Jayapura, RakyatPos.id – Pemerintah Otonomi Bougainville (ABG) mengimbau masyarakat bersiap menghadapi kekeringan berkepanjangan terkait El Niño.
Dalam keterangannya, ABG menyebutkan ada kemungkinan 80 hingga 90 persen curah hujan di bawah normal di seluruh Bougainville hingga akhir tahun, seperti dilansir RakyatPos.id dari laman RNZ Pacific, Selasa (25/8/2026).
Dikatakan Nissan Atoll dan komunitas pulau terpencil lainnya yang rentan di Bougainville Utara akan diprioritaskan untuk pemantauan kekeringan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
El Niño biasanya membawa kondisi yang lebih panas dan kering ke Papua Nugini, meningkatkan risiko kekeringan, kekurangan air, kehilangan panen, dan kerawanan pangan, terutama di masyarakat dataran tinggi dan pulau-pulau terpencil.
Layanan Cuaca Nasional PNG mengatakan El Niño yang kuat telah terbentuk dan diperkirakan akan berlanjut hingga awal tahun 2027, membawa kondisi kekeringan berkepanjangan di sebagian besar Papua Nugini.
“Situasi ini diperlakukan sebagai peningkatan risiko kekeringan dan ketahanan air, dibandingkan kondisi musiman normal, dengan perhatian khusus pada pasokan air, kebun sayur, ketahanan pangan, dan komunitas pulau-pulau terpencil,” kata pernyataan itu.
Semua masyarakat didorong untuk memantau persediaan air, menghemat air, melindungi kebun sayur, dan melaporkan kekurangan atau masalah terkait kekeringan kepada Pemerintah Masyarakat dan pemerintah kabupaten.



















