Sekretariat Kabupaten merespons video mahasiswa 'Prabowo Bedebah' yang menampilkan '500 ribu warga menyapa Pak Presiden'

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Postingan Sekretariat Kabinet (Setkab) yang memperlihatkan video 500 ribu warga merayakan HUT ke-81 RI menuai perdebatan setelah muncul video mahasiswa yang berteriak “Prabowo bajingan” di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Video aksi mahasiswa tersebut merupakan bagian dari aksi bertajuk #Merebut Kemerdekaan. Dalam aksinya, salah satu orator menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai presiden gagal dan melontarkan sejumlah kritik terhadap pemerintah.

Tak lama setelah video aksi tersebut beredar, Sekretariat Kabinet mengunggah video dengan thumbnail bertuliskan, “IRONI DEMONSTRASI 'PRABOWO BEDEBAH' — 500 RIBU WARGA SAMBU PRESIDEN.”

Postingan ini kemudian menjadi sorotan karena dinilai melontarkan kritik mahasiswa terhadap banyaknya masyarakat yang menghadiri rangkaian acara perayaan kemerdekaan.

Sejumlah warganet mempertanyakan penggunaan narasi tersebut karena kehadiran masyarakat pada perayaan HUT RI tidak serta merta bisa dimaknai sebagai dukungan politik terhadap Presiden Prabowo.

Perdebatan tersebut berkembang dari sekedar demonstrasi menjadi persoalan bagaimana akun resmi pemerintah menyikapi kritik yang dilontarkan masyarakat.

Kehadiran pada Acara HUT RI tidak serta merta berarti dukungan politik

Rangkaian perayaan HUT ke-81 RI ini melibatkan kegiatan yang dihadiri masyarakat dalam jumlah besar. Namun kehadiran warga di acara hiburan atau perayaan kemerdekaan belum tentu menunjukkan tingkat kepuasan atau dukungan politik terhadap pemerintah.

Oleh karena itu, penggunaan jumlah peserta acara sebagai perbandingan tindakan siswa menimbulkan pertanyaan tentang konteks yang ingin dibangun melalui unggahan tersebut.

Kritik juga ditujukan pada penggunaan akun resmi pemerintah untuk merespons tindakan bernuansa politik. Akun pemerintah pada prinsipnya merupakan saluran komunikasi publik sehingga setiap unggahannya berpotensi terbaca sebagai representasi sikap lembaga.

Perdebatan terkait unggahan Sekretariat Kabinet tersebut juga muncul ketika sejumlah isu kebencanaan masih menjadi perhatian publik, antara lain gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Hingga saat ini, Presiden Prabowo disebut belum mengunjungi langsung lokasi gempa di NTT. Istana menyatakan, rencana kunjungan Presiden masih dipertimbangkan, sementara penanganan dampak bencana terus dilakukan pemerintah bersama pejabat dan pihak terkait di lapangan.

Situasi ini memusatkan perhatian masyarakat tidak hanya pada respon pemerintah terhadap kritik politik, namun juga pada prioritas komunikasi pemerintah ketika masyarakat menghadapi permasalahan bencana.

Perdebatan terkait video mahasiswa dan postingan Sekretariat Kabinet pada akhirnya menunjukkan dua narasi yang bertolak belakang: kritik terhadap pemerintah yang disampaikan melalui aksi demonstrasi dan gambaran antusiasme masyarakat merayakan kemerdekaan.

Sementara itu, netizen Eka Wicaksana Putra menyoroti video Setkablkan perayaan HUT ke-81 RI menanggapi aksi mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang mendapat perhatian netizen. Salah satunya, Eka Wicaksana Putra, mempertanyakan cara Sekretariat Kabupaten memaparkan konteks aksi tersebut.

Eka menyoroti perbedaan waktu antara aksi mahasiswa dengan video yang diunggah Sekretariat Kabupaten. Menurut dia, aksi mahasiswa tersebut terjadi pada 18 Agustus 2026, sedangkan video yang digunakan Sekda menyikapi aksi tersebut merupakan rekaman kegiatan pada 17 Agustus 2026.

Catatan Seskab berasal dari demonstrasi 18 Agustus 2026. Untuk menyikapi demonstrasi tersebut digunakan video pada 17 Agustus 2026, tulis Eka.

Eka juga menyoroti video aksi mahasiswa yang digunakan dalam unggahan tersebut. Menurut dia, video aksi tersebut hanya menampilkan bagian saat peserta meneriakkan “Prabowo bajingan”, sedangkan delapan tuntutan yang dilontarkan dalam aksi tersebut tidak ditampilkan.

Lucunya, video 18 Agustus itu dipotong dan hanya diambil bagian 'Prabowo Bedebah'. Sedangkan 8 tuntutan yang menjadi inti demonstrasi 'tidak dipertimbangkan', ”ujarnya.

Menurut Eka, pemilihan karya tersebut berpotensi mengalihkan perhatian masyarakat dari substansi tuntutan mahasiswa ke ekspresi yang tampak dalam aksi.

Ia lantas mempertanyakan alasan Sekretariat Kabupaten membuat konten yang membandingkan aksi mahasiswa dengan kehadiran masyarakat dalam rangkaian perayaan HUT RI.

“Maksudnya apa? Dampak aksi unjuk rasa di Bundaran HI begitu besar sehingga Sekretaris Kabinet terpaksa membuat video seperti ini untuk 'menyingkirkan' usaha adik-adik mahasiswa kemarin,” tulis Eka.

Postingan tersebut menambah perdebatan tentang bagaimana pemerintah menanggapi kritik melalui saluran komunikasi resmi. Sebelumnya, Sekretariat Kabinet mengunggah video dengan thumbnail bertuliskan “IRONI DEMO 'PRABOWO BEDEBAH' — 500 RIBU WARGA SAMBU PRESIDEN.”

Menurut sejumlah warganet, penuturan tersebut seolah kontras dengan aksi mahasiswa tersebut dengan banyaknya masyarakat yang hadir dalam rangkaian perayaan HUT RI.

Perdebatan tidak hanya terkait aksi mahasiswa, namun juga menyangkut cara akun resmi pemerintah menyajikan informasi dan konteks demonstrasi kepada masyarakat.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kondisi Laut Sabang Hari Ini Berubah Empat Kali, Berikut Jadwal Pasang dan Arus Rendah
ICMI Banda Aceh Siapkan Muswil ICMI Aceh 2026, Fokus Penguatan Perekonomian Menuju 2045
Prediksi Marcio Barbosa vs. Ryan Kuse, peluang, pilihan untuk UFC Sacramento
Polres Sabang Gencarkan Patroli di Sejumlah Destinasi Wisata
Prediksi Gauge Young vs. Stan Dorsainvil, peluang, pilihan untuk UFC Sacramento
Dispora Sabang Dorong Pemuda Menjadi Penggerak Pelestarian Budaya
Prakiraan cuaca untuk Cleveland, Akron, Ohio Timur Laut
Mengenakan rompi KPK berwarna oranye, Rektor Unsoed hanya bungkam saat digiring ke mobil tahanan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:54 WIB

Kondisi Laut Sabang Hari Ini Berubah Empat Kali, Berikut Jadwal Pasang dan Arus Rendah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:40 WIB

ICMI Banda Aceh Siapkan Muswil ICMI Aceh 2026, Fokus Penguatan Perekonomian Menuju 2045

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:31 WIB

Prediksi Marcio Barbosa vs. Ryan Kuse, peluang, pilihan untuk UFC Sacramento

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Polres Sabang Gencarkan Patroli di Sejumlah Destinasi Wisata

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:56 WIB

Prediksi Gauge Young vs. Stan Dorsainvil, peluang, pilihan untuk UFC Sacramento

Berita Terbaru

HEADLINE

Polres Sabang Gencarkan Patroli di Sejumlah Destinasi Wisata

Minggu, 23 Agu 2026 - 05:13 WIB

Al Jazeera - LIVE