RakyatPos.id, BIREUEN – Bencana banjir yang melanda Desa Sangso tidak hanya berdampak pada lingkungan dan fasilitas masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas perekonomian keluarga.
Kondisi tersebut masih dirasakan masyarakat yang menghadapi berbagai keterbatasan dalam melakukan aktivitas produktif pasca banjir.
Melihat kondisi tersebut, maka pada tahun 2026 akan dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan usaha pengolahan makanan rumah tangga berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan ini merupakan strategi untuk membantu pemulihan ekonomi keluarga sekaligus mendorong masyarakat untuk kembali produktif pasca terdampak banjir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: 70 Mahasiswa UNIKI Ikuti PLP I, Dibekali Pengalaman Sebelum Masuk Sekolah
Kegiatan ini dipimpin oleh Naziratil Husna, SP, M.Si., dengan anggota Rika Yusli Harta, SP, M.Si. dan Cut Fadhilah, ST, M.Kom. Tim juga melibatkan mahasiswa Wirdatul Husna dan Syarifatun Najwa. Seluruh tim pelaksana merupakan dosen dan mahasiswa Universitas Islam Nasional Indonesia (UNIKI).
Terlaksananya kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Sangso yang dipimpin oleh Keuchik H. Omardhani, serta Ketua PKK Desa Sangso, Hj. Nathalli, S.Pd. Dukungan pemerintah desa dan PKK menjadi bagian penting dalam mengkoordinasikan dan mendorong keterlibatan masyarakat sebagai mitra kegiatan.
Sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha pengolahan makanan rumah tangga yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.
Usaha ini dapat dikembangkan dengan memanfaatkan bahan makanan yang tersedia di lingkungan sekitar dan melibatkan tenaga kerja keluarga. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, namun juga berkesempatan mengembangkan kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan dari rumah.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapat pelatihan dan pendampingan mulai dari proses produksi, penggunaan teknologi tepat guna, pengemasan hingga pemasaran produk.
Sejumlah peralatan diperkenalkan dalam kegiatan ini antara lain mixer, spinner dan sealer. Mixer digunakan untuk membantu mencampur bahan atau adonan dengan lebih merata dan efisien. Spinner digunakan untuk mengurangi kandungan minyak pada produk setelah proses penggorengan sehingga produk menjadi lebih kering dan kualitasnya lebih baik.
Sedangkan sealer digunakan untuk meningkatkan kualitas kemasan produk. Dengan alat ini kemasan dapat ditutup lebih rapat sehingga produk lebih terlindungi dari udara, debu, dan kontaminasi.
Pengemasan yang rapi dan higienis juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk di mata konsumen.
Mitra tidak hanya mendapat penjelasan mengenai penggunaan peralatan, namun juga terlibat langsung dalam praktik. Peserta mencoba mengoperasikan mixer, spinner dan sealer serta mempraktikkan tahapan pengolahan hingga pengemasan produk.
Keterlibatan langsung ini menjadi bagian penting agar teknologi yang diperkenalkan dapat dipahami dan digunakan secara mandiri oleh masyarakat.
Selain aspek produksi, kegiatan tersebut juga memberikan bantuan dalam pengemasan dan pemasaran. Masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya kemasan yang menarik dan informatif, serta strategi sederhana dalam memperkenalkan produk kepada konsumen.
Pemanfaatan media sosial juga diperkenalkan sebagai alternatif pemasaran untuk memperluas jangkauan produk pangan olahan rumah tangga.



















