RakyatPos.id – Marc Cucurella menjadi pusat perhatian usai selamat dari kartu merah di final Piala Dunia 2026 meski menutup mulut saat berbicara dengan Lionel Messi. Insiden tersebut memicu protes keras dari kapten Argentina, namun wasit Slavko Vincic memutuskan untuk tidak memberikan hadiah penalti.
Spanyol akhirnya menjadi juara di final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. La Roja tampil dominan sepanjang laga, namun baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-106 lewat gol Ferran Torres di babak kedua perpanjangan waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gol ini menentukan gelar juara dunia kedua bagi Spanyol. Namun pertandingan tersebut juga diwarnai sejumlah insiden yang memicu perdebatan, termasuk aksi Marc Cucurella dan Lionel Messi.
Mengapa Marc Cucurella Tidak Dikartu Merah?
Sebelum insiden Cucurella, Argentina kehilangan Enzo Fernandez di penghujung waktu normal. Sang gelandang mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan tekel keras terhadap Pau Cubarsi sehingga harus meninggalkan lapangan.
Tak lama kemudian, Messi terlihat meminta keseimbangan jumlah pemain di lapangan dengan memprotes tindakan Cucurella. Bek asal Spanyol itu menghampiri Messi untuk berbicara sambil menutup mulutnya sejenak dengan tangannya.
Pada Piala Dunia 2026, tindakan menutup mulut saat terlibat konfrontasi memang mendapat perhatian khusus. Sebelumnya, Miguel Almiron dari Paraguay dan Piero Hincapie dari Ekuador sama-sama mendapat kartu merah karena pelanggaran serupa selama turnamen.
Melihat kejadian tersebut, Messi langsung memberi isyarat kepada wasit Slavko Vinčić agar Cucurella keluar lapangan. Namun permintaan tersebut tidak dikabulkan.
Sesuai aturan yang berlaku, seorang pemain tidak otomatis mendapat kartu merah hanya karena menutup mulutnya saat berbicara. Hukuman maksimal diberikan jika tindakan tersebut disertai dengan ucapan yang bersifat menghina, mengancam, atau berkonten negatif. Pada kasus Cucurella, wasit menilai unsur tersebut tidak terjadi sehingga tidak mendapat kartu merah.
Aturan yang sama juga menjelaskan mengapa sejumlah pemain lain masih diperbolehkan menutup mulut saat berbicara dalam situasi non-konfrontatif, termasuk saat berdiskusi dengan rekan satu tim.
Lionel Messi Tuai Kritik dari Pengamat
Usai pertandingan, momen protes Messi pun langsung memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah suporter menilai tindakan kapten Argentina itu tidak diperlukan di laga sebesar final Piala Dunia.
Presenter BBC Sport, Gabby Logan, menyebut tindakan Messi sebagai “keputusasaan dari Messi.”
Legenda Manchester United, Wayne Rooney, pun ikut mengkritik. Katanya, “Benar. Argentina memang bermain seperti itu, kami tahu seperti apa mereka. Satu hal yang diinginkan adalah sportivitas yang baik. Sangat menyedihkan melihat Lionel Messi melakukan hal itu.”
Mantan kiper Inggris, Joe Hart, pun menyoroti kejadian tersebut.
“Iya, aku sama sekali tidak menikmati aksi-aksi Messi. Dia sadar Spanyol sangat mendominasi final ini, Gabby. Bahkan Lionel Messi pun melakukan hal seperti itu,” kata Joe Hart.
Di sisi lain, mantan bek Manchester City, Micah Richards, membela Messi.
“Tidak ada yang terlalu serius. Tangannya tidak menutupi mulutnya sepenuhnya, hanya sebagian saja kan? Kita tentu tidak ingin melihat seorang pemain mendapat kartu merah di final Piala Dunia hanya karena hal seperti itu,” kata Richards
















