Jayapura, RakyatPos.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus melakukan berbagai terobosan di bidang pendidikan guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di wilayah pemerintahannya, khususnya anak-anak asal Papua Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, SE mengatakan, pemerintah provinsi berkomitmen membangun pendidikan unggul, ramah anak, dan kompetitif dengan melakukan transformasi kebijakan pendidikan yang mendasar.
Pernyataan itu disampaikan Nurhaidah, SE saat memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 1 Plus KPG Nabire SP1, Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kamis (23/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Pemprov Papua Tengah terus melakukan berbagai terobosan sebagai bentuk komitmen peningkatan sumber daya manusia di daerah.
“(Salah satu upaya yang dilakukan) Pemprov Papua Tengah adalah dengan mengubah strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia, dengan fokus pada pengembangan pelajar di Papua Tengah melalui program kursus bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh putra-putri asli Papua,” kata Nurhaidah, SE
Menurutnya, peserta program tersebut berjumlah 4.370 siswa atau melampaui target 4.250 peserta, dan 99,8 persen pesertanya merupakan anak asli Papua Tengah.
“Tujuannya untuk menanamkan kemampuan berbahasa Inggris sejak dini, membangun rasa percaya diri, dan membuka peluang mendapatkan beasiswa mandiri,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah juga tengah melakukan revitalisasi Sekolah Menengah Atas (SMA) Meepago sebagai center of excelent. Langkah ini untuk mempersiapkan lulusan untuk menerima beasiswa LPDP, beasiswa luar negeri dari Kedutaan Besar negara sahabat, atau LSM internasional.
Tahun ini SMA Meepago menerima 60 siswa unggul yang dipilih berdasarkan prestasi akademik dan kemampuan berbahasa Inggris.
“Oleh karena itu, peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk memperkuat komitmen menjadikan Papua Tengah sebagai provinsi layak anak, dengan menyediakan sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan perundungan,” ujar Nurhaidah, SE.
















