Erupsi Gunung Anak Krakatau Berlanjut, Sekolah Online di Rumah Jadi Solusi Aman bagi Siswa Terdampak

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung tersebut mengalami erupsi menerus disertai fenomena lava fountain atau semburan lava pijar setinggi ratusan meter dari puncak kawah. Status aktivitas gunung ini masih berada pada Level III atau Siaga, dengan rekomendasi agar warga, nelayan, dan wisatawan tidak mendekat dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.

Getaran dan suara dentuman dari erupsi tersebut dilaporkan turut dirasakan warga di sejumlah wilayah pesisir Banten, termasuk Kecamatan Labuan dan Carita, Kabupaten Pandeglang. Meski hingga saat ini otoritas terkait menyatakan belum ada potensi tsunami, kondisi ini tetap memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya orang tua yang anaknya masih harus menempuh pendidikan di sekolah formal.

Ketika Sekolah Tatap Muka Tak Lagi Aman

Bencana alam seperti erupsi gunung berapi kerap memaksa penutupan sementara sekolah-sekolah di wilayah terdampak. Abu vulkanik yang menyebar ke udara dapat mengganggu pernapasan anak-anak, sementara ancaman gempa vulkanik dan potensi bencana susulan membuat aktivitas belajar tatap muka berisiko tinggi. Dalam situasi seperti inilah, keberlangsungan pendidikan anak sering kali menjadi korban tak terhindarkan dari bencana.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di era digital saat ini, terhentinya sekolah konvensional bukan lagi berarti terhentinya proses belajar. Sekolah online atau homeschooling berbasis digital hadir sebagai solusi yang memungkinkan anak tetap belajar dengan aman dari rumah, tanpa harus terpapar risiko abu vulkanik, gangguan pernapasan, atau kepanikan massal di lokasi evakuasi.

Mengapa Sekolah Online Penting Saat Kondisi Darurat Bencana

Ada beberapa alasan mengapa sistem pembelajaran daring menjadi krusial ketika bencana alam seperti erupsi gunung berapi terjadi:

  1. Keselamatan anak menjadi prioritas utama. Anak-anak tidak perlu bepergian ke sekolah yang berada di zona rawan abu vulkanik atau getaran gempa vulkanik.
  2. Pendidikan tidak boleh berhenti. Kurikulum tetap bisa berjalan sesuai jadwal, sehingga anak tidak tertinggal pelajaran meski sekolah fisik ditutup untuk waktu yang tidak pasti.
  3. Fleksibilitas lokasi belajar. Baik anak berada di rumah, tempat pengungsian, maupun di kerabat yang lebih aman, proses belajar tetap bisa dilanjutkan selama ada akses internet.
  4. Mengurangi kepanikan dan menjaga rutinitas. Rutinitas belajar yang tetap berjalan membantu anak merasa lebih tenang dan terstruktur di tengah situasi darurat yang tidak menentu.
  5. Pemantauan orang tua lebih intensif. Orang tua dapat lebih mudah mengawasi kondisi psikologis dan fisik anak selama masa tanggap darurat, sekaligus tetap memastikan pendidikan berjalan.

Homeschooling sebagai Alternatif Jangka Panjang

Fenomena erupsi Gunung Anak Krakatau bukan kali pertama terjadi. Sejak lahir pada awal abad ke-20, gunung ini tercatat telah meletus ratusan kali, baik dalam skala kecil maupun besar. Pola ini menunjukkan bahwa wilayah di sekitar Selat Sunda memang rawan mengalami gangguan aktivitas belajar tatap muka secara berkala akibat aktivitas vulkanik yang tidak dapat diprediksi secara pasti kapan akan mereda.

Di sinilah pentingnya keluarga mempertimbangkan sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap kondisi darurat, salah satunya melalui Mahir Homeschooling Indonesia. Program homeschooling ini dirancang khusus untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak di mana pun dan kapan pun, termasuk saat kondisi darurat bencana alam seperti erupsi gunung berapi, banjir, maupun gempa bumi.

Melalui modul pembelajaran yang terstruktur dan dapat diakses secara daring, orang tua tidak perlu khawatir anak tertinggal materi pelajaran meski sekolah reguler terpaksa diliburkan dalam jangka waktu lama. Selain itu, pendekatan homeschooling berbasis nilai-nilai Islami yang diusung turut memberikan ketenangan spiritual bagi keluarga di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Bagi orang tua yang berada di wilayah rawan bencana, khususnya di sekitar Selat Sunda, Lampung, dan Banten, serta Jabodetabek memiliki opsi pendidikan cadangan berbasis digital menjadi langkah antisipatif yang bijak. Informasi lebih lanjut mengenai program sekolah online dan pendaftaran dapat diakses melalui website resminya di mahir.sch.id, yang menyediakan berbagai pilihan modul belajar sesuai jenjang pendidikan anak mulai dari setara SD hingga SMA.

Kesiapsiagaan Pendidikan, Bagian dari Mitigasi Bencana

Selama ini, mitigasi bencana kerap difokuskan pada aspek keselamatan fisik semata, seperti jalur evakuasi dan tempat pengungsian. Padahal, kesiapsiagaan di bidang pendidikan juga tidak kalah penting agar generasi muda tidak kehilangan hak belajarnya akibat bencana yang datang tanpa diduga.

Dengan adanya sistem sekolah online yang matang, keluarga di wilayah rawan bencana seperti sekitar Gunung Anak Krakatau memiliki jaring pengaman pendidikan yang dapat diandalkan kapan saja situasi darurat terjadi. Pada akhirnya, kombinasi antara kewaspadaan terhadap ancaman alam dan kesiapan sistem pendidikan alternatif menjadi kunci agar proses tumbuh kembang serta pendidikan anak tetap terjaga, sekalipun bumi sedang bergejolak.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan status Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi PVMBG dan BNPB, sekaligus mempertimbangkan opsi pendidikan daring sebagai bagian dari rencana kesiapsiagaan keluarga menghadapi bencana alam. (aka)

Berita Terkait

Reaksi Penggemar ‘The Voice’ Saat Pembawa Acara Carson Daly Meninggalkan Pertunjukan
Trump kehilangan kendali dan memerintahkan saya untuk ‘diam’ di Ruang Oval. Kemudian itu menjadi masalah pribadi
Pemeran ‘Pengantin Baru’ Téa Leoni, Tim Daly akan menikah, acara TV baru
Téa Leoni dan Tim Daly berperan sebagai Pengantin Baru di Sitkom Baru
Colts QB Anthony Richardson Berbagi Pemikiran Jujur tentang Chris Ballard
Netflix Mendapat Skor Besar Dengan Epik Aksi 148 Menit Ridley Scott yang Telah Lama Ditunggu-tunggu
AI Research Startup Flapping Airplanes Bernilai $6 Miliar dalam Putaran
Film Aksi Fiksi Ilmiah 106 Menit Ryan Reynolds Secara Resmi Menjadi Salah Satu Hit Streaming Terbesar dalam Sejarah

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:25 WIB

Reaksi Penggemar ‘The Voice’ Saat Pembawa Acara Carson Daly Meninggalkan Pertunjukan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Trump kehilangan kendali dan memerintahkan saya untuk ‘diam’ di Ruang Oval. Kemudian itu menjadi masalah pribadi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Pemeran ‘Pengantin Baru’ Téa Leoni, Tim Daly akan menikah, acara TV baru

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Téa Leoni dan Tim Daly berperan sebagai Pengantin Baru di Sitkom Baru

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Colts QB Anthony Richardson Berbagi Pemikiran Jujur tentang Chris Ballard

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE