapkan pikiran, perlahan tumbuh menjadi jati dirinya.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, pemuda kelahiran 28 April 2003 ini telah menerbitkan dua buku. Karya pertamanya berjudul “DUNIA INI JAHAT” yang terbit pada 20 Maret 2025 dan disusul buku kedua berjudul “DOA IBU YANG TIDAK LAGI” terbit pada 28 April 2026.

Kedua judul ini seolah menunjukkan warna pribadi yang dibangun Nikmat. Dia tidak mengambil terlalu banyak jarak dari kehidupan. Tulisannya berkisar pada pengalaman, perjuangan hidup, kehilangan, keluarga, dan sisi emosional manusia yang dekat dengan keseharian pembacanya.

Dalam dunia tulis menulis, ia menggunakan nama Nikmat HRP. Identitas tersebut pun ia bawa ke ruang digital. Selain menulis buku, Nikmat aktif sebagai konten kreator dengan membagikan tulisan dan karyanya melalui media sosial.

Di sinilah personal branding Nikmat Harahap mulai terbentuk. Ia ingin dikenal bukan hanya sebagai kreator yang mengejar perhatian di media sosial, namun sebagai anak muda yang memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan karya tulisnya.

Konsistensi itulah yang kemudian memberikan hasil ekonomi. Aktivitasnya sebagai pembuat konten dan penulis membuat Nikmat Harahap mulai mendapatkan penghasilan setiap bulannya. Media sosial yang dulunya merupakan tempat berbagi karya, perlahan menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang sedang dibangun.

Menulis Sejak Sekolah

Ketertarikan Nikmat Harahap terhadap dunia tulis menulis sebenarnya tidak muncul setelah ia merantau. Ketertarikan tersebut tumbuh sejak ia masih bersekolah dan, Nikmat Harahap merupakan Alumni sekolah Al-MUKHTARYAH SUNGAI DUA yang lulus pada tanggal 23 Juni 2023 Kabupaten Padang Lawas Utara.

Ia terus belajar mengorganisasikan ide dan mengungkapkannya dalam bentuk tulisan. Perjalanan itu tidak terjadi secara instan. Nikmat harahap harus berani menunjukkan karyanya kepada orang lain, termasuk dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang publikasi.

Langkah sederhana ini kemudian menjadi penting. Semakin sering Anda menulis, maka karakter tulisan Anda akan semakin terbentuk.

Baginya, menjadi penulis bukan sekadar memiliki buku yang namanya tercetak di sampulnya. Menulis adalah impian yang sudah lama ingin saya perjuangkan.

Ada alasan pribadi di balik mimpi ini. Nikmat ingin membanggakan orang tuanya. Ia pun memendam keinginan agar suatu saat namanya dikenal lebih luas melalui tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi pembaca.

Namun impian tersebut harus dikejar seiring dengan kerasnya hidup sebagai anak perantauan.

Jauh dari keluarga berarti banyak masalah yang harus dihadapi sendirian. Ada kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Ada pula kerinduan akan kampung halaman yang tidak selalu bisa diselesaikan dengan mudik.

Harap memilih untuk tidak menggunakan situasi ini sebagai alasan untuk berhenti.

Bahkan, di negeri perantauannya, ia berusaha mendamaikan dua kebutuhan sekaligus: mencari nafkah dan mempertahankan cita-cita menjadi penulis.

Perjuangan ini akhirnya melahirkan dua buku pertamanya. Bagi Nikmat Harahap, pencapaian tersebut bukanlah garis akhir. Kedua buku ini lebih tepat digambarkan sebagai pintu masuk perjalanan menulis yang ingin terus ia bangun.

Dari Rantau hingga Ruang Digital

Perjalanan Nikmat harahap juga menunjukkan perubahan menarik dalam dunia tulis menulis bagi generasi muda. Seorang penulis kini tidak hanya berurusan dengan buku, penerbit, dan toko buku.

Ada ruang baru bernama media sosial.

Nikmati penggunaan ruang ini untuk memperkenalkan tulisan Anda dan membangun hubungan dengan audiens Anda. Posisi sebagai penulis dan pembuat konten kemudian saling menguatkan. Buku memberikan identitas intelektual dan kreatif, sementara media sosial memperluas jangkauan personal branding.

Ia mengembangkan dirinya sebagai penulis muda dari luar negeri yang mengubah pengalaman hidup menjadi karya.

Identitas ini terasa kuat karena tidak dibangun dari kisah sukses saja. Di baliknya terdapat perjalanan seorang anak muda yang harus hidup jauh dari keluarga sambil mempertahankan mimpinya.

Bahkan judul buku “DOA IBU YANG HILANG” membawa pembacanya ke dalam ruang emosional yang sangat personal: tentang ibu, kehilangan, dan doa. Sementara itu “DUNIA INI JAHAT” mengusung nada yang dekat dengan kegelisahan generasi muda ketika dihadapkan pada kerasnya hidup.

Keduanya menempatkan Nikmat Harahap pada ceruk tersendiri: tulisan populer yang memiliki kedekatan emosional dengan pengalaman hidup anak muda.

Dari pengalamannya tersebut, Nikmat berharap dapat membawa pesan sederhana kepada sesama anak perantau. Keterbatasan tidak harus menjadi alasan untuk mengubur mimpimu. Kerja keras, keberanian berusaha, serta doa dan restu orang tua harus terus dibawa sepanjang perjalanan.

Ia percaya hasil tidak selalu datang ketika seseorang menginginkannya. Namun upaya yang dilakukan secara serius akan menemukan waktunya sendiri.

Nikmat Harahap baru berada di awal perjalanan panjang seorang penulis. Dua buku saja tidak cukup untuk menentukan sejauh mana langkah yang akan diambil.

Tapi setidaknya, dia telah melakukan hal tersulit dalam sebuah mimpi, memulainya dan mewujudkannya menjadi kenyataan.

Dari seorang anak Medan yang gemar menulis sejak sekolah, kemudian menjadi merantau, content writer, dan menerbitkan buku, Nikmat harahap kini tengah menulis kisah hidupnya sendiri.

Dan di negeri perantauan itu, Nikmat HRP perlahan membangun nama yang ingin terus dikenangnya lewat karyanya: seorang penulis muda yang tidak membiarkan kerasnya hidup menghentikan mimpinya.

Nama: harahap enak

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Trump defends actions in Iran and Venezuela in UN General Assembly address amid rising tensions with allies – live | Donald Trump
D-back kalah dari Marlins secara ekstra, tidak bisa naik dalam perlombaan Wild Card
Cara Prabowo Pecat Purbaya Bikin Prof Jimly Elus Dada Singgung Etika Bernegara
Gubernur Himbau Masyarakat Papua Selatan Jaga Hutan Mangrove di Pesisir Payum
Dokumen: NWSL Menerima Delapan Pengaduan Pelanggaran Seksual, Pelecehan Seksual, atau Pembalasan Tahun Ini
Seret Nama Nusron, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Korupsi Rp106 Miliar ke Kongres NU
Istana: Presiden Tak Intervensi Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid dalam Kasus Suap HGB Summarecon
Terungkap! Begini kondisi Nusron di tengah OTT KPK

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 23:18 WIB

Trump defends actions in Iran and Venezuela in UN General Assembly address amid rising tensions with allies – live | Donald Trump

Kamis, 17 September 2026 - 11:09 WIB

D-back kalah dari Marlins secara ekstra, tidak bisa naik dalam perlombaan Wild Card

Kamis, 17 September 2026 - 10:17 WIB

Cara Prabowo Pecat Purbaya Bikin Prof Jimly Elus Dada Singgung Etika Bernegara

Kamis, 17 September 2026 - 09:49 WIB

Gubernur Himbau Masyarakat Papua Selatan Jaga Hutan Mangrove di Pesisir Payum

Kamis, 17 September 2026 - 09:31 WIB

Dokumen: NWSL Menerima Delapan Pengaduan Pelanggaran Seksual, Pelecehan Seksual, atau Pembalasan Tahun Ini

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE