Ringkasan Berita:
- Ratusan warga Gampong Blang Mee bersama pihak sekolah, komite, orang tua siswa dan TNI bahu-membahu membersihkan UPTD SD Negeri 8 Kutablang menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Sekolah tersebut masih dalam proses rehabilitasi oleh TNI sejak 2 Mei 2026, sedangkan kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke aula Masjid Blang Mee.
- Gotong royong merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap pendidikan sekaligus mempercepat kesiapan sekolah untuk digunakan kembali dalam pembelajaran.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
RakyatPos.id, BIREUEN – Memasuki tahun ajaran baru, ratusan warga Gampong Blang Mee Kecamatan Kutablang bersama pihak sekolah, komite, wali siswa, dan aparat TNI bahu membahu membersihkan lingkungan UPTD SD Negeri 8 Kutablang agar siap digunakan kembali sebagai tempat belajar siswa, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan ini melibatkan Kepala UPTD SD Negeri 8 Kutablang, dewan guru, Komite Sekolah, orang tua siswa, tokoh masyarakat, serta Babinsa Posramil Kutablang, Serda Azwar.
Mereka bekerja sama dengan masyarakat untuk membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, dan mengangkut sisa bahan bangunan hasil rehabilitasi.
Kepala UPTD SD Negeri 8 Kutablang, Mukhtar, MPd menjelaskan, sekolah tersebut kini menjalani proses rehabilitasi yang dilakukan TNI sejak 2 Mei 2026.
Selama pekerjaan berlangsung, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dipindahkan ke aula Masjid Blang Mee agar proses pendidikan dapat terus berjalan tanpa henti.
“Sejak beberapa hari lalu, saya dan dewan guru sudah mulai melakukan pembersihan lingkungan sekolah. Berdasarkan masukan dari Komite Sekolah, kami kemudian mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk bekerja sama.
Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa sehingga pekerjaan lebih mudah dan cepat selesai, kata Mukhtar.
Baca juga: Pemkab Bireuen Gelar Upacara Piala Dunia 2026 di Halaman Pendopo
Dikatakannya, meski rehabilitasi gedung belum rampung seluruhnya, namun berbagai persiapan terus dilakukan pihak sekolah agar siswa dapat kembali belajar di lingkungan sekolah pada awal tahun ajaran baru dengan kondisi yang lebih bersih, aman, dan nyaman.
Suasana gotong royong penuh kekeluargaan.
Warga bergotong royong menyapu ruang kelas, membersihkan halaman, memotong rumput, dan mengangkut puing-puing bangunan.
Bahkan, salah satu orang tua siswa rela menyediakan truk untuk mengangkut limbah bangunan dan sampah agar proses pembersihan bisa berlangsung lebih efektif.
Mukhtar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap sekolah, mulai dari masyarakat Gampong Blang Mee, Komite Sekolah, orang tua siswa, OSIS, hingga Babinsa Serda Azwar yang terlibat langsung membantu warga.
“Gotong royong ini menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kepedulian masyarakat memberikan semangat besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada anak,” ujarnya.
Baca juga: Ratusan Lansia di Bireuen Ikuti Senam Prolanis dan Cek Kesehatan Gratis
Pada bencana banjir bandang akhir November 2025, sebanyak 98 persen rumah di Desa Blang Mee terdampak banjir.
Sebanyak 60 rumah terendam lumpur, 10 rumah hilang terbawa arus, dan empat rumah lainnya terancam terjun ke sungai.

















