Cara Prabowo Pecat Purbaya Bikin Prof Jimly Elus Dada Singgung Etika Bernegara

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Pakar Hukum Tata Negara Prof Jimly Asshiddiqie pun menyoroti pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan. Prof Jimly juga prihatin dengan cara Prabowo mengusir Bendahara Negara, baginya itu cara yang sangat tidak etis, cara Presiden Prabowo Subianto mengusir Purbaya sama sekali tidak ada empati.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Prof Jimly, etika kebangsaan kita memang perlu perbaikan besar-besaran setelah melihat cara pemerintah memperlakukan Purbaya. Ia bahkan menyarankan agar Indonesia bisa memiliki undang-undang sendiri yang mengatur etika pejabat.

“Etika kekuasaan harus diatur dengan baik di negara kita. Perlu ada UU Etika Kenegaraan tersendiri. Misalnya, cara diberitahukan ke Purbaya akan diubah. Meski banyak yang setuju dengan perubahan ini, tapi caranya memang kurang etis,” kata Prof Jimly seperti dilansir Olenka.id Kamis (17/9/2026).

Sedangkan Purbaya dipecat secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya, bahkan diberhentikan melalui panggilan telepon singkat dari pihak Istana, pemecatan bahkan dilakukan saat Purbaya sedang menghadiri rapat dengan sejumlah lembaga negara.

Cara Prabowo memecat Purbaya langsung mendapat kecaman tajam dari masyarakat, sebesar apa pun kesalahannya, perlakuan negara terhadapnya tetap tidak bisa dimaafkan.

“Saya memahami kritik keras di media sosial terkait metode ini,” pungkas Prof Jimly.

Alasan Pemecatan Masih Menjadi Misteri

Di sisi lain, pihak Istana akhirnya buka suara setelah pemecatan Purbaya banyak dikecam publik. Namun alih-alih menjawab keingintahuan masyarakat yang ingin mengetahui alasan di balik pemecatan tidak etis tersebut, pihak Istana malah memberikan penjelasan yang terkesan ‘mencari aman’ dengan pernyataan normatif, padahal sejak hari pertama pemecatan, masyarakat sudah menunggu penjelasan pemerintah terkait keputusan tersebut yang dinilai banyak pihak tidak lazim.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, pencopotan Purbaya sebenarnya merupakan dinamika biasa di Kabinet Merah Putih, pergantian formasi kabinet bukanlah sesuatu yang istimewa, hal biasa.

“Tidak, sebenarnya hanya pergantian biasa saja. Tidak ada yang istimewa dari pergantian pejabat. Itu juga hak prerogratif Presiden kan,” kata Bambang.

Diakui Bambang, pergantian menteri merupakan hak presiden yang tidak bisa diganggu gugat, ia mengatakan kepala negara harus punya pertimbangan sendiri dalam mencopot menteri. Bambang sendiri mengaku belum mengetahui secara jelas alasan Prabowo memecat Purbaya.

“Tidak ada yang istimewa. Kapan pun Wakil Menteri sebenarnya siap diganti,” ujarnya.

Meski pemerintah masih merahasiakan alasan pemecatan Purbaya, namun publik sudah berspekulasi, salah satu tudingan yang ramai diperbincangkan adalah keputusan Purbaya yang melakukan perombakan besar-besaran di internal Kementerian Keuangan. Purbaya melakukan perubahan besar ini empat hari sebelum dia dipecat melalui panggilan telepon.

Tercatat, sekitar 50 pegawai tingkat Eselon II dan 350 pegawai tingkat Eselon III dirotasi jabatannya. Perombakan ini disebut-sebut memicu gesekan internal di lingkungan Kementerian Keuangan, ada orang dalam yang disebut tidak menyukai Purbaya hingga berujung pada pemecatannya.

“Saya tidak tahu internalnya seperti apa. Tapi dari sudut pandang kami, dari pihak Istana, sebetulnya pergantian ini adalah sesuatu yang sebetulnya lumrah. Bisa kapan saja. Namanya reshuffle, bisa saja dicopot kapan saja, baru diangkat yang baru,” pungkas Bambang.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Atlético Madrid vs Bayern Munich: Statistik & head-to-head Liga Champions UEFA
Gempa Bumi Besar di Jepang 7.300 Tahun Lalu Mendorong Batasan Sumber Daya Manusia : ScienceAlert
Tebak Siapa yang Datang ke Washington
Fox News kehilangan kendali atas perang budaya
Jaminan Sosial: Berapa banyak uang yang mungkin hilang dari penerima manfaat tanpa reformasi
Zachary Mardi Gras akan kembali pada tahun 2027 dengan musik, budaya, dan komunitas
Kettering Schools menghabiskan lebih dari $15,000 untuk perjalanan dua hari ke Minnesota untuk mengunjungi gedung sekolah | Pendidikan & Sekolah
The Elder Scrolls 6: Nama Sentinel, Logo, Resmi Diungkap Saat Bethesda Menandai Hari Jadi ke-40

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 02:25 WIB

Atlético Madrid vs Bayern Munich: Statistik & head-to-head Liga Champions UEFA

Rabu, 4 November 2026 - 01:45 WIB

Gempa Bumi Besar di Jepang 7.300 Tahun Lalu Mendorong Batasan Sumber Daya Manusia : ScienceAlert

Rabu, 4 November 2026 - 01:05 WIB

Tebak Siapa yang Datang ke Washington

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Fox News kehilangan kendali atas perang budaya

Selasa, 3 November 2026 - 23:45 WIB

Jaminan Sosial: Berapa banyak uang yang mungkin hilang dari penerima manfaat tanpa reformasi

Berita Terbaru

HEADLINE

Tebak Siapa yang Datang ke Washington

Rabu, 4 Nov 2026 - 01:05 WIB

HEADLINE

Fox News kehilangan kendali atas perang budaya

Rabu, 4 Nov 2026 - 00:45 WIB

Al Jazeera - LIVE